Masyarakat Meminta Kepada Bupati Batu Bara untuk membatalkan PilKades Desa Suko Rejo.

By November 21, 2019 42
Lima Puluh (Polmas Poldasu) - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak se Kabupaten Batu Bara 14 November 2019 merupakan Pesta Demokrasi tingkat Desa.
 
Harapan masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa hendaknya dilaksanakan sebersih mungkin. Namun Berbeda dengan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Suko Rejo yang dinilai masyarakat sarat dengan bentuk kecurangan yang di lakukan oleh pihak Panitia penyelenggara.
 
Terjadinya bentuk kecurangan sangat jelas terlihat di Desa Suko Rejo Kecamatan.Sei Balai Kabupaten Batu Bara Antara lain : 
 
Warga yang tidak pulang merantau pada saat PilKades ada tercatat dalam daftar hadir pencoblosan diantaranya : Firman - Suhardi dan Misno, masing - masing warga dusun III / IV Desa Suko Rejo Bila di koreksi tentunya ketiga warga tersebut tidak dapat memberikan hak pilihnya namun ada tercatat dlm daftar hadir pencoblosan. Hal tersebut tidak dapat di benarkan walau ketiga warga yang merantau tersebut memberikan hak pilihnya diwakili malaikat atau mahluk halus yang ada di Desa tersebut.
 
Tidak sedikit masyarakat mencibir kecurangan yang terjadi karena kekuasaan Panitia panyeleggara Hardi Gunawan, warga dusun IV Desa Suko Rejo. Kecamatan Sei Balai. Kabupaten Batu Bara yang jelas berpihak kepada salah satu kandidat Kepala Desa yang dijagokannya, yakni Kepala Desa Incumbend yang hanya unggul tiga suara.
 
Yang lebih ironisnya, saat kotak suara di buka dan di tuang serta langsung di bacakan tanpa di perlihatkan kepada saksi - saksi PilKades. Pada saat itu para saksi tercengang dan bingung apakah peraturan Pilkades sudah di ubah menjadi kekuasaan penuh panitia penyelenggara ? sehingga bisa berbuat seenak perutnya sendiri dengan tujuan untuk memenangkan salah satu Kandidat yang di dijagokannya. Dimana sebenarnya letak keterbukaan serta kejujuran pihak panitia ? sesungguhnya pinitia tidak dibenarkan untuk melakukan pemihakan kepada kandidat calon Kepala Desa. 
 
Alasan masyarakat meminta kepada Bupati Batu Bara untuk membatalkan Pilkades di Desa Suko Rejo karena memiliki alasan kuat ada bentuk kecurangan di dalam nya, hal tersebut di ketahui oleh para saksi PilKades.
 
Bagaimana masyarakat bisa terima melihat perlakuan Panitia penyelenggara saat melakukan penghitungan kertas suara. Saat itu para saksi Abdilah Hadi Aritonang - Sukardi - M.Juliadi.Hsb - Suwardi dan Kusman, masing-masing dari dusun IV - I - V - V dan V Desa Suko Rejo Kecamatan. Sei Balai Kabupaten.Batu Bara  melihat ke anehan yang terjadi bahwasanya kertas suara di coblos menggunakan jarum peniti, sementara di kotak pencoblosan sudah ada di persiapkan alat yang syah untuk mencoblos. Diketahui juga oleh para saksi atas dasar itulah panitia menyembunyikan dan tidak berani memperlihatkan kertas suara kepada saksi dan masyarakat.
 
Seketika masyarakat melakukan protes dan diketahui oleh salah satu Dinas di Kabupaten Batu Bara yang memiliki kewenangan dalam penanganan PilKades. Masyarakat hanya menunggu kebijakan dari Dinas tersebut atau keputusan dari Bupati Kabupaten Batu Bara. Bila tindakan kecurangan tersebut tidak ditindak lanjuti sesuai dengan harapan masyarakat, hendaknya pihak pemerintah Kabupaten dan pihak Pemerintah Desa jangan pernah menyalahkan masyarakat bila nantinya Masyarakat  melakukan pembangkangan terhadap peraturan Desa yang di pimpin oleh Kepala Desa yang menang diatas kecurangan. (Tandas Mayarakat tegas)
 
(R. Hutagaol)
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo