Gugatan Izin Pembangunan PLTA Batangtoru Ditolak Hakim, Walhi Akan Banding

By March 05, 2019 21
Medan (POLMAS) - Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Senin (4/3/2019) siang memutuskan menolak seluruh gugatan yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara atas perizinan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
 
Walhi Sumut menggugat SK Gubernur nomor 660/50/DPMPPTSP/5/IV.1/I/2017 tentang perubahan ijin lingkungan rencana kegiatan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batangtoru dari kapasitas 500 MW menjadi 510 MW.
 
Kemudian, perubahan lokasi Quarry di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) tertanggal 31 Januari 2017.
 
Setelah membacakan berbagai pertimbangan, Majelis hakim yang diketuai oleh Jimmy Claus Pardede membacakan putusan dan seluruh gugatan Walhi ditolak.
 
“Menyatakan eksepsi tergugat tidak diterima. Dalam pokok sengketa. Menolak gugatan penggugat seluruhnya,” kata Jimmy, Senin (4/3/2019).
 
Setelah persidangan, tim kuasa hukum mengungkapkan kekecewaan terhadap majelis hakim. Hakim dinilai, hanya berpikir secara prosedural serta pertimbangan mereka yang dinilai cukup kuat tidak dimasukkan.
 
Salah seorang anggota kuasa hukum Walhi Padian Adi Siregar mengatakan secara jelas registernya adalah gugatan lingkungan hidup. Tetapi pertimbangan hakim melihatnya hanya prosedural administrasi.
 
"Yang paling krusial adaah soal pemalsuan tandatangan Ahli Kehutanan USU Onrizal dalam Amdal. Tapi itu tidak menjadi pertimbangan,” kata Padian.
 
Ia menambahkan, saksi yang dihadirkan Walhi dari masyarakat penerima dampak dianggap tidak relevan.
 
Padahal menurut Walhi, objek gugatannya ada di tiga kecamatan, Marancar, Sipirok dan Batangtoru. Tapi tidak menjadi pertimbangan.
 
“Kita akan pikir-pikir untuk banding. Karena yang kita lakukan adalah untuk masyarakat," ucap Padian.
 
"Pertimbangannya adalah, daerah itu rawan gempa. Saksi dari IPB yang kita bawa juga menyatakan di peta manapun, ring gempa Batangtoru adalah daerah rawan gempa,” bebernya.
 
Pembangunan PLTA Batangtoru yang rencananya ditargetkan rampung pada 2022 mendapat perlawanan dari aktivis lingkungan. 
 
Pembangunan PLTA Batangtoru dianggap akan menambah fragmentasi habitat di tiga blok, yakni di Blok barat, Blok Timur dan Cagar Alam Sibualbuali. PLTA Batangtoru yang dibangun PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE).
 
Fragmentasi Habitat adalah sebuah proses perubahan lingkungan yang berperan penting dalam evolusi dan biologi konservasi.
 
Pembangunan PLTA Batangtoru dianggap mengancam lingkungan dan habitat Orang Utan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis). (Red)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved