Terkait Perusakan Rumah Yuda Husnah, Dansat Brimob Minta Maaf

By April 12, 2019 21
Kendari (POLMAS) - Puluhan anggota kepolisian dari Satuan Brimobda Sultra diduga merusak rumah seorang  warga di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Minggu (7/4/2019) sekitar pukul 01.30 Wita.
 
Akibat aksi itu, rumah milik Yuda Husnah (68) mengalami kerusakan di beberapa tempat, diantaranya kaca jendela hancur, pintu rumah rusak dan kamar serta dapur diobrak abrik.
 
Di setiap sudut rumah dan kamar ditemukan kerusakan, beberapa perabot rumah tangga berhamburan dalam rumah itu.
 
Aksi aparat kepolisian ini dipicu karena seorang rekannya menjadi korban pembacokan sekelompok preman di Simpang Adibahasa Kendari, kemarin malam.
 
Saat dilakukan pengejaran oleh anggota Resmob polda Sultra, sekelompok preman diduga bersembunyi di dalam rumah tersebut.
 
Yuda Husnah menuturkan, saat rumahnya didatangi puluhan anggota Brimob, ia tengah tertidur dengan delapan orang cucunya.
 
Ia pun terbangun, kaget mendengar kaca rumahnya pecah akibat lemparan dari luar.
 
Saat keluar kamar, ibu paruh baya ini melihat beberapa orang yang tak diketahui identitasnya melakukan pengrusakan, sembari berteriak mengeluarkan kata “Keluar”.
 
Kata-kata tersebut dilontarkan para oknum aparat secara berulang-ulang.
 
"Saat kejadian banyak polisi di depan rumahnya, tapi hanya menonton saja dan tidak melakukan pengamanan.
 
Sementara dalam rumahnya saya tidak tahu persis berapa jumlahnya, tapi yang di luar itu banyak,” kata nenek Yuda, Senin (8/4/2019).
 
Dijelaskan Yuda, kediamannya diserang seperti polisi sedang memburu teroris.
 
Sementara dirinya tidak mengetahui persis penyebab rumahnya menjadi sasaran penyerangan.
 
Bahkan, saat kamarnya didobrak, Yuda Husnah mengaku hampir terkena tusukan sangkur di bagian perut, karena mencoba menahan pintu kamar yang coba dibuka secara paksa oleh oknum aparat kepolisian.
 
“Kami diperlakukan seperti teroris. Bukannya mengayomi dan melindungi masyarakat, malahan mereka menyerang dengan membabi buta. Kalau memang ada anggota keluarga yang melakukan pelanggaran hukum, kan bisa datang baik-baik menanyakan," tutur Yuda.
 
Tak terima dengan aksi pengrusakan rumahnya itu, Yuda Husnah telah melaporkan ke Mapolda Sultra.
 
Kabid Humas Polda Sultra AKBP Hary Goldenhard mengatakan bahwa benar adanya penyerangan yang dilakukan oleh anggota Brimob Sultra.
 
Hal itu disebabkan ada seorang anggota Brimob yang dilukai dengan parang tanpa sebab oleh sekelompok preman dan pelakunya merupakan pemilik rumah.
 
Hanya saja, saat dikejar pelaku masih kabur dan saat ini dalam pencarian.
 
“Mereka lari bersembunyi di rumah tersebut, jumlah mereka sekitar puluhan orang preman (banyak). Setelah malam itu anggota kita diadang,” tambahnya.
 
Pihaknya, lanjut Harry, telah membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut.
 
"Tim Reskrimum ditugaskan mencari pelaku penganiayaan terhadap anggota dan propam untuk menyelidiki pengrusakan rumah warga," terangnya.
 
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin mengatakan, rumah itu rusak karena adanya upaya penangkapan terhadap preman yang menganiaya anggota Brimob bernama Bripda Roxi.
 
Joni menegaskan, tidak ada niat dari pihak anggota Brimob untuk melakukan pengrusakan.
 
Ia menceritakan, awalnya Bripda Roxi melintas di Simpang Adi Bahasa Baruga pada Minggu dini hari (7/4/2019).
 
Kelompok preman yang sedang berkumpul di tempat itu meneriaki Bripda Roxy dengan kata-kata kasar.
 
Bripda Roxy kemudian berhenti menanyakan maksud kelompok tersebut, namun salah di antara preman itu ada yang langsung mengayunkan parang hingga mengenai pinggang Bripda Roxi.
 
Usai menganiaya, sekelompok preman itu lalu melarikan diri ke dalam rumah di Jalan Mayjend Katamso tersebut.
 
“Saat kelompok preman masuk ke dalam rumah. Anggota kami berusaha menangkap, tapi sama sekali tidak ada niat dari anggota Brimob untuk melakukan pengrusakan,” ujarnya.
 
Joni menyampaikan permintaan maaf kepada Yuda. 
 
Di hadapan awak media, Komandan Brimob Polda Sultra, mengaku bersalah atas tindakan anggotanya yang terlibat dalam pengerusakan tersebut.
 
“Kami meminta maaf, atas insiden yang dilakukan oleh anggota kami. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab pasca kejadian ini, kami telah mengganti rugi dan memperbaiki seluruh kerusakan rumah milik ibu Yuda Husna,” ujar Joni.
 
Pihaknya tetap akan memproses beberapa anggota Brimob, yang terlibat dalam tindakan pengerusakan rumah milik Yuda Husna.
 
“Secara internal, kasus ini tetap di lakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota saya. Belajar dari persoalan ini, kami berjanji hal ini tidak akan terulang lagi,” ucapnya.
 
Yuda Husna, telah menerima permintaan maaf pihak Brimob atas kejadian musibah yang menimpanya.
 
“Saya telah menerima permintaan maaf, dari bapak Komandan Brimob atas peristiwa ini. Bagaimanapun, insiden ini memang tidak luput dari kekhilafan yang telah lepas kendali karena kesalahpahaman. Saya juga keluarga besar Brimob Polda Sultra, hal ini tidak akan, lagi saya perbesarkan,” tutur Yuda. 
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved