Dengan Sengaja Toko Jaya Baru Sudah Mengambil Hak Pejalan Kaki

By April 01, 2019 11

Perdagangan Simalungun (Polmas) - Selama Puluhan tahun merasa kebal dan dekat dengan para elit Aparat Penegak Hukum(APH) serta Bupati, Toko Prabot bermerek Jaya Baru merampas hak pejalan kaki, dengan cara sengaja menumpukan barang dagangannya diatas terotoar hingga ke atas ruas jalan umum. 

Toko ini tepat terletak di pusat kota perdagangan, jalan Sisingamangaraja Kelurahan Perdagangan I Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun. dampak dari penumpukan barang tersebut tidak jarang para pejalan kaki pengguna trotoar harus melintas di badan jalan aspal yang penuh resiko, namun hal ini tidak dihiraukan pemilik toko. 

Hasil pantauan tabloidpolmaspoldasu Pada hari Jumat (29/3/2019)pemilik toko menumpuk barang dagangannya diatas badan trotoar, hingga menjulur ke badan jalan dengan sembarangan, tak luput juga dari  beberapa pekerja toko terlihat dengan sengaja membuang sampah sembarangan ke jalan dan saluran drainase.

Penuturan salah satu pejalan kaki yang tidak ingin disebutkan namanya, saat ditemui di ruas jalan Sisingamangaraja, mengungkapkan sangat  kecewa dengan kinerja pemerintah setempat. penataan inti kota sangat semrawut dan terlihat kumuh serta terkesan tak diurus, tidak adanya penataan dengan baik & berbagai jenis tumpukan barang dagangan seperti perabot rumah tangga, spring bed, lemari, kursi dan barang elektronik, bahkan sepeda motor baru pun dipajang pengusaha di atas badan terotoar jalan. 

“Badan jalan sempit, kendaraan parkir sembarangan, sampah yang berserakan mengakibatkan aroma bau busuk dan tersumbatnya saluran air sepanjang jalan ini dan arus lalu lintas yang beraturan sehingga mengkhawatirkan bagi para pengguna jalan.Ucapnya  kesal.

Ditambahkan, apabila hal ini terus dibiarkan tanpa adanya penertiban, lambat laun pasti ada korban luka-luka, bisa juga sampai tewas, karna hal yang tak diinginkan itu bisa kapan saja dan berharap Anggota DPRD Kabupaten Simalungun khususnya yang berdomisili disekitar kota Perdagangan mendesak pihak Satpol PP Kabupaten Simalungun agar segera bertindak melakukan penertiban. 

"Percuma ada enam orang anggota DPRD Kabupaten Simalungun ini yang berdomisili di Kota Perdagangan, tak ada satupun yang peduli atas keluhan masyarakat khususnya pengguna jalan”, beber sahat marpaung kesal. 

Saat ditemui kakan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Simalungun Roni Butar-butar, Jumat(29/03/2019) pukul 14.10 wib, dalam konfirmasinya mengaku belum ada menerima secara resmi surat permintaan dari Muspika Bandar kepada pihaknya untuk melakukan penertiban atas keluhan warga terkait pengusaha yang meletakkan barang dagangan di ruas jalan Sisingamangaraja, kota Perdagangan, kecamatan Bandar,kab.simalungun.

“Belum ada kami menerima surat resmi atas permintaan penertiban di sana dan kalau bisa diarahkan saja kepada pihak kecamatan untuk membuat surat laporan resmi ditujukan kepada Sekda dan kepada kami agar segera ditindaklanjuti ya,” Jelasnya.(SS).

 
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved