YOGI NURUL PRATAMA DI JANJIKAN JADI PEGAWAI LAPAS. MUHAMMAD FITRAH ZULSADI LARIKAN UANG 80 JUTA.

By August 13, 2019 137
Medan (Tb. Polmas Poldasu) - Yogi Nurul Pratama Dijanjikan menjadi pegawai lapas oleh Muhammad Fitrah Zulsadi setelah adanya pembayaran uang sebesar Rp.80.000.000,- ( delapan puluh juta rupiah).
 
Namun setelah seluruh uang diberikan oleh Yogi Nurul Pratama kepada Muhammad Fitrah Zulsadi pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung datang. (12/08/19)
 
Berita ini dilansir oleh awak media setelah adanya konfirmasi terhadap korban bernama Yogi Nurul Pratama dengan awal cerita pada bulan Oktober 2018,  Jefry menawarkan kepada Yogi mengenai pekerjaan sebagai penjaga lapas atau disebut sipir dengan biaya uang masuk sebesar Rp 80.000.000,- .
 
Selanjutnya Jefry menemani Yogi berjumpa dengan Fitra di rumah Fitra jalan garu 2. Medan tanggal12  November 2018, Disana Yogi menyerahkan uang kepada Fitra sebesar Rp 60.000.000,-  penyerahan uang tersebut disaksikan/ diketahui oleh Jefry dengan menggunakan kwitansi dan materai Rp 6.000.
 
Pada bulan November 2018, Yogi dengan di temani oleh Ayu menyerahkan sisa uang Rp 20.000.000,-, yang mana sebelumnya sudah di perintahkan oleh Fitra untuk di serahkan kepada anak laki-lakinya.
 
Sebelum uang diberikan berikut beberapa hal yang disampaikan Fitra kepada Yogi sbb : 
-Sisa uang masuk (Rp 20.000.000) dibayarkan apabila Yogi  sudah menerima SK sebagai sipir.
-Yogi akan bekerja selambat lambatnya awal desember 2018, januari 2019, februari 2019.
-Januari 2019, Fitra sudah menanyakan perihal seragam ogik (Ukuran Baju, Celana dan Sepatu).
-Fitra akan memberikan surat penjamin bahwasanya Yogi pasti masuk.
-Apabila Yogi membatalkan pekerjaan ini, secara lisan Fitra berjanji akan mengembalikan nya secara keseluruhan (Rp 80.000.000).
              
Setelah uang diberikan, berikut beberapa hal kebohongan dan pembodohan yang dilakukan Muhammad Fitrah Zulsadi kepada  Yogi Nurul Pratama sbb ;  
 
-Sisa uang masuk yang harusnya di lunasi ketika ogik sudah menerima SK, ternyata fitra meminta nya pada November 2018 dengan alasan Bapak Tirinya yang mengurus perihal pekerjaan ini akan berangkat segera untuk mengurus berkas Yogi ke pusat.
-sampai dengan akhir februari 2019 Yogi tidak juga menerima kejelasan mengenai kapan bekerja.
-sampai dengan akhir februari 2019 Yogi tidak menerima surat penjamin yang di janjikan fitra
-25 Maret Yogi, Ayu, Ayah Ayu mendatangi rumah fitra jln.Garu 2 untuk membatalkan pekerjaan dan meminta semua uang masuk untuk dikembalikan pada jatuh tempo akhir april 2019.
 
Surat perjanjian dibuat di atas kertas bertuliskan tangan dan materai 6.000 yang ditanda tangani oleh Fitra, Yogi dan beberapa saksi lainnya (Ayah dan abang ayu, adik fitra bernama fadlan).
Fitra berjanji akan memberi kabar mengenai hal ini selambat lambatnya akhir april 2019.
 
Lebih lanjut Korban Yogi Nurul Pratama menuturkan pembatalan dan pengembalian uang sebegai berikut  :
 
-ternyata sampai akhir april 2019, fitra tidak ada memberi kabar kepada yogi mengenai kelanjutan pengembalian seluruh uang masuk
-Fitra mengabari bu wanti (orang tua jefry), mengenai pengembalian uang masuk pekerjaan ini
-Bu wanti menelpon bu Tresnawati (Orang tua Yogi) tentang apa yang disampaikan fitra kepada bu wanti dengan isi informasi  dengan dari Fitra uang akan kembali jika sudah ada pengganti yogi”.
-Yogi dan Ayu Kerumah fitra jalan garu 2, namun rumah fitra sudah keadaan di tinggalkan atau tidak ada penghuni, info dari tetangga sebelah rumahnya bahwasanya fitra sudah pindah sekitar seminggu yang lalu.namun tetangga nya tidak mengetahui pasti tentang keberadaan fitra sekarang
-Yogi dan Ayu kembali datang ke daerah jalan garu 2 untuk mencoba kembali mencari informasi mengenai keberadaan fitra sekarang.Yogi dan Ayu menerima informasi dari tetangga depan gang rumah fitra.infomasi yang didapat adalah “Fitra tinggal antar setia budi, tanjung morawa dan Pinang Baris Sunggal. Namun mereka tidak tau pasti keberadaanya”.
-Lalu Yogi dan Ayu bergerak ke tanjung morawa untuk mencari informasi keberadaan fitra melalui Pak Jali (Pakcik Fitra).Sampai di rumah pak jali, Yogi dan Ayu menyamar sebagai bayu dan putri dengan alasan ingin memakai kibot fitra.
 
Dan disana yogi dan ayu mendapat beberapa info tentang fitra, bahwasanya :
-Fitra tinggal di rumah mamak kandungnya di jalan pinang baris kearah sunggal
-Makcik fitra menelpon fitra pada saat itu juga untuk berbicara dengan bayu (Ogik yang menyamar),  saat itu Yogi mengambil hp makcik fitra dan membawanya keluar ruangan itu.
Adapun.percakapan Yogi dan Fitra melalui hp makcik fitra adalah " fitra” apa kurang jelas informasi yang aku kasih sama bu wanty? “yogi”kenapa abang gak menghubungi yogi, sekarang yogi mau kita ketemu.abang dimana sekarang? “fitra” yang mengenalkan kitakan keluarga bu wanty, jadi aku informasikan aja ke bu wanty, selesaikan? Yaudah ya saya  lagi sibuk. Lalu fitrah mematikan telpon selularnya. 
 
Dengan berat hati dan penuh rasa kecewa Yogi Nurul Pratama Pulang kerumah.
 
Dan tepat pada tanggal 26 Mei 2019. Yogi Nurul Pratama mendatangi Polrestabes Medan untuk melaporkan kejadian penipuan dengan Modus DapatMasuk bekerja menjadi Sipir. Laporan diterima pihak Kepolisian Polrestabes Medan Nomor : STTLP/1136/K/V/YAN ; 2,5/2019/SPKT/RESTABES MEDAN. tanggal 26 Mei 2019.
 
Setelah pelaporan Yogi Nurul Pratama menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat/rakyat yang berada di Republik Indonesia agar lebih berhati-hati apabila ada penawaran pekerjaan dengan membayar uang duluan harus segera  di  cek kebenarannya agar tidak tertipu.
 
Lebih lanjut Yogi Menambahkan " apabila masyarakat menemukan orang yang bernama Muhammad Fitrah Zulsadli seperti gambar yang tertera diatas di mintakan segera hubungi Kepolisian setempat. Polrestabes Medan dan No Hp saya (+62 852-7078-8893) agar kiranya tidak ada korban lagi. tambahnya.
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo