Warga Resah, Jembatan Tua penghubung Antar Dusun di Nagori Tangga Batu Siap Mengintai Korban

By August 17, 2019 152

Simalungun, (Polmas Poldasu) - Warga Nagori Tangga Batu Kecamatan Hatonduhan terancam menjadi korban dengan kondisi jembatan penghubung antar dusun di Nagori Tangga Batu, kecamatan hatonduhan yang sudah sangat memprihatinkan bahkan nyaris runtuh, sehingga membuat resah warga yang melintasi jembatan tersebut.

Menurut penuturan warga sekitar, bangunan jembatan ini sudah berusia puluhan tahun dan belum pernah diadakan perbaikan.

Hal itu di benarkan oleh seorang kakek yang kini berusia 80 tahun, seorang kakek bernama Ayup warga dusun 1 nagori tangga batu salah satu sesepuh di dusun tersebut

Dari keterangan kakek Ayub," jembatan itu di bangun sejak jaman kolonial Belanda, dulunya untuk mengangkut hasil dari perkebunan teh yang kini sudah menjadi milik BUMN PTPN IV unit Balimbingan, kata kakek ayub

Pantas saja jembatan itu kini sudah rapuh termakan usia, sayangnya pihak pemerintah kabupaten tak begitu memperhatikan kondisinya saat ini

Saat di konfirmasi Awak Media Panggulu Tangga Batu Irawanto menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali mengirimkan  proposal ke Pemkab Simalungun dan PTPN IV unit Balimbingan, namun hingga berita ini di turunkan belum ada kejelasan dari pihak terkait

Menurut keterangan camat Hatonduhan Maryaman Samosir SH," bahwa jalan itu adalah jalan Kabupaten maka sudah semestinya Pemkab yang berperan untuk merenovasi jembatan penghubung itu, kata camat

Jembatan yang menjadi penghubung antar dusun ini merupakan akses penting bagi masyarakat, terutama masyarakat dusun VII jawa dolok, Dusun VIII Kampung Gereja, Dusun IX Seribulaksa dan masyarakat kampung galugur

Bahkan Perkebunan PTPN IV unit Balimbingan  setiap hari juga melintasi jembatan ini untuk mengeluarkan hasil panen sawitnya.

Tentu saja warga meminta keterlibatan PTPN IV Balimbingan untuk ikut bertanggung jawab membenahi jembatan ini

Pasalnya mobil-mobil angkutan PTPN IV bermuatan sawit dengan tonase 9 hingga 10 ton perhari ikut mempengaruhi rusaknya jembatan ini

Di tambah lagi usia jembatan yang sudah sangat tua, tentu kegelisahan masyarakat cukup beralasan 

Saat Awak Media berhasil menemui Asisten perkebunan PTPN IV bermarga Simamora untuk menjelaskan persoalan ini,

Simamora menuturkan," bahwa pihaknya akan menyampaikan apa yang menjadi keluhan melalui rapat dengan Manejer, dan ini sudah kami sampaikan ke humas," tuturnya

"untuk rehab total mungkin bukan wewenang kami, sambungnya, perkebunan hanya akan memberikan perbaikan biasa, contohnya menyediakan kayu untuk mengganti yang sudah busuk, begitupun akan kami musyawarahkan dengan pihak desa langkah apa yang bisa kami upayakan,"ucapnya

Harapan warga kiranya pihak - pihak terkait dari pemerintahan mulai dari pangulu, Camat, serta Pihak dari Perkebunan PTPN IV Unit Balimbingan untuk memperhatikan dan menyelesaikab permasalahan yang diresahkan masyarakat khususnya bagi masyarakat setiap harinya melintasi jembatan ini agar tidak ada yang menjadi korban kedepannya.

(Bambang)

© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo