WALHI Sumut : Perlu Ratusan Tahun Mengembalikan Kualitas Air Danau Toba

By March 23, 2019 10
Medan (POLMAS) - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara menyampaikan, butuh waktu 60-80 tahun untuk dapat mengembalikan kualitas air Danau Toba seperti semula.
 
Saat ini diketahui kualitas air danau terbesar di Indonesia itu mulai tercemar diakibatkan adanya Keramba Jaring Apung (KJA). Menurut Ketua WALHI Sumut, Dana Tarigan mengatakan, saat ini kondisi Danau Toba sudah sangat tercemar dengan banyaknya KJA di perairan tersebut.
 
Ia juga mengatakan butuh waktu yang sangat lama untuk dapat mengembalikan kualitas air danau itu.
 
"Butuh waktu 60-80 tahun untuk membuat kualitas air kembali, jika masih banyak beroperasi KJA di sana, butuh ratusan tahun untuk bisa mengembalikannya," katanya, Jumat (22/3/2019) petang.
 
Ia juga mengatakan, apabila masih banyak KJA di perairan Danau Toba itu, akan semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan kualitas airnya.
 
Menurutnya, dengan adanya KJA itu kerusakan lingkungan dapat dilihat, dari pemberian pakan kepada ikan-ikan yang ditampung dalam wadah itu.
 
Mungkin, kata Dana, sebagian tempat masih ada yang baik kualitas airnya.
 
"Kualitas air cukup buruk, salah satu akibatnya adalah KJA ini, paling utama perusakan air itu dari pemberian pakan yang diberikan," ujarnya, namun sangat disayangkan dirinya tidak memegang data-data di mana titik-titik kerusakan di danau itu.
 
"Kalau data tidak punya kita," ujarnya.
 
Kualitas air Danau Toba yang semakin hari kian menurun, kata dia, salah satu faktornya adalah, jika masih ada izin pemakaian kawasan perairan untuk usaha, tidak menutup kemungkinan kerusakan akan semakin parah.
 
"Dalam memeperingati hari air sedunia yang sebenar pemberian izin kepada perusahaan atau masyarakat itu sudah tepat. Sebagian besar air masih dikonsumsi, cukup menyediakan izin terus dikeluarkan," ujarnya.
 
Perusahaan atau pun masyarakat yang mengelola perairan Danau Toba untuk usaha sangat tidak baik, setelah dikeluarkannya teguran juga masih bertahan. Seperti PT Aquafram Nusantara yang ketahuan membuang bangkai ikannya ke dasar perairan Danau Toba, seharunya menjadi efek jera untuk tidak memperbanyak KJA.
 
"Terus-menerus adanya masalah tidak pernah ada efek jera terhadap ini, kek kemarin pembuangan bangkai ikan oleh PT Aquafram Nusantara hanya diberikan teguran administrasi," kata dia. (Rel)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved