DENGAN ADANYA DUGAAN KORUPSI PROYEK P3A MAJU JAYA DI HARAPKAN PIHAK KEPOLISIAN DAN KEJAKSAAN DI SIMALUNGUN LEBIH SERIUS MENANGANINYA.

By August 22, 2019 165
Huta Bayu ,(Tb. Polmas Poldasu) - Terkait pemberitaan sebelumnya dimana terdapat di salah satu  Nagori dikecamatan Huta Bayu raja ,kabupaten Simalungun pengerjaan proyek P3A Maju Jaya dimana diduga asal jadi dan rawan korupsi. Oleh karenanya puluhan orang warga Nagori silakkidir telah membuat petisi keberatan atas pengerjaan proyek tersebut, lengkap dengan nama dan tangan secara tertulis.
 
Adapun surat keberatan beberapa orang warga huta VI panambean 1 meminta supaya pihak kepolisian dan kejaksaan segera mengusut dan audit dana yang di kelola oleh kelompok  perkumpulan petani pemakai air(p3A) maju jaya.(22/08/19)
 
Dari Informasi yang diterima awak media  dari warga sekitar Huta VI bahwa sekitar 2 bulan yang lalu  kampung mereka pernah  menerima kucuran dana dari pemerintah pusat untuk pembuatan saluran tersier sepanjang     260 m tinggi 60 dan lebar 50 cm, dengan pagu seratus sembilan puluh lima juta Rp(195.000.000) sumber dana APBN  2019 , melalui Dinas pekerjaan  umum perumahan rakyat.(PUPR)
 
Adanya puluhan warga yang merasa keberatan dan bahkan telah membuat petisi karena menurut mereka pekerjaan tersebut di duga tidak sesuai dengan speks yang telah dibuat oleh pemerintah.
 
Kami para warga meminta pada pihak kepolisian dan kejaksaan ,segera periksa dan audit aliran dana p3A yang di kelola oleh ketua M siagian.dan itu bisa dilihat karena fisik pekerjaan telah banyak yang pecah pecah , padahal baru selesai dikerjakan sekitar 2 bulan lalu ujar warga sekitar.
 
TS Sianturi (40) THN warga Huta VI Nagori silakkidir saat dikonfirmasi awak media pada hari Kamis 22 /8/2019, sekira pukul 10.00 wib membenarkan proyek saluran tersier yang ada di Huta VI adalah proyek yang di kelola oleh kelompok p3A maju jaya.
 
" Benar itu bang, proyek itu  adalah di kerjakan oleh kelompok  p3A maju jaya, dan aku sendiri termasuk salah seorang anggota kepengurusan kelompok di maksud.
 
Mengenai keberatan warga juga kita salah seorang anggota pengurus sangat mendukung ,karena ada beberapa orang anggota pengurus lainya juga tidak terima  pekerjaan tersebut karena terkesan asal jadi.
 
Lebih lanjut  TS Sianturi (40) menambahkan  " masalah dugaan pekerjan p3A maju jaya tidak sesuai RAB sudah sering di beritakan oleh media online dan bahkan media cetak, namun tampaknya sampai sekarang tidak ada respon pihak terkait.
 
Selaku warga dan sekaligus sebagai kader partai Demokrasi Indonesia perjuangan(PDIP) HUTA BAYU RAJA, akan membuat laporon secara tertulis,dan siap membuat pengaduan kepada instansi terkait apabila keberatan kami para warga tidak di respon oleh pihak terkait. 
 
Benar itu bang ,sebagai warga dan sebagai kader moncong putih kecamatan Huta Bayu raja. saya dan  warga yang keberatan akan membuat laporan tertulis, karena saya juga menduga pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan bestek. bahkan  saya juga  menduga kuat laporan pertanggung jawabannya  di mark up oleh ketua kelompok maju jaya (M.Siagian).  tutup Sianturi.
 
(Redaksi/team)
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo