TINGGAL DI GUBUK REOK ,JANDA TUA DAN CUCUNYA BUTUH PERHATIAN PEMERINTAH.

By November 16, 2019 35
Simalungun (Polmas Poldasu) - Sungguh sangat memilukan penderitaan yang dialami oleh seorang nenek tua yang tinggal di Nagori silakkidir tepatnya Huta 1  rihninggol kecamatan Huta Bayu raja,kabupaten Simalungun.
 
Kamis 13/11/2019 sekira PKL 9wib tiaman Sitorus umur 68 THN pekerjaan petani warga Nagori silakkidir kecamatan Huta Bayu raja sudah 30 tahun ditinggal mati oleh suaminya bermarga Sijabat.
 
Pada reporter media ini ,tiaman Sitorus menceritakan kisah sedih yang sangat memilukan sejak ditinggal mati oleh suaminya bahkan dirinya meminta pemerintah pusat atau pun Pemkab Simalungun untuk memberi perhatian kepada dirinya karena saat ini hidupnya sangat menderita.
 
Adapun permintaan janda tua umur 68 THN , berupa bantuan bantuan melalui program pemerintah pusat seperti kartu kis,kks, dan bedah rumah.
 
Atas nama tiaman Sitorus, saya memohon  pada pemerintah supaya kiranya membuka hati untuk kami yang sangat miskin ini, karena saya sendiri seorang janda tua  sangat bingung dengan pemerintah ini, itu bisa dilihat ,saya dan cucu saya yang di tinggal pergi  oleh ibunya,terpaksa tinggal di sebuah gubuk yang reot,sementara cucu saya ini sudah sekolah di salah satu SMP negri dihuta Bayu raja .
 
Ditambahkanya ,bantuan yang dulu pernah saya terima dari pemerintah seperti beras raskin,sekarang sudah tidak pernah dapat.sementara saya mempunyai tanggungan 1  cucu yang masih sekolah.sementara saya tidak mempunyai lahan sawah ataupun ladang untuk di kelolah, jadi untuk bertahan hidup dengan sisa tenaga seorang janda tua terpaksa mencari nafkah dengan tertatih tatih kata  nenek ini dengan raut wajah yang menyedihkan.
 
Dengan warga  yang sama Lambok  Ambarita umur 33 tahun pekerjaan bertani juga berharap supaya pemerintah Sudi kiranya untuk berbuka hati,kepada keluarganya karena rumah hunianya dapat di bantu ,melalui  program pemerintah yaitu bedah rumah.
 
Ia Lae,coba lihatlah situasi rumahku ini sudah tidak layak huni lagi,sementara aku dan istri dan juga dua anak kami terpaksa harus tinggal di rumah yang sudah bocor bocor ini .sementara kami tidak mempunyai sawah dan ladang ,sementara bantuan dari pemerintah pusat juga saya tidak pernah dapat.
 
Masih menurutnya.memang sekira 4 hari yang lalu ,gamot kami sudah datang meminta kartu keluarga kami supaya kami bisa dapat bedah rumah program pemerintah,tapi menurut aku itu tidak cocok ,karena dana yang diberikan oleh perintah sebanyak tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah dan untuk kekurangannya kita yang harus menanggungnya, jadi saya sangat bingung atas program ini. 
 
Jangankan untuk menanggung kekurangan dananya untuk menafkahi anak istri saya juga,saya dan istri sudah menjual tuak 5 teko sampai 6 teko dalam satu malam sementara bantuan program pemerintah yang sekarang saya tidak pernah menerima.ujarnya dengan nada kecewa
 
(T.Soaloon Sianturi)
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo