DAMPAK JATAH PUPUK SUBSIDI DI KURANGI PEMERINTAH. PARA PETANI PADI HUTA BAYU MENGELUH DAN BERHARAP AGAR PEMERINTAH MENAMBAH JATAH PUPUK SUBSIDI.

By September 12, 2019 104
Huta Bayu(tabloidpolmas poldasu) - Warga Huta Bayu raja kecamatan Huta Bayu propinsi Sumatra Utara khususnya  masyarakat petani padi meminta kepada pemerintah pusat melalui kementrian pertanian agar menambah alokasi pupuk subsidi pemerintah ke Kabupaten  Simalungun Kecamatan Huta Bayu raja.
 
Adapun permintaan para petani dimana pupuk subsidi jenis urea,ponska,dan za ,saat ini sudah sangat langkah dan bahkan tidak terlihat lagi keberadaanya di beberapa UD penyalur kepada petani melalui rencana defenitif kebutuhan kelompok(RDKK)
 
Dan masih menurut warga ,kementrian pertanian supaya segera menambahkan pengalokasian pupuk subsidi dan segera merealisasikannya. Kami minta instansi terkait secepatnya realisasikan pupuk subsidi pemerintah karena saat ini kami para petani padi sudah mulai tanam sehingga padi kami sudah saatnya untuk di pupuk.
 
Dilainya ,ketua karang taruna hutabayu raja ,Jepri Gultom S.H.dan Hendra Huta pea selaku pengurus jaringan pendamping kebijakan pemerintah (JPKP) Huta Bayu raja ,Kamis 12/9/19 PKL 10 wib kepada awak media ini,membenarkan pada saat ini pupuk subsidi di Huta Bayu raja sangat langkah.benar itu Lae,pupuk subsidi saat ini hampir tidak ada padahal para petani dikecamatan Huta Bayu ini mempunyai luas lahan pertanian padi ada sekitar 3561hektare.padahal program pemerintah adalah untuk mencetak swasembada pangan untuk ketahanan negara.dan kalau pemerintah pusat tidak segera memikirkan ini,efek domino bisa menggangu ketahanan pangan nasional ujar Hendra dan diamini Jepri Gultom S.H.
 
DI konfirmasi awak media Polmas poldasu Kamis 12/9/2019 sekitar PKL 11 wib salah seorang penyalur pupuk subsidi pemerintah di Simalungun dari PT famili grup membenarkan pupuk subsidi pemerintah saat ini sangat langkah.
 
Benar itu bang,pupuk subsidi saat ini sangat langkah bukan hanya di Huta Bayu raja bahkan kudengar di seluruh Sumatra utara.dan itu diakibatkan kementrian pertanian pusat memakai data badan pertanahan Nasional(BPN) dimana kementrian hanya memberi jatah pupuk subsidi kepada lahan pertaniannya sudah sertifikat tanah.
 
Bayangkan bang dulu sebelumnya data tersebut tidak seperti itu, kita  sebagai penyalur pupuk subsidi di Simalungun  mendapat jatah pupuk sekitar 10.000 ton perbubulanya. Akan tetapi setelah kementrian pertanian memakai data seperti sekarang kita hanya dapat jatah sekitar 3000 ton itupun jatah untuk di Kab Simalungun. Sementara  pupuk yang dibutuhkan petani  se Kab. Simalungun perbulannya 1800 ton untuk pupuk urea,  2000 ton untuk ponskha, 700 ton untuk sp 700 ton  untuk organik 300 ton.tutup Henri penyalur dari PT famili grup(tss)
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo