Siswi SMP kelas 2 Dibawah Umur Dijual Kemucikari Berujung Perdamaian

By June 15, 2020 67

Batubara (Polmas Poldasu) - Peristiwa tragis terjadi lagi di Batubara yang menimpa seorang siswi salah satu SMPN di Batubara. Informasi yang didapati Polmas atas kejadian bersumber dari warga desa Sei Muka kecamatan Datuk Tanah Datar yang tak mau disebutkan namanya ia mengatakan kejadian bermula siswi ( X ) tersebut diajak jalan keliling selama beberapa hari oleh para pelaku diduga delapan pelaku untuk bersenang senang minum-minum yang memabukkan sambil melayani hasrat birahi , kemudian sianak tersebut digiring ke mucikari perempuan yang belum diketahui identitasnya berasal dari daerah Cahaya perdomuan untuk dijual melayani lelaki hidung belang .

Hilangnya anak tersebut menimbulkan kehebohan warga sekitar sehingga belakangan didapati informasi bahwa anak itu dibawa oleh kedelapan pelaku yang masing-masing berinisial IH,SD,BRS,AKC,RH,F,NG,warga sekitar juga,namun kepala desa setempat bersama seluruh kepala dusun mempasilitasi perdamaian dirumah kepala desa seperti yang disampaikan warga sehingga akhirnya perbuatan pidana anak tersebut tidak sampai berkembang karena adanya perdamaian antar pelaku bersama korban.

Langkah yang ditempuh kepala desa ternyata tak disetujui warga mengingat kejadian itu dinilai sebagai aib ditengah masyarakat sekitar sehingga isyunya merebak kemanana-mana akhirnya warga minta peristiwa itu dapat diseret kepolisi untuk diselesaikan dipengadilan atas perbuatan nista cabul,yang mencoreng nama baik warga desa.

Sementara itu konfirmasi Polmas kepada Kapolsek Labuhan Ruku AKP   Muhammad Iskad SH  mengatakan peristiwa itu tak dapat di proses di kantornya karena urusannya sudah diarahkan kepolres karena disana ada unit penanganan perlindungan anak PPA.

Kejadian dugaan  penculikan,penyekapan dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur dengan bujuk rayu tersebut belum diketahui apakah akan diproses secara hukum oleh pihak kepolisian Batubara semuanya bergantung kepada penegak hukum karena itu bukan delik aduan dilaporkan atau tidak mestinya kasus tersebut harus diusut tuntas ujar aktivis perlindungan anak dan perempuan Batubara.

kecaman serupa diserukan juga oleh ketua lsm agar pihak kepolisian khususnya Unit PPA Batubara agar tidak mendiamkan kejadian tersebut karena menjadi preseden buruk dikemudian hari seolah olah setiap pelanggaran hukum dapat diselesaikan dengan perjanjian perdamaian padahal kasusnya bisa berdampak luas jika dibiarkan begitu saja terang aktivis tersebut .Redaksi.

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo