Kisaran ( Polmas ) merasa terpanggil dan prihatin,  Sejumlah  Jurnalis Asahan mendatangi rumah Sumairah (58),penderita penyakit kanker usus  stadium 4 di Dusun 5 Desa Danau Sijabut Kecamatan Air Batu pada Rabu 21/08/2019 
 
Dalam kunjungannya ini,Jurnalis Asahan mengaku ingin melihat langsung kondisi dari ibu Sumairah.penderita kanker usus stadium 4 yang semakin hari semakin memprihatinkan 
 
Para Jurnalis Asahan tersebut mengaku, datang ke rumah bu Sumairah setelah sebelumnya para rekan-rekan yang tergabung didalam Jurnalis Asahan mendapat laporan dari sejumlah pihak terkait kondisi dari ibu Sumairah dari media sosial.
 
"Kedatangan kami kemari adalah sebagai bentuk prihatin terhadap kondisi dari bu Sumairah tersebut.Setelah melihat langsung, sungguh kasihan nasib bu Sumairah, "kata salah seorang wartawan,Ulil Amri kepada awak media 
 
Berdasarkan pantauan,para Jurnalis Asahan sempat berbincang-bincang dengan Sumairah dan didampingi keluarga nya memcerita kan awal menderita sakit pada tahun 2016 berbagai upaya keluarga membawa Bu Sumairah berobat , untuk mengurangi beban Bu Sumairah jurnalis Asahan   memberikan bantuan penali kasih.( Denny ) 
kisaran ( Polmas )  Belum mahir mengemudikan mobil, Miko Wijaya (44) warga Jl. KH. Ahmad Dahlan Gg. Al Huda tabrak 2 sepeda motor dan sebuah warung dijalan Rivai. Akibatnya 1 ibu rumah tangga luka dibagian kepala, Senin (19/8) sekira pukul 10.25 Wib.
 
Kejadian bermula saat Miko terlihat mengeluarkan minibus miliknya, Honda Mobilio BK 1070 DA warna Putih, dari garasi, mengarah ke Jalan Rivai.
 
Diduga masih belajar nyetir, mobil yang baru dibelinya sebulan lalu hilang kendali, bersamaan dari sebelah kanan datang Sepeda motor Vario BK 5459 VBC dikendarai Hj. Elijar Hasibuan warga Jl. Puring No. 12 tertabrak. Selanjutnya mobil tersebut menabrak sepeda motor Xeon BK 6570 VAW yang terparkir didepan Toko Simalungun di Jl. Rivai.
 
Kemudian mobil tersebut manabrak Pot bunga serta pagar rumah dan steling jualan Mie milik Gampang (begitu biasa dipanggil,red) yang mengkibatkan kerusakan kendaraan dan barang.
 
Dalam kejadian naas tersebut, 1 orang mengalami luka pada bagian kepala dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Setio Husodo Kisaran guna mendapat perawatan serta kerugian materil jutaan rupiah.
 
Kasat Lantas Polres Asahan, AKP Rusbeny ketika dikonfirmasi melalui Kanit Laka, Ipda Aldo Fahrezi Raja Muda Lubis, STrK membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kecelakaan tersebut.
 
"Iya, masih belajar (mengemudi) mungkin. Tadi juga kita tanyai, mengaku belum ada SIM. Korban luka sudah dibawa ke rumah sakit. (Miko) Itu diperiksa penyidik kita. Soal pasal yang akan kita sangkakan pada pelaku, nanti liat hasil pemeriksaan dulu, pelaku masih kita periksa intensif," ujar Aldo.
 
"Memang belum pande kali aku memang. Biasanya menantuku yang bawa. Tapi menantuku lagi keluar, makanya aku yang ngeluarkan dari depan. Kupikir aku mijak (pedal) klos, gak taunya gas. Iya, belum ada SIM," aku Miko ditanyai wartawan di sela-sela pemeriksaan penyidik Unit Laka Satlantas Polres Asahan. ( Denny ) 
 
 
 
Area lampira

Simalungun, (Polmas Poldasu) - Warga Nagori Tangga Batu Kecamatan Hatonduhan terancam menjadi korban dengan kondisi jembatan penghubung antar dusun di Nagori Tangga Batu, kecamatan hatonduhan yang sudah sangat memprihatinkan bahkan nyaris runtuh, sehingga membuat resah warga yang melintasi jembatan tersebut.

Menurut penuturan warga sekitar, bangunan jembatan ini sudah berusia puluhan tahun dan belum pernah diadakan perbaikan.

Hal itu di benarkan oleh seorang kakek yang kini berusia 80 tahun, seorang kakek bernama Ayup warga dusun 1 nagori tangga batu salah satu sesepuh di dusun tersebut

Dari keterangan kakek Ayub," jembatan itu di bangun sejak jaman kolonial Belanda, dulunya untuk mengangkut hasil dari perkebunan teh yang kini sudah menjadi milik BUMN PTPN IV unit Balimbingan, kata kakek ayub

Pantas saja jembatan itu kini sudah rapuh termakan usia, sayangnya pihak pemerintah kabupaten tak begitu memperhatikan kondisinya saat ini

Saat di konfirmasi Awak Media Panggulu Tangga Batu Irawanto menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali mengirimkan  proposal ke Pemkab Simalungun dan PTPN IV unit Balimbingan, namun hingga berita ini di turunkan belum ada kejelasan dari pihak terkait

Menurut keterangan camat Hatonduhan Maryaman Samosir SH," bahwa jalan itu adalah jalan Kabupaten maka sudah semestinya Pemkab yang berperan untuk merenovasi jembatan penghubung itu, kata camat

Jembatan yang menjadi penghubung antar dusun ini merupakan akses penting bagi masyarakat, terutama masyarakat dusun VII jawa dolok, Dusun VIII Kampung Gereja, Dusun IX Seribulaksa dan masyarakat kampung galugur

Bahkan Perkebunan PTPN IV unit Balimbingan  setiap hari juga melintasi jembatan ini untuk mengeluarkan hasil panen sawitnya.

Tentu saja warga meminta keterlibatan PTPN IV Balimbingan untuk ikut bertanggung jawab membenahi jembatan ini

Pasalnya mobil-mobil angkutan PTPN IV bermuatan sawit dengan tonase 9 hingga 10 ton perhari ikut mempengaruhi rusaknya jembatan ini

Di tambah lagi usia jembatan yang sudah sangat tua, tentu kegelisahan masyarakat cukup beralasan 

Saat Awak Media berhasil menemui Asisten perkebunan PTPN IV bermarga Simamora untuk menjelaskan persoalan ini,

Simamora menuturkan," bahwa pihaknya akan menyampaikan apa yang menjadi keluhan melalui rapat dengan Manejer, dan ini sudah kami sampaikan ke humas," tuturnya

"untuk rehab total mungkin bukan wewenang kami, sambungnya, perkebunan hanya akan memberikan perbaikan biasa, contohnya menyediakan kayu untuk mengganti yang sudah busuk, begitupun akan kami musyawarahkan dengan pihak desa langkah apa yang bisa kami upayakan,"ucapnya

Harapan warga kiranya pihak - pihak terkait dari pemerintahan mulai dari pangulu, Camat, serta Pihak dari Perkebunan PTPN IV Unit Balimbingan untuk memperhatikan dan menyelesaikab permasalahan yang diresahkan masyarakat khususnya bagi masyarakat setiap harinya melintasi jembatan ini agar tidak ada yang menjadi korban kedepannya.

(Bambang)

Huta Bayu  Raja (Tb. Polmas Poldasu) - Puluhan orang warga Huta Bayu Raja Kecamatan Huta Bayu Kabupaten Simalungun mengahadang 3 unit truck yang berisikan Tandan Buah Segar (tbs) dengan kapasitas muatan melebihi tonase yang sedang melintas di depan pekan Huta Bayu Raja. Kec. Huta Bayu. Kab. Simalungun. Pada hari Kamis tanggal (15/8/19) sekira pukul 15,00 wib.
 
Akibat terlalu banyaknya jalan yang berlubang dan rusak parah di sekitaran lintas Tanah Jawa. Huta Bayu Raja  dan  menuju Perdaganva. Yang di sebabkan banyaknya truck bermuatan melebihi tonase yang melintas membuat warga sekitar sangat kesal dan marah.
 
Golang Harianja bersama puluhan warga menghentikan 3 unit truck yang bermuatan tandan buah segar (tbs) yang melintas tepat di depan pekan Huta Bayu Raja.  Aksi ini dilakukan oleh mereka karena para pengusaha pemilik truck tersebut tidak memperdulikan kerusakan Jalan yang ditimbulkannya. 
 
 Lebih lanjut Golang Harianja Mengatakan " Mari kita pikir dulu ,jalan baru siap di bangun oleh pemerintah yang panjangnya sekitar -+ 18 kilo meter sudah memakan banyak biaya, dan yang kutahu jalan ini kelasnya masih 3 c jadi tidak layak untuk dilalui oleh pengangkutan yang melebihi tonase. sementara jalan ini hanya mampu dengan kapasitas 9 ton, sementara TRUCK melintas bermuatan 38 sampai 40 ton  ujarya.
 
 Golang menambahkan " Jadi wajar kami keberatan dan menghadang mobil TRUCK yang  membawa muatan melebihi kapasitas karena jalan yang  baru selesai dibangun akan cepat hancur. Sedangkan jalan dari simpang rihnigolpun sampai ke boluk masih tetap di penuhi oleh kubangan dan tidak pernah ada perhatian dari pengusaha  sawit dan Pabrik Kelapa Sawit yang berada di Raja Maligas. 
 
" untuk itu kami para warga meminta dinas perhubungan kabupaten Simalungun segera menertibkan mobil TRUCK pengangkut barang, khusunya TRUCK pengangkut TBS yang oper tonase segera dilarang melintas karena menurut kami bisa berakibat fatal nantinya.tambah Golang Harianja.
 
Saat di konfirmasi awak media Kadis perhubungan mengatakan " kadis yang lama sudah pernah menyurati para pengusaha sekitar 3 bulan yang lalu. Namun belum juga di indahkan.  Walaupun demikian untuk hal ini nanti kita akan bekerja sama dengan APH Polres Simalungun, untuk merajia mobil oper tonase ,jawab kadis. 
(AHS
Medan (Tb. Polmas Poldasu) - Yogi Nurul Pratama Dijanjikan menjadi pegawai lapas oleh Muhammad Fitrah Zulsadi setelah adanya pembayaran uang sebesar Rp.80.000.000,- ( delapan puluh juta rupiah).
 
Namun setelah seluruh uang diberikan oleh Yogi Nurul Pratama kepada Muhammad Fitrah Zulsadi pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung datang. (12/08/19)
 
Berita ini dilansir oleh awak media setelah adanya konfirmasi terhadap korban bernama Yogi Nurul Pratama dengan awal cerita pada bulan Oktober 2018,  Jefry menawarkan kepada Yogi mengenai pekerjaan sebagai penjaga lapas atau disebut sipir dengan biaya uang masuk sebesar Rp 80.000.000,- .
 
Selanjutnya Jefry menemani Yogi berjumpa dengan Fitra di rumah Fitra jalan garu 2. Medan tanggal12  November 2018, Disana Yogi menyerahkan uang kepada Fitra sebesar Rp 60.000.000,-  penyerahan uang tersebut disaksikan/ diketahui oleh Jefry dengan menggunakan kwitansi dan materai Rp 6.000.
 
Pada bulan November 2018, Yogi dengan di temani oleh Ayu menyerahkan sisa uang Rp 20.000.000,-, yang mana sebelumnya sudah di perintahkan oleh Fitra untuk di serahkan kepada anak laki-lakinya.
 
Sebelum uang diberikan berikut beberapa hal yang disampaikan Fitra kepada Yogi sbb : 
-Sisa uang masuk (Rp 20.000.000) dibayarkan apabila Yogi  sudah menerima SK sebagai sipir.
-Yogi akan bekerja selambat lambatnya awal desember 2018, januari 2019, februari 2019.
-Januari 2019, Fitra sudah menanyakan perihal seragam ogik (Ukuran Baju, Celana dan Sepatu).
-Fitra akan memberikan surat penjamin bahwasanya Yogi pasti masuk.
-Apabila Yogi membatalkan pekerjaan ini, secara lisan Fitra berjanji akan mengembalikan nya secara keseluruhan (Rp 80.000.000).
              
Setelah uang diberikan, berikut beberapa hal kebohongan dan pembodohan yang dilakukan Muhammad Fitrah Zulsadi kepada  Yogi Nurul Pratama sbb ;  
 
-Sisa uang masuk yang harusnya di lunasi ketika ogik sudah menerima SK, ternyata fitra meminta nya pada November 2018 dengan alasan Bapak Tirinya yang mengurus perihal pekerjaan ini akan berangkat segera untuk mengurus berkas Yogi ke pusat.
-sampai dengan akhir februari 2019 Yogi tidak juga menerima kejelasan mengenai kapan bekerja.
-sampai dengan akhir februari 2019 Yogi tidak menerima surat penjamin yang di janjikan fitra
-25 Maret Yogi, Ayu, Ayah Ayu mendatangi rumah fitra jln.Garu 2 untuk membatalkan pekerjaan dan meminta semua uang masuk untuk dikembalikan pada jatuh tempo akhir april 2019.
 
Surat perjanjian dibuat di atas kertas bertuliskan tangan dan materai 6.000 yang ditanda tangani oleh Fitra, Yogi dan beberapa saksi lainnya (Ayah dan abang ayu, adik fitra bernama fadlan).
Fitra berjanji akan memberi kabar mengenai hal ini selambat lambatnya akhir april 2019.
 
Lebih lanjut Korban Yogi Nurul Pratama menuturkan pembatalan dan pengembalian uang sebegai berikut  :
 
-ternyata sampai akhir april 2019, fitra tidak ada memberi kabar kepada yogi mengenai kelanjutan pengembalian seluruh uang masuk
-Fitra mengabari bu wanti (orang tua jefry), mengenai pengembalian uang masuk pekerjaan ini
-Bu wanti menelpon bu Tresnawati (Orang tua Yogi) tentang apa yang disampaikan fitra kepada bu wanti dengan isi informasi  dengan dari Fitra uang akan kembali jika sudah ada pengganti yogi”.
-Yogi dan Ayu Kerumah fitra jalan garu 2, namun rumah fitra sudah keadaan di tinggalkan atau tidak ada penghuni, info dari tetangga sebelah rumahnya bahwasanya fitra sudah pindah sekitar seminggu yang lalu.namun tetangga nya tidak mengetahui pasti tentang keberadaan fitra sekarang
-Yogi dan Ayu kembali datang ke daerah jalan garu 2 untuk mencoba kembali mencari informasi mengenai keberadaan fitra sekarang.Yogi dan Ayu menerima informasi dari tetangga depan gang rumah fitra.infomasi yang didapat adalah “Fitra tinggal antar setia budi, tanjung morawa dan Pinang Baris Sunggal. Namun mereka tidak tau pasti keberadaanya”.
-Lalu Yogi dan Ayu bergerak ke tanjung morawa untuk mencari informasi keberadaan fitra melalui Pak Jali (Pakcik Fitra).Sampai di rumah pak jali, Yogi dan Ayu menyamar sebagai bayu dan putri dengan alasan ingin memakai kibot fitra.
 
Dan disana yogi dan ayu mendapat beberapa info tentang fitra, bahwasanya :
-Fitra tinggal di rumah mamak kandungnya di jalan pinang baris kearah sunggal
-Makcik fitra menelpon fitra pada saat itu juga untuk berbicara dengan bayu (Ogik yang menyamar),  saat itu Yogi mengambil hp makcik fitra dan membawanya keluar ruangan itu.
Adapun.percakapan Yogi dan Fitra melalui hp makcik fitra adalah " fitra” apa kurang jelas informasi yang aku kasih sama bu wanty? “yogi”kenapa abang gak menghubungi yogi, sekarang yogi mau kita ketemu.abang dimana sekarang? “fitra” yang mengenalkan kitakan keluarga bu wanty, jadi aku informasikan aja ke bu wanty, selesaikan? Yaudah ya saya  lagi sibuk. Lalu fitrah mematikan telpon selularnya. 
 
Dengan berat hati dan penuh rasa kecewa Yogi Nurul Pratama Pulang kerumah.
 
Dan tepat pada tanggal 26 Mei 2019. Yogi Nurul Pratama mendatangi Polrestabes Medan untuk melaporkan kejadian penipuan dengan Modus DapatMasuk bekerja menjadi Sipir. Laporan diterima pihak Kepolisian Polrestabes Medan Nomor : STTLP/1136/K/V/YAN ; 2,5/2019/SPKT/RESTABES MEDAN. tanggal 26 Mei 2019.
 
Setelah pelaporan Yogi Nurul Pratama menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat/rakyat yang berada di Republik Indonesia agar lebih berhati-hati apabila ada penawaran pekerjaan dengan membayar uang duluan harus segera  di  cek kebenarannya agar tidak tertipu.
 
Lebih lanjut Yogi Menambahkan " apabila masyarakat menemukan orang yang bernama Muhammad Fitrah Zulsadli seperti gambar yang tertera diatas di mintakan segera hubungi Kepolisian setempat. Polrestabes Medan dan No Hp saya (+62 852-7078-8893) agar kiranya tidak ada korban lagi. tambahnya.
Page 1 of 8
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo