Mantan Gubsu Tengku Erry Digugat Rp 13 Miliar

By March 08, 2019 25
Medan (POLMAS) - Mantan Gubsu Tengku Erry Nuradi digugat oleh pemilik Event Organizer (EO) Kampusi Promo, Herwin terkait tidak dibayarkannya uang pelaksanaan kegiatan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016 sebesar Rp13 miliar. Dalam dakwaannya Herwin juga menggugat mantan Komisaris Bank Sumut, Hendra Arbie sebagai tergugat I di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
 
Namun, untuk sidang agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak penggugat batal digelar pada Rabu (6/3/2019) lalu karena hakim ketua Djaniko Girsang berhalangan hadir.
 
Pengacara Herwin, Enni Martalena Pasaribu mengatakan, kegiatan Pondok Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016, sebelumnya telah ada kesepakatan dengan pihak tergugat bahwa kegiatan tersebut telah ditunjuk Herwin sebagai pelaksana kegiatan.
 
"Nilai anggarannya Rp13 miliar, kegiatan berlangszung selama bulan puasa, satu bulan penuh. Namun setelah selesai kegiatan, pembayarannya tidak dilakukan sesuai kesepakatan," terangnya, Kamis (7/3/2019).
 
Sebelumnya, pihaknya sudah pernah melakukan upaya mediasi dengan para tergugat, namun dari hasil mediasi tersebut, pihak tergugat belum bisa membayarkannya.
 
Namun setelah beberapa kali sidang bergulir, diketahui, ternyata pihak tergugat sudah ada membayarkan kepada vendor-vendor yang ikut kerja sama dengan EO Kampusi Promo.
 
"Dalam perjalanan sidang ini kami telah melihat bukti-bukti ada beberapa kwitansi yang dibayarkan pihak tergugat kepada beberpaa vendor yang kerjasama, tapi bukan melalui klien kami. Kami melihat nilainya belum ada Rp13 miliar, itu lebih kurang baru Rp1 miliar," ungkap Enni.
 
Bahkan, kata Enni, kliennya juga mengalami kerugian materiil sebesar Rp10 miliar dan kerugian Immateriil sebesar Rp12 miliar. Terlebih lagi, kliennya juga saat ini tidak dapat lagi bekerja karena barang-barangnya ditahan di tempat kegiatan. Ia berharap gugatan mereka dapat dikabulkan majelis hakim dan kliennya bisa bekerja kembali.
 
"Perlu saya tegaskan, saat itu klien kami melakukan kegiatan ini karena merasa yakin akan dibayar oleh pihak tergugat. Karena pihak tergugat saat itu menjabat sebagai gubernur, kemudian salah satunya Hendra Arbie yang saat itu juga menjabat sebagai komisaris di Bank Sumut. Artinya, kita sangat percaya mereka akan melakukan pembayaran melihat kedudukan mereka saat itu sangat menetukan di Sumut ini," ujar Enni.
 
Dikatakan Enni, awal mula kliennya terpilih sebagai EO dalam kegiatan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016, penggugat membuat permohonan proposal acara kegiatan.
 
"Usai menyiapkan proposal, klien saya menyampaikan kepada pihak tergugat, dan mereka melihatnya sudah cocok dengan angka sehingga klien saya mengerjakan kegiatan itu," ucap Enni.
 
Artinya, dalam kegiatan itu, sudah ada kesepakatan langsung antara penggugat dengan para tergugat secara lisan.
 
"Walaupun dia secara lisan, namun di dalam hukum perdata, ada perjanjian tertulis dan ada tidak tertulis, itu sah dalam negara. Walaupun tidak ada yang tertulis, tapi ada kesepakatan itu sah secara hukum," tutupnya.
 
Sementara itu, kuasa hukum tergugat Tengku Erry, Syahrizal Fahmi, mengatakan dana acara kegiatan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016 tidak menggunakan anggaran APBD Pemprovsu.
 
"Hal itu diakui, sudah dinyatakan Pak Tengku Erry saat dalam pembukaan kegiatan itu. Jadi gugatan yang diajukan penggugat kepada Pak Erry maupun Hendra Arbie sebenarnya tidak berdasar," jelasnya. 
 
Syahrizal juga mengungkapkan sebelumnya persoalan ini pernah dibawa penggugat ke ranah pidana pada tahun 2017.Namun laporan mereka di SP3 kan Polda Sumut.(Red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved