Kisah Tragis Perjalanan Hidup Wanita Separuh Baya Bercucu Tiga.

By June 21, 2019 19
Limapuluh (Polmas Poldasu) Perjalanan hidup wanita yang mulanya bersuami, akhirnya mendapat talak cerai dari sang suami melalui sms seluler, 27 April 2019 pukul, 17 :15 wib. Alasan sang suami melayangkan talak cerai melalui pesan seluler hanya karena sang istri sudah lari dari rumah 23 April 2019. pukul 20 : 50 wib, Saat suami pergi membeli Nasi goreng ke warung yang tidak jauh dari rumah wanita paruh bawa tersebut.
 
Begitu suami pulang sang istri sudah lari, diantar anak lelakinya (YRL) hasil perkawinan sang wanita paruh bawa tersebut dari suami pertamaya, secara kebetulan sang anak lelakinya masih kemaruk menengendari sepada motor tentu mau saja antar ibunya yang penting naik sepeda motor apalagi menggunakan sepeda motor Vario milik tetangga.
 
Lalu suami coba menghubungi telepon sang istri namun tidak ada sambutan. Lalu sang suami menuju rumah mertua untuk memberitahukan, bahwa istrinya lari yang diantar (YRL) Seketika itu sang ibu mertua hanya mengatakan " Dasar anak orah nduwe utek"  Hujatnya.
 
Bila dipertanyakan kembali alasan suami kenpa terlalu menjatuhkan talak kepada sang istri, jawaban sang suami sangat sample.
 
Saya tau siapa istri saya dan apa pekerjaannya dulu sebelum nikah ke saya, dia menjadi biduan organ tunggal dan selesai mentas menerima bokingan dari lelaki hidung belang dengan tarif Rp.220.000 ( Dua ratus dua puluh ribu rupiah ) untuk sekali pelayanan, itu pengakuan mantan istri saya sebelum nikah sama saya pada waktu itu, saya pertanyakan semua perjalanan hidupnya selama menjadi biduan organ tunggal, lalu di paparankan semua olehnya, itupun masih ditutupi karena terperanjat ada panggilan telpon saat itu maka semua dan di akui langsung dan dipaparkan. bahwa, dia menerima bokingan pelayanan pria setelah acara manggung selesai dengan tarif Rp.220.000. sekali pelayanan. Lalu dipertanyakan kembali oleh sang mantan suami. Semasa menjadi biduan organ tunggal di Kandis Riau, ada melayani 20 pria ? jawaban sangat miris terdengar. Ya adalah, sahutnya lagi.
 
Dengan harapan insaf dan berubah maka saya nikahi dia itupun atas semua janjinya akan betubah.  pernikahan pun berlangsung, dengan di walikan ayah kandungnya. 8 tahun pernikan sang istri tetap merokok di belakang suami, Bahkan akhir sebelum pergi dari rumah sang istri sempat pergi tidak tau kemana, alasan ke medan, akhirnya semua terkuak, kepergianya hanya untuk melayani sang sopir yang saat ini menjadi pasangan kumpul kebonya.
 
Yang lebih mirisnya perlakuan wanita paruh baya tersebut kepada suaminya, sangat diluar batas, Memukul dengan gagang sapu hingga kepala Suami bocor, Hanya karena sang tidak mau diajak keluar jalan2 alias foya foya sampai terjadi pertengkaran. memukul sang suami dengan pot bunga yang terbuat dari besi beton, juga menggigit dada suami hingga bengkak dan beram. 
 
Dalam kepergian sang wanita paruh bawa tersebut, sempat  juga ditelpon sang mantan suami. Lalu telepon tersebut disambut lelaki pasangan kumpul kebo sang wanita tersebut. tujuan sang mantan suami menghubungi lewat telepon meminta separuh uang sang mantan suami yang telah selesaikan pembangunan rumah, yang dulunya hanya bentuk kerangka. 
 
Diharapkan juga Kepada Kedua anak wanita paruh baya agar siap juga menerima perlakuan sang ibu. Begitu juga dengan sang menantu dan Besan wanita Paruh baya tersebut. Siapa sosok ibu dari menantu nya tersebut. Bagi pembaca berita online ini yang tau keberadaan sang wanita paruh baya dan bercucu tiga (3 ) bersama pasangan selingkuhnya tersebut beritahukan agar pertanggung jawabkan biaya hidup dan sekolah putrannya berikut pengembalian setengah biaya penyelesaian pembangunan rumah. Agar diketahui juga bagi lelaki yang menjadi pasangan seligkuhnya atau disebut juga pasangan kumpul kebo, mengingat keduanya tanpa ada pernikahan yang syah. Pemberitaan ini akan ditayangkan juga ke 5 stasiun televisi atau hubungi.( email ) This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo