Pembangunan Ruang Serba Guna SKM Perumnas Batu Anam Diduga Asal Jadi

By October 05, 2019 232

Simalungun. POLMAS POLDASU - Selain tidak sesuai prosedur, pembangunan yang disebut pengurus, Ruang Serba Guna SKM Perumnas Batu Anam ini dinilai asal jadi. Hal tersebut dapat terlihat dari bentuk fisik, bahkan masyarakat Muslim Perumnas Batu Anam banyak yang keberatan dengan bentuk jadi proyek bernilai ratusan juta tersebut.

Tidak sesuainya prosedur pembangunan ruang serba guna milik SKM Perumnas Batu Anam tersebut dikarenakan mulai dari awal pengerjaannyapun tidak melibatkan Panitia yang ada, seperti Surat Perintah Kerja (SPK) berapa harga kesepakatannya, maupun jenis besi yang digunakan.

Yang jadi permasalahan dan pertanyaan bagi masyarakat muslim Perumnas Batu Anam apakah pantas pembangunan yang hanya menggunakan besi petak kosong memakan biaya sampai ratusan juta.

Bangunan berukuran 9.5 m x 14 m dengan tinggi 1.5 dan jarak antara terali 15 cm menurut masyarakat tidaklah logika.

"ini harus diusut tuntas mas, masa bangunan 9.5 m x 14 m dan tinggi 1.5 m dan hanya menggunakan besi kotak kosong sebagai jerjak sampai ratusan juta,"ucap masyarakat yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Proyek bernilai Rp. 111.000.000 yang dikerjakan Tanpa ada Surat Perintah Kerja dari Panitia dimana pihak pemborong langsung mengerjakan proyek pembangunan hingga selesai tanpa ada kordinasi terlebih dahulu akhirnya membuat banyak polemik ditengah masyarakat.

Ketua Panitia EK (45) saat dikonfirmasi awak media terkait proyek tersebut mengatakan benar kesepakatan kerja proyek tersebut memang tidak ada.

"memang tidak ada kesepakatan kerjanya pak, saya juga tidak ada menandatangani kontrak kerja,"ujar EK

Pemborong proyek berinisial A. (48)  saat dikonfirmasi awak media, Jumat, 4/10/19 pukul 17.00  WIB ketika ditanya rincian bahan dengan gugup tidak dapat menunjukkan.

"kan sudah ada sama pak EK," dalihnya. Sementara Sekretaris Panitia BH (43) mengatakan kepada awak media bahkan tidak dilibatkan sama sekali dalam transaksi proyek yang menggunakan dana bantuan dari masyarakat Muslim Perumnas tersebut.

Bahkan mirisnya lagi BH menjadi korban pencemaran nama baik yang diduga dilakukan A yang mengarang cerita dimarahin BH didepan anak buahnya dan mencemarkan nama baik SKM (Serikat Kaum Muslimin) yang menaungi Proyek tersebut seolah olah nanti tidak terbayar.

"itu yang pertama bang, lalu melalui bendahara katanya saya mendatangi bengkelnya dan marah marah didepan anggotanya. Selanjutnya kita akan menghitung berapa banyak besi dan material yang digunakan, kita sudah kordinasi dengan LSM Pemuda LIRA,  jika nanti kita temukan ada indikasi kecurangan kita tidak segan-segan untuk melaporkannya ke Aparat Penegak Hukum," jelas BH.

Terpisah salah satu pengurus LSM Pemuda Lira, J. Suwanto, SH saat ditemui awak media mengaku sudah menerima pengaduan dari salah satu Panitia dan akan menindak lanjuti laporan ini,

"kita akan turun kelapangan, mengecek serta menghitung jumlah material dengan harga pada saat itu, pantas tidak  dengan anggaran sebesar itu, jika memang ada indikasi mark up serta melakukan kecurangan akan kita teruskan dan membuat laporan karena ada laporan dari masyarakat,"ungkap Suwanto.

Praktisi Hukum Adv. Panca Tanjung, SH saat dikonfirmasi awak media siap dan bersedia untuk mendampingi jika kasus ini sampai di meja hijau.

"kita siap, jika kasus ini sampai dipengadilan karena memang inilah kerja kami menampung semua pengaduan masyarakat,"ujar Tanjung.

(Tim/BH)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo