Tak Terima Ditampar Tetangga. Wagina Warga Sukosari Bukit Maraja Lapor Polisi

By June 17, 2019 444
Simalungun (Tabloidpolmaspoldasu) - Bukit Maraja - Entah mimpi apa Waginah (60) warga Huta V Bukit Maraja Sukosari, Rabu, 12/6/2019. Sekitar jam 15.00 saat sedang menggendong cucunya Niko Alfajar (8 bln) tiba - tiba pipi kanannya ditampar oleh A (53) warga yang sama sekaligus jiran tetangganya dipinggir jalan Huta V Bukit Maraja Suko Sari Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun. 
 
Akibat tamparan tersebut menyebabkan pipi kanannya memar dan membengkak serta membuatnya sering pusing sehingga menghambat kegiatannya sebagai ibu rumah tangga.
 
Tidak terima atas tamparan dan perlakuan tetangganya tersebut Jumat, 14 Juni 2019, pukul 14.00 WIB atas kesepakatan keluarga Waginah (60) melaporkan tetangganya tersebut kekantor Polisi Sektor Bangun dan diterima dengan nomor laporan STPLP : 96/VI/2019/Su/Simal/Sek-Bangun yang ditandatangani an. Kapolsek Bangun. Aiptu Agusanta Ginting.
 
Sebelum laporan diterima terlebih dahulu pihak Kepolisian Sektor Bangun telah menyarankan agar diselesaikan secara kekeluargaan.
 
"Kami dari pihak kepolisian hanya menyarankan, kalau bisa diselesaikan dahulu secara  kekeluargaan, namun kalau tidak bisa ya kami 24 jam siap menerima laporan ibu," ujar A. Ginting.
 
Namun pihak korban tidak mau karena selalu jadi bahan hinaan oleh pelaku dan puncaknya ketika korban didatangi pelaku yang langsung menampar pipi kanan  yang membuat lebam dan rasa pusing bagi korban.
 
Kepada awak media saksi korban mengatakan kronologis keributan berawal ketika anak korban yang bernama ninta (22) pergi membelikan sosis didepan rumah untuk anaknya, tak lama lewat anak pelaku yang bernama Tia (25) warga yang sama lewat berjalan kaki sambil menyindir, yang menyebut ninta sebagai pelakor, sehingga terjadi keributan karena sininta tidak terima disebut pelakor.
 
Mendengar ada keributan saksi korban keluar dan menggendong cucunya sambil melarang ninta anaknya untuk tidak melayani omongan anak pelaku. Tapi entah mengapa pelaku yang datang dari belakang langsung datang kehadapannya dan dengan membalikan tangan menampar pipi kanan korban yang langsung membuat korban terhuyung-huyung dan membuat pipi kanan korban lebam serta pusing sehingga korban kesulitan tidur dimalam harinya.
 
Mirisnya setelah kejadian ini korban dan anaknya mengadu kepada pangulu Nagori Bukit Maraja Sukosari, Sugirin untuk meminta perlindungan dan keadilan, tapi menurut korban bukannya keadilan yang mereka dapat justru Sugirin Pangulu Nagori Bukit Maraja Sukosari menyuruh mereka untuk meminta maaf kepada pelaku.
 
"apa mentang-mentang kami orang miskin, seenaknya pangulu nyuruh kami yang minta maaf padahal kami yang korban penganiayaan,"ungkap waginah.
 
Saat dikonfirmasi awak media terkait tindakannya kepada warganya yang menjadi korban penganiayaan untuk meminta maaf kepada pelaku dengan sedikit gugup Sugirin mengatakan bahwa tindakannya menyuruh korban untuk meminta maaf dikarenakan pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga dan pelaku dalam tutur keluarga lebih tua dari korban.
 
"ya, sebagai pangulu mengetahui warganya bertikai ya dilerai, yang mudalah kusuruh meminta maaf kepada yang tua, kan nggak mungkin yang tua kusuruh meminta maaf kepada yang muda,"jelas Sugirin.
 
Sementara menurut Riyandan tokoh pemuda dan sekaligus Ketua PD. Satgas Joko Tingkir Kabupaten Simalungun kepada awak media yang kebetulan bertemu di Polsek Bangun mengatakan seharusnya Pangulu bertindak obyektif jgn melihat dari segi tutur ataupun faktor usia tetapi dilihat siapa yang benar dan siapa yang salah.
 
"Pangulu seharusnya bertindak Objektif dan adil terhadap warganya, jangan melihat dari statusnya, yang miskin ditekan yang dilihat agak lumayan ekonomi dan ada kontribusi terhadapnya di bela walaupun salah," jelas riyandan
 
"harapannya pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian Sektor Bangun juga bertindak cepat untuk menindak lanjuti kasus ini dan tidak tebang pilih menyelesaikan semua laporan dari masyarakat," tambah riyan dan menutup pembicaraan
(Bambang/AHS)
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo