Huta Raja-Simalungun (PolmasPoldasu) - Di areal perladangan milik Moses Pakpahan tepatnya pada hari selasa tanggal (21/5). Sekira pukul 14.00 wib telah ditemukan 4 orang meninggal dan 3 oran terluka bakar akibat disambar petir.(22/5).

Informasi dari Pangulu Nagori  Hutaraja  RAMAHON BR DAMANIK (54) pada hari selasa tanggal (21/5).sekira pukul 14.00 wib kepada Kapolsek Purba AKP. P. SIMATUPANG. telah di temukan korban yang di duga akibat tersambar petir saat korban sedang berteduh di gubuk di perladangan dengan kondisi hujan.

Dan kemudian kapolsek menerima Laporan Tersebut, dengan segera Kapolsek bersama anggota langsung Cek Tempat Kejadian Perkara ( TKP ), bahwa benar ditemukan bahwa 3 orang Korban Selamat dan 4 ( Empat ) Orang Meninggal. Adapun identitas korban meninggal dan korban luka-luka sebagai berikut  :

3 korban selamat :
1.  Nama : LENNI SANDRIATI DAMANIK,
-. Jenis Kelamin :  Perempuan.
- Umur  : 47thn
- Pekerjaan : Tani
- Alamat : Dsn Parluasan, Nag. Huta Raja, Kec. Purba, Kab. Simalungun.

2. Nama.  : ROSLIANNA DAMANIK.
-. Jenis Kelamin : Perempuan
-. Umur.  : 59 Thn
-. Pekerjaan : Tani

3. Nama.   DERMI SIAGIAN
-. Jenis Kelamin : Perempuan
-. Umur.  : 40 Thn
-. Pekerjaan : Tani

Berikut juga identitas 4 korban meninggal dunia sebagai berikut :

1. Nama.   : HASUDUNGAN SIRAIT
-. Jenis Kelamin : Laki laki
-. Umur.  : 20 Thn
-. Pekerjaan : Ikut Orang Tua  ( Anak Kandung  HERBIN SIRAIT ).

2. Nama.  : HERBIN SIRAIT
-. Jenis Kelamin : Laki laki
-. Umur.  : 50 Thn
-. Pekerjaan : Tani

3. Nama.   : PRISMAN PURBA
-. Jenis Kelamin : Laki laki
-. Umur : 18 Thn
Pekerjaan : Ikut Orang Tua

4. Nama.    : RAMEIYANNA DAMANIK
-. Jenis Kelamin : Perempuan
-. Umur.  : 15 Thn
-. Pekerjaan. : Pelajar

Selanjutnya polisi dan warga melakukan Evakuasi, lalu korban dibawa ke Rumah Sakit Bethesda  dan Klinik  Permata   Saribudolok untuk di Visum namun atas permintaan dari Pihak keluarga korban, agar tidak dilakukan Autopsi dan langsung dibawa kerumah duka. Inginnya (AHS)

Simalungun - Sumut (Polmas Poldasu) - Aparat merupakan salah satu penegak hukum yang mengayomi masyarakat dimana sebenarnya harus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan prosedur dan undang-undang yang berlaku di Republik Indonesia.

Lain halnya dengan yang dilakukan seorang yang ngakunya aparat dalam sebuah rekaman video,tampak seorang berpakaian dengan atribut Kepolisian menggenggam pistol dan membentak seorang supir angkot jurusan Pematang Siantar - Perdagangan berinisial JP warga Nagori Bandar,kecamatan Bandar,provinsi Sumatra Utara.

Dari pengakuan JP beberapa waktu lalu, saat itu dia sedang mengemudikan angkot dari arah Pematang Siantar menuju Perdagangan. Saat melintas di sekitaran nagori Pematang Kerasaan,dia mendahului sebuah mobil jenis Daihatsu Xenia dengan nomor plat BK 1322 UK.

JP menduga karena terlalu mepet saat mendahului,sehingga pengemudi Xenia tersebut merasa tidak senang dan mengejarnya dan memaksanya berhenti. Setelah berhenti kemudian keluar seorang pria bertubuh tegap mengenakan pakaian beratribut kepolisian sambil menenteng pistol ditangannya.

Dari pengakuan JP,dia dibentak-bentak bahkan sempat ditampar oleh oknum yang mengaku sebagai aparat kepolisian tersebut disaksikan oleh penumpang yang dibawanya. Bahkan dari keterangan JP,penumpangnya sempat marah melihat kelakuan arogansi yang dipertontonkan oknum tersebut mengintimidasi.

"Mau mati kau..!! Mau mati kau..!! Gitu dibilangnya bang" Sebut JP menirukan ucapan oknum tersebut.

Sebagai orang kecil,JP merasa takut karena berhadapan dengan orang yang mengaku oknum aparat Kepolisian. JP juga tidak berdaya ketika yang bersangkutan merampas kunci kontak mobil angkot yang dikemudikannya sehingga sempat memacetkan jalan.

Hingga saat diwawancara JP mengakui,kunci kontak tersebut belum juga dikembalikan yang bersangkutan.(SS)

https://youtu.be/P9RF8iV7Q9M

Simalungun - Sumut (Polmas Poldasu) - Aparat merupakan salah satu penegak hukum yang mengayomi masyarakat dimana sebenarnya harus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan prosedur dan undang-undang yang berlaku di Republik Indonesia.

Lain halnya dengan yang dilakukan seorang yang ngakunya aparat dalam sebuah rekaman video,tampak seorang berpakaian dengan atribut Kepolisian menggenggam pistol dan membentak seorang supir angkot jurusan Pematang Siantar - Perdagangan berinisial JP warga Nagori Bandar,kecamatan Bandar,provinsi Sumatra Utara.

Dari pengakuan JP beberapa waktu lalu, saat itu dia sedang mengemudikan angkot dari arah Pematang Siantar menuju Perdagangan. Saat melintas di sekitaran nagori Pematang Kerasaan,dia mendahului sebuah mobil jenis Daihatsu Xenia dengan nomor plat BK 1322 UK.

JP menduga karena terlalu mepet saat mendahului,sehingga pengemudi Xenia tersebut merasa tidak senang dan mengejarnya dan memaksanya berhenti. Setelah berhenti kemudian keluar seorang pria bertubuh tegap mengenakan pakaian beratribut kepolisian sambil menenteng pistol ditangannya.

Dari pengakuan JP,dia dibentak-bentak bahkan sempat ditampar oleh oknum yang mengaku sebagai aparat kepolisian tersebut disaksikan oleh penumpang yang dibawanya. Bahkan dari keterangan JP,penumpangnya sempat marah melihat kelakuan arogansi yang dipertontonkan oknum tersebut mengintimidasi.

"Mau mati kau..!! Mau mati kau..!! Gitu dibilangnya bang" Sebut JP menirukan ucapan oknum tersebut.

Sebagai orang kecil,JP merasa takut karena berhadapan dengan orang yang mengaku oknum aparat Kepolisian. JP juga tidak berdaya ketika yang bersangkutan merampas kunci kontak mobil angkot yang dikemudikannya sehingga sempat memacetkan jalan.

Hingga saat diwawancara JP mengakui,kunci kontak tersebut belum juga dikembalikan yang bersangkutan.(SS)

https://youtu.be/P9RF8iV7Q9M

Pekan Baru -Riau (Pmas Poldasu) - Tepatnya pada hari Kamis tanggal 16 Mei 2019 sekitar pukul 18.55, telah terjadi bentrokan antara Pemuda Blok A RW 08 Kel. Meranti Pandak Kec. Rumbai Pesisir dengan Pemuda Bom Lama Kel. Limbungan Kec. Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru di depan Masjid Istiqomah Jl. Sembilang Kec. Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.

Dua orang Pemuda Bom Baru Kel. Limbungan mengalami luka pada bagian tangan akibat pukulan menggunakan balok dan diduga akibat dibacok oleh Pemuda Blok A (saat ini sudah dibawa ke rumah sakit Misbah Jl. Sembilang). 3 orang pemuda Blok A Kel. Meranti Pandak mengalami luka kepala dan tangan diduga terkena balok dan batu (saat ini sudah dibawa kerumah sakit Syafira Jl. Jend. Sudirman Pekanbaru).

Bentrok antar warga pecah sekitar pukul 18.45, salah satu pemuda Blok A RT/RW 01/08 Kel. Meranti Pandak a.n Hendra menggunakan SPM melintasi Jl. Sembilang menuju kerumahnya Blok A Jl. Siak IV baru.

Selnjutnya  Pada saat melintasi Jl. Sembilang tepatnya di depan Masjid Istiqomah Jl. Sembilang Kel. Meranti Pandak Kec. Rumbai, Sdr. Hendra (Pemuda Blok A) mengendarai SPM nya dengan mengebut. Pada saat ngebut, warga Pemuda Bom Lama Kel. Limbungan yang berada di depan Masjid Istiqomah meneriaki dan memaki Pemuda Blok A (Sdr. Hendra) yang mengendari SPM tersebut.

Dengan rasa kesal dan tidak terima diteriaki dan dimaki, pemuda Blok A yang mengendari SPM tersebut memanggil pemuda Blok A lainnya untuk menyerang pemuda Bom Lama.
Dan sekitar Pukul 18.55, lebih dari 30 orang Pemuda Blok A Kel. Meranti Pandak dengan membawa senjata tajam dan balok berkumpul untuk menyerang Pemuda Bom Lama Kel. Limbungan (yang meneriaki pengendara SPM pemuda Blok A)

Lalu sekitar Pukul 19.00, Pemuda Blok A Kel. Bati Pandak menyerang Pemuda Bom Lama Kel. Limbungan yang berada di depan Masjid Istiqomah Jl. Sembilang Kel. Meranti Pandak Kec. Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru yang mengakibatkan 1 orang Pemuda Bom Lama Kel. Limbungan terluka dibagian tangan yang diduga akibat kena balok oleh Pemuda Blok A Kel. Meranti Pandak (langsung dilarikan ke rumah sakit Misbah Jl. Sembilang)

Beberapa menit kemudian, pemuda Bom Baru Kel. Limbungan lainnya membantu rekannya sehingga Pemuda Blok A Kel. Meranti Pandak mundur namun salah satu SPM jenis NMX (Nopol ?) milik Pemuda Blok A Meranti Pandak tertinggal di depan Masjid Istiqomah dan dibakar oleh Pemuda Bom Lama Kel. Limbungan. h. Setelah SPM tersebut dibakar oleh Pemuda Bom Lama, sekitar 200 Pemuda Bom Lama menyerang sekitar 100 orang Pemuda Blok A ke arah Jl. Siak IV Baru dengan membawa senjata tajam, balok dan batu.

Tepat di tengah2 Jl. Siak IV Baru, kedua Pemuda tersebut saling menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan balok serta saling lempar melempar dengan menggunakan batu, akibat dari penyerangan tersebut 1 orang pemuda Bom Baru Kel. Limbungan terluka dibagian tangan di duga akibat bacokan oleh Pemuda Blok A Kel. Meranti Pandak sedangkan Pemuda Blok A Kel. Meranti Pandak terluka sebanyak 3 orang akibat terkena lemparan batu dan ke 3 pemuda tersebut sudah dilarikan kerumah sakit Syafira Jl. Jend. Sudirman Pekanbaru.

Sebagian warga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan koramil setempat dan berkisar Pukul 19.15, Polsek Rumbai dan anggota Koramil mendatangi kejadian tersebut namun belum dapat diredakan dikarenakan kedua belah pihak saling menyerang.

Selanjutnya Pukul 20.10, kedua belah pihak saling menarik rekan rekannya dikarenakan aparat Kepolisian dan Babinsa sudah rame di TKP.

Adapun saat ini pengamanan sudah dilakukan oleh pihak Polresta Pekanbaru, Brimob Polda Riau dan Babinsa Koramil 01/Rumbai untuk mewaspadai penyerangan lanjutan antara kedua belah pihak.

Guna mengantisipasi agar tidak afa pemuda keluar dari lokasi twraebut pengamanan yang dilakukan  Personel Brimob Polda Riau dibagi 2 yaitu 1 pleton di Blok A Kel. Meranti Pandak dan 1 Pleton Di Bom Baru Kel. Limbungan (Mhd.Aliaman. H.Sinaga).

Batam (POLMAS) - Seorang polisi Bripka Kristian Poltak Bosta Sitorus anggota Penyidik Polsek Batu Ampar, Polresta Barelang, Batam menembak kepalanya sendiri dengan senjata api (senpi), Rabu (13/2/2019).
 
Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri), Kombes Pol S. Erlangga, Kamis (14/2/2019).
 
Namun ternyata pistol yang digunakan bukanlah milik Kristian atau yang akrab dipanggil Poltak ini. Erlangga mengatakan Kristian mengakhiri hidupnya dengan menembakkan peluru ke kepala menggunakan senpi milik rekannya, Brigadir Asep Sufriana.
 
"Bersangkutan menembakkan dirinya dengan senjata api milik rekannya. Tentunya, kita tak ingin peristiwa ini terulang kembali," ujar Erlangga yang turut didampingi Irwasda Polda Kepri, Kombes Pol Purwolelono.
 
Menurut informasi yang diperoleh di TribunBatam, diduga Kristian menggunakan senjata api (senpi) jenis Revolver untuk menembak kepalanya sendiri, Rabu (13/2/2019) sekitar jam 13.10 WIB.
 
Ia awalnya sedang berada di ruang Unit Reskrim Polsek Batu Ampar bersama dengan rekannya Brigadir Asep Sufriatna. Tiba-tiba Kristian meminjam Senpi jenis Revolver milik Asep dengan alasan korban ingin mengurus pengajuan senpi dinas.
 
Tak ada rasa curiga menyelimuti pikiran Asep. Ia meminjamkan senpinya yang saat itu berisi amunisi atau peluru.
 
Tak berselang lama, Kristian langsung mengarahkan pistol itu ke kepalanya dan menembakkannya ke kepalanya sendiri. Melihat kejadian itu, Brigadir Asep langsung berteriak memanggil anggota Polsek Batu Ampar lain dan memberitahukan kejadian tersebut.
 
Namun mengenai motifnya, dikatakan kembali oleh Kombes Pol S. Erlangga, kepolisian masih melakukan penyelidikan.
 
"Kita belum bisa pastikan apa penyebabnya, kita masih dalami," sebut Erlangga.
 
Sementara itu, Erlangga juga menjelaskan bahwa Kristian tidak memiliki perizinan memegang senjata api.
 
Menurutnya, pengawasan Polda terhadap senjata api sangat ketat.
 
"Kita sampaikan, bahwa bersangkutan tidak memegang senjata api, itu milik rekannya. Dan selama ini bila mendapatkan izin memegang senjata api itu melalui tahap yang ketat," tegasnya.
 
Erlangga menjelaskan ada tahapan yang dilakukan anggota polisi untuk memiliki izin memegang senjata, satu di antaranya adalah tahapan psikologi.
 
"Jadi saya tegaskan, izin yang diberikan untuk memegang senjata api itu sendiri (dilakukan) secara selektif. Tidak bisa kita sembarangan pinjamkan senjata api milik kita sama orang lain," jelasnya.
 
Atas dasar itu, Asep sebagai pemilik pistol yang digunakan Kristian untuk bunuh diri pun kini harus memberikan keterangan."Sedang kita mintai keterangannya," ujar Erlangga.
 
Kristian Miliki Deretan Prestasi
 
Tanda tanya besar bagi rekan kerja di Polsek Batu Ampar dan Polresta Barelang atas kepergian tak terduga oleh Kristian. Hal ini lantaran Kristian dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak banyak tingkah.
 
Bahkan saat berdinas di Satresnarkoba Polresta Barelang, Kristian termasuk anggota yang miliki prestasi tinggi. Ia pernah diberikan penghargaan oleh Polda Kepri beberapa waktu lalu.
 
Kristian juga menjadi personel dari Tim Satnarkoba Polresta Barelang yang mengungkap kasus penyelundupan sabu Internasional. Pada tahun 2016, ia ikut dalam Control Delivery pengungkapan sabu sebanyak 25 kilogram di balik lukisan Bunda Maria.
 
Dalam penangkapan tersebut, dua bandar sabu diamankan di Jakarta. Satu di antaranya merupakan warga negara asing. Ia juga berpartisipasi mengungkap peredaran narkoba sebanyak 3 kg yang datang dari Malaysia.
 
Ketika itu, pelaku ditangkap diperairan Jembatan 1 Barelang. Dari informasi yang diperoleh Tribun Batam, Kristian sebelumnya bertugas di Mapolresta Barelang.
 
Kemudian pada Oktober 2018 lalu, ia menjabat sebagai penyidik di Mapolsek Batu Ampar. Rekannya mengenal Kristian ahli dalam bidang reserse.
 
“Karena sejak pangkat Briptu, sampai dengan Bripka ini, dia (Bripka Kristian) selalu di bidang reserse,” kata seorang sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.
 
Kristian yang menikah pada sekitar September 2014 silam kini dikaruniai seorang putri.
 
“Seingat saya, beliau sudah dikarunai seorang putri,” katanya.
 
Sejumlah rekannya juga tidak percaya atas kepergian Kristian yang tiba-tiba.(*)
Page 1 of 4
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo