Jelang PilKades Serentak 109 Desa di Kabupaten Batu Bara. Hindari Budaya Jual Beli Suara

By September 12, 2019 219
Lima Puluh (Polmas Poldasu) - Pemilihan Kepala Desa  secara serentak untuk 12 Kecamatan di Kabupaten Batu Bara, merupakan  kemajuan demokrasi tingkat lokal. Namun dalam pelaksanaannya, tidak harus membudayakan jual beli suara yang nantinya dapat merugikan masyarakat. 
 
Ambisi para calon Kepala Desa memiliki alasan positif sehingga  sanggup menghambur hamburkan uang demi mencapai suatu kedudukan menjadi Kepala Desa.
 
Kebijakan Pemerintah mengucurkan Dana Desa (DD) dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat  untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, dengan harapan agar nantinya dapat mengelola  Dana Desa (DD) walau penuh resiko. Yang lebih miris dan sangat memprihatinkan Konsekuensi negatif dari strategi pemenangan menunjukkan pola patronase dan klientelisme, menjadikan pemilihan tampak tidak demokratis.  
 
Bahaya yang ditimbulkan akibat strategi tersebut dapat menumbuhkan bibit permusuhan antara kerabat dan sahabat serta dapat juga  menimbulkan kebencian di antara pendukung calon Kepala Desa.
 
Bahaya itu terjadi karena minimnya pendidikan politik yang benar, demikian pula, faktor kemiskinan dan sumberdaya manusia yang rendah juga menjadi faktor penyebab munculnya patronase, klientelisme.
 
Bila dilihat latar belakang pendidikan Kepala Desa terdahulu tidak sedikit jumlahnya yang memiliki stastus pendidikan sebatas SMP agar memenuhi syarat sebagai calon kepala Desa, status pedidikan paket C akhirnya di kantongi. Namun ilmu dan pengetahuan tetap berbatas SMP, sementara latar belakang pedidikan sangat perlu dimiliki seorang pemimpin agar tercipta Sumberdaya Manusia yang setara dan dapat dijadikan cermin bagi masyarakatnya.
 
PilKades Serentak 109 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan se Kabupataen Batu Bara dalam perencanaannya akan dilaksakan antara tanggal  14 - 17 Nopember 2019 mendatang.  
 
Diharapkan bagi masyarakat agar menolak bentuk intimidasi terselubung yang mempengaruhi serta mengendalikan atau penawaran jual beli suara.
 
Apalagi saat ini sudah sangat viral kalimat yang membudayakan jual beli suara melalui SERANGAN FAJAR.  Untuk menghindari Budaya jual beli suara  yang  menyesatkan serta dapat merugikan pihak lain yang terkait didalamnya. Sangat diperlukan peran serta pihak Kepolisian yang bekerjasama dengan Polmas Desa serta tokoh masyarakat agar dapat tercipta Pemilihan Kepala Desa yang Jujur Adil dan Bersih. 
 
Oleh Rizal Hutagaol.
Last modified on Thursday, 12 September 2019 11:47
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo