Ombudsman Minta Badan Pengawas Rumas Sakit Lakukan Pemeriksaan Pelayanan di RS Pirngadi

By March 05, 2019 14
Medan (POLMAS) - Lembaga pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada badan pengawas rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan terhadap layanan di Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan.
 
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, mengatakan, hal tersebut karena mengingat ada beberapa laporan dari masyarakat yang mengeluhkan pelayanan di rumah sakit tersebut.
 
“Seperti kasus Nadya yang diduga mendapatkan pelayanan tidak tepat sehingga membuat tangannya harus diamputasi, sehingga kita minta agar badan pengawas rumah sakit memeriksa agar tidak terus terjadi seperti itu,” ujarnya, kepada Tribun, Senin (4/3/2019).
 
Ia menjelaskan, Ombudsman meminta agar manajemen perlu diubah dan dicari orang yang memiliki kemampuan yang baik dan tepat, sehingga dapat memberikan pelayanan yang tepat.
 
“Kita minta badan pengawas rumah sakit turun untuk memeriksa pengelolaan Rumah Sakit Pirngadi, kemudian juga bagaimana dengan manajemennya apakah memang sudah tidak sanggup,” jelasnya.
 
Ia menerangkan, Ombudsman juga melihat banyaknya laporan dugaan malpraktik di Rumah Sakit Pirngadi oleh karena itu perlu melakukan perombakan manajemen.
 
“Kalau tidak mampu manajemen mengola rumah sakit itu dengan baik, maka harus dicari manajemen yang baru yang benar-benar mampu,” terangnya.
 
Ia mengungkapkan, kemudian juga yang perlu dilakukan pengawasan adalah pola praktik dari dokternya. Banyak juga laporan yang datang ke Ombudsman terkait pola praktik dokter tersebut.
 
“Pola praktik dokter yang memang sering datang laporan ke kita kalau misalnya yang memberikan pelayanan bukan dokter melainkan koas. Nah karena banyak dokter yang berpraktik di rumah sakit pemerintah seperti di Pirngadi atau Adam Malik tapi waktunya lebih banyak di rumah sakit swasta,” ungkapnya.
 
Oleh karena itu, ia menuturkan, perlu dilakukan penertiban terkait pola praktik dokter tersebut sebagai salah sayu upaya dari perbaikan pelayanan rumah sakit.
 
“Saya kira itu perlu ditertibkan sebagai upaya dari perbaikan pelayanan rumah sakit. Kalau memang dokter itu punya tugas di Rumah Sakit Pirngadi ya dia harus terlihat disitu sesuai dengan jam kerjanya. Jangan dibiarkan koas dan begitu koas menerima pasien untuk konsultasi penyakit pasien hanya melalui telp dengan dokter yang ternyata juga bertugas di rumah sakit swasta,” tuturnya.  (Rel)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved