Manajemen RSUD Sidikalang Belum Jenguk Keluarga Bayi Amelia

By March 27, 2019 7
Sidikalang (POLMAS) - Kepergian Amelia Putri Karolina br Pinem, bayi berusia delapan bulan yang meninggal dunia usai dirawat di RSUD Sidikalang baru-baru ini, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Terutama Bobby Pinem dan Endang Nababan, ayah dan ibu kandung Amelia.
 
Keluarga, melalui paman Amelia bernama Ricardo Nababan, menuding ketidakbecusan rumah sakit dalam menangani menjadi penyebab bayi Amelia meninggal dunia.
 
Hingga berita ini dikirim, manajemen RSUD Sidikalang masih belum menjumpai keluarga Amelia.
 
"Kita sudah coba kirim utusan kita kemarin untuk memantau rumah keluarga Amelia, sebelum bergerak bersama-sama menyampaikan ucapan turut berbela sungkawa. Namun, keluarga ternyata masih berada di Tigalingga pada hari itu," ucap Direktur RSUD Sidikalang dr Henry Manik MKes, Selasa (26/3/2019).
 
Dikatakan Henry, pihaknya memang sudah merencanakan datang secara bersama-sama, termasuk para staf dokter dan perawat yang bekerja pada malam Amelia ditangani di RSUD Sidikalang.
 
Henry menjelaskan kronologi kematian bayi Amelia di RSUD Sidikalang, berdasarkan hasil interogasi para staf yang bertugas pada malam Amelia dirawat, Jumat (22/3/2019).
 
Amelia didampingi ibu dan keluarga tiba di rumah sakit sekitar pukul 15.15 WIB. Saat pendaftaran, keluarga memberitahu keluahan sakit 
 
Amelia, yaitu sudah lima hari mencret dengan durasi lebih dari 10 kali per harinya.
 
Selain itu, Amelia juga demam. Amelia sebelumnya sudah berobat ke tempat praktik dokter umum dan bidan.
 
Saat masuk ke IGD dan diperiksa, petugas medis mendapati suhu tubuh Amelia berada pada 39° Celcius. Kemudian, dehidrasi dan sesak nafas.
 
Selanjutnya, dokter IGD melakukan observasi, kemudian memberi terapi dan oksigen.
 
Pukul 19.00 WIB, bayi Amelia dikirim ke ruang rawat dengan oksigen terpasang. Tak lama, dokter spesialis anak datang memeriksa.
 
Pukul 20.00 WIB, dokter spesialis anak selesai memeriksa Amelia. Pada saat itu, dokter spesialis menyarankan keluarga agar perawatan bayi Amelia diujuk ke rumah sakit lain.
 
Atas saran itu, keluarga Amelia berunding. Pukul 21.00 WIB, perawat bertanya kembali kepada keluarga soal rujuk tersebut, tetapi keluarga masih belum memutuskan. Sementara, kondisi Amelia memburuk.
 
Pukul 21.30 WIB, keluarga bersedia dirujuk, kemudian cepat-cepat menyelesaikan administrasi rumah sakit.
 
Lantaran ambulans rumah sakit sedang dipakai untuk merujuk pasien-pasien lain, manajemen RSUD Sidikalang menghubungi UPT Puskesmas Batangberuh untuk mengerahkan ambulansnya.
 
Tak berapa lama, ambulans Puskesmas Batangberuh datang. Perawat selanjutnya menghubungi beberapa rumah sakit rujukan untuk konfirmasi. Alhasil, hanya RSU Bina Kasih Medan yang bersedia menerima Amelia.
 
Pukul 22.00 WIB, ambulans Puskesmas Batangberuh datang ke RSUD Sidikalang. Amelia pun dipersiapkan untuk berangkat.
 
Pukul 22.30 WIB, perawat membawa Amelia ke dalam ambulans. Setiba di ambulans, bayi Amelia tiba-tiba mengalami henti nafas, sehingga langsung dibawa kembali dibawa ke ruang rawat.
 
Di dalam ruang rawat, dilakukan pertolongan oleh dokter jaga. Namun, tidak ada respon dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.45 WIB
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved