PUPUK SUBSIDI PEMERINTAH MENGHILANG, PETANI HUTA BAYU RAJA MENJERIT.

By August 28, 2019 223
Huta Bayu Raja (Tb. Polmas Poldasu) - Ratusan orang petani di Kawasan Huta Bayu  Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun   terlihat  bingung resah disebabkan stok pupuk bersubsidi yang biasa dipergunakan oleh para petani hilang (kosong) dan tidak terlihat di kios-kios pengecer pupuk di Huta Bayu Raja (28/08/19) sekira pukul 10.00 wib.
 
Berbagai pertanyaan petani pun berdatangan menuju kios-kios pengecer bersubsidi di Huta Bayu Raja.
 
Dari penuturan beberapa warga kepada awak media pada hari Rabu 28 /8/2019 sekira pkl 10.30  Wib "bahwa pupuk bersubsidi Pemerintah jenis Ponska ,urea dan za sudah tidak ada lagi di beberapa kios pengecer di Kecamatannya.
 
Lebih lanjut diturukan lagi kepada awak media"  Bisa abang bayangkanlah. Sementara untuk pola tanam September ini kita sudah dekat, sementara pupuk yang  disubsidi pemerintah tampak tidak ada di kios kios yang ada dikecamatan Hutabayu ini. jadi bagaimana nanti kalau padi kami butuh pupuk. Sementara adapun  pupuk yang di jual sekarang ini  adalah pupuk non subsidi. Terus terang kami tidak sanggup membelinya, 
 
Kami masih banyak tanggungan yang lainnnya untuk anak sekolah dam tanggungan rimah tangga. jadi kami sebagai petani hususnya petani padi  meminta pada pemerintah agar memikirkan dengan secepatnya kebutuhan para petani padi ,
 
Kami mengharapkan Pemerintah segera memberikan kami pupuk bersubsidi . Agar anak-anak kami bisa makan dan bersekolah. tuturnya.
 
Saat dikonfirmasi awak media pada hari rabu, tanggal 28/08/19 sekira pukul 11.00 wib melalui via telepon Hendri sebagai distributor PT. Famili Group membenarkan bahwa pupuk pemerintah bersubsidi saat ini lagi kosong bang. Bukan hanya di Huta Bayu Raja, bahkan di Simalungun.jawabnya dari telp genggam.
 
Lebih lanjut Henri menambahkan " memang dulu kita sebagai distributor PT famili Grup dapat jatah pupuk sebanyak 10.000 ton/perpola tanam. Namun sekarang Kementrian Pertanian sudah mengurangi jatah pupuk kita sebanyak 70% sehingga kita sekarang dapat jatah pupuk hanya 3.000 ton saja , Dan kita pun sangat kewalahan untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani-petani yang ada di Kabupaten Simalungun ini .
Itulah informasi yang kami terima dari Kementrian Pertanian. 
 
Saat ini Kementrian Pertanian Di Jakarta menggunakan data dari badan Pertanahan Nasional(BPN)  di mana petani yang berhak mendapat jatah pupuk subsidi harus sudah terdaftar di BPN dan mempunyai sertifikat tanah. turur Henri Menutup pembicaraannya.
 
(TSS)
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo