Kebijakan Pihak Pengelola Pemandian Air Panas Menjadi Taman Rekreasi Mendongkrak Kemajuan Desa Sumber Padi.

By September 27, 2019 426

Lima Puluh (Polmas Poldasu) - Dilihat dari system Pengelolaan Pemandian Air Panas Dusun III Teluk Sebayan Desa Sumber Padi, Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara merupakan lentera sebagai penerang jalan menuju kemakmuran bagi masyarakat.

Tidak semua Desa memiliki KANS menjadi Desa wisata.  Situasi yang menjadikan  Desa layak untuk dikunjungi masyarakat sebagai tempat wisata. Lalu apa saja persyaratan umum yang harus dimiliki sebuah Desa untuk melaju menjadi Desa wisata, berikut ini beberapa persyaratan yang perlu dimiliki Desa menuju Desa wisata.     

Tentu saja harus memiliki obyek yang menarik seperti pemandangan alam yang indah, tempat yang eksotik seperti yang ada di Desa Sumber Padi Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara. Yang sepenuhnya merupakan kerja keras pihak pengelola (Citra Muliadi Bangun) begitu juga dengan  modal yang dikeluarkan juga tidak sedikit, demi sebuah harapan untuk menciptakan kemajuan Desa.  Tentunya tidak terlepas juga  dari dukungan masyarakat dan Pemerintah Desa sehingga lokasi wisata pemandian air panas yang ada di Desa Sumber Padi saat ini sudah cukup terkenal.                                                                                                                                                                     

Seketika awak media menemui pihak pengelola dilokasi pemandian air panas dusun III Teluk Sebayan hanya dapat menemui perwakilan dari pihak pengelola (Andi) yang pada saat itu pihak pengelola (Citra Muliadi Bangun) sedang tidak berada ditempat. Dengan sambutan yang santun serta tutur kata yang tersusun rapi ( Andi) memaparkan : Beginilah situasi saat ini tidak begitu ramai muda mudahan kedepanya nanti bapak (Citra Muliadi Bangun) akan memperluas lokasi pemadian, rencananya akan di buat kolam renang yang dilengkapi dengan pasilitasnya dan akan dipersiapkan juga tempat permainan untuk anak-anak, mengingat Rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup sudah ada hanya tinggal menunggu Izin Lokasi Pemandian yang akan di keluarkan  oleh Dinas Perizinan. 

Yang saya ketahui langsung hasil dari lokasi pemandian air panas ini sebenarnya minim kendati demikian bapak (Citra Muliadi Bangun) masih mau berbagi dengan memberikan sebesar Rp 3.000.000 / bulan ke pihak Pemerintahan Desa yang saat ini di kepalai bapak (Effendy Saragih) dengan tujuan agar masyarakat dapat merasakan dan mengetahui bahwa bapak ( Citra Muliadi Bangun) sesosok wakil rakyat yang benar - benar memiliki rasa kepedulian dan rasa simpati atas masyarakatnya. 

Kembali saya jelaskan permasalahan parkir, Pihak pengelola tidak mencampuri karena berada diluar lokasi, harapan kami sebagai pihak pengelola agar pihak parkir dapat menciptakan kedamaian serta kerjasama dengan pihak parkir yang ada, sama - sama kita ketahui bahwasanya kedamain kerukunan dalam menjalin kerjasama itu indah, aman, damai dan sejuk, agar tercipta di Desa Sumber Padi kesejahteraan yang dapat di tauladani. ( papar Andi)

Senada dengan keterangan seorang pedagang (saniem) dengan logatnya menjelaskan : Aku berjualan dilokasi ini hanya untuk menambah penghasilan agar bisa merubah ekonomi keluargaku. Untung yang kudapat nyatanya benar dapat membantu kok, masalah pondok, lampu dan air hanya dikenai Rp. 10.000/hari, itukan sangat kecil. Kami para pedagang dilokasi ini mengakui bahwa Bapak (Citra Mulyadi Bangun) betul-betul peduli dan membantu kami sebagai masyarakat. Sembari tersenyum (Saniem) menyampaikan juga : Ngapain sih pak Pemandian air panas ini diributin terus, bagaimana nanti nasib kami kan kami tidak pernah berbuat hal yang dilarang sama pemerintah dan agama loh pak. (Jelas Saniem dengan logatnya lirih).

Tidak apa -apa lo buk sambut (Andi) bapak Wartawan ini datang hanya untuk tanya jawab aja bukan mau meributi lagipula yang dipertanyakan tidak ada kalimat penekanan atau memojokkan bahkan menghimbau juga agar lokasi pemandian air panas ini dapat segera direnovasi supaya tercipta lokasi wisata yang benar -benar memiliki potensi lagi pula pihak pengelola tidak memungut biaya apapun alias gratis jam tutup lokasi pemandian pukul 23 : 00 wib. Bila ada yang mengatakan lebih dari jam 23 : 00 wib baru tutup atau mengatakan ada restribusi dari pihak pengelola jelas itu berita Hoax alias bohong.

( R. Hutagaol )

Last modified on Friday, 27 September 2019 09:36
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo