Tragis, Rencana Mencari Nafkah Nyatanya Mengantar Nyawa

By March 07, 2020 70

Taput (POLMAS) - Rasa pilu dan sedih tampak di wajah Br butar-butar dan kelima orang anaknya, saat menerima jenazah suaminya yang diantar dari Pahae Julu, Jumat (06/03/2020) pukul 15.00 WIB.

Korban Sahat Sipahutar (49) warga Desa Lobusingkam Kecamatan Sipoholon Kab. Taput itu,  meninggal saat mencari nafkah untuk keluarganya di areal persawahan Bariba on Dusun Sibatubatu Desa Simasom Kecamatan Pahae Julu, Jumat (6/03/2020) pukul 10.30 WIB.

Korban yang berprofesi sehari sebagai tukang chine saw itu, pergi ke Pahae Julu hendak momotong kayu untuk membuat pondok di daerah persawahan milik Ganda Harianja.

Kapolres taput melalui Kasubbag Humas Aiptu W. Baringbing, membenarkan peristiwa tersebut.

Dijelaskannya, Korban SP pergi ke Simasom  Kecamatan Pahae Julu dua hari sebelum korban meninggal. Di Simasom, korban menemui temannya Sori Harianja serta tinggal dirumahnya.

Kamis malam, korban bersama temannya SH masih bersama-sama minum tuak campur durian sebelum tidur.

Besoknya, Jumat (06/03/2020) pukul 08.00 WIB, korban pergi ke lokasi persawahan (tempat korban meninggal, red) untuk bekerja sendirian, dimana temannya SH dan pemilik lahan GH menyusul, karena sebelumnya korban sudah pernah bekerja di lokasi dan sudah tahu tempatnya.

Sekitar pukul 10.30 WIB, SH dan GH mendatangi tempat bekerja korban dan sekaligus membawa nasi untuk makan siang.

Setelah SH dan GH tiba di lokasi, keduanya melihat korban duduk bersandar di tungkul kayu yang sudah terpotong.

Keduanya memanggil-manggil korban, namun korban tidak menjawab walau sudah dekat.

Merasa curiga, lalu kedua orang tersebut mendekati ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi.

Lalu SH dan GH melaporkan ke Polsek Pahae Julu.

Kapolsek Pahae Julu bersama anggota turun ke TKP dan melakukan olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan petugas di TKP, di tubuh korban tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau pun luka.

Namun demikian Polsek Pahae Julu membawa korban ke Puskesmas Pahae Julu untuk dilakukan visum luar.

Korban sudah diserahkan kepada keluarganya, dan pihak keluarga pun tidak mencurigai adanya tindak kekerasan terhadap korban, serta mengakui kalau korban pun sebelum meninggal sudah mengalami penyakit jantung. (Jumpa R Sianturi)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo