Terkait Kericuhan Harlah NU di Tebingtinggi, Polda Sumut Minta Masyarakat Jangan Mudah Terpancing dan Mudah Diadu Domba

By March 01, 2019 28
Medan (POLMAS) - Masyakarat diminta untuk tidak mudah terpancing atau mudah diadu domba pasca kerusuhan yang terjadi di kegiatan hari lahir (Harlah) NU di Tebingtinggi pada Rabu (27/2) kemarin.
 
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Polisi Tatan Dirsan Atmaja, S.Ik, kepada wartawan, Kamis (28/2). Bahkan Kombes Tatan menyebutkan jangan mengklaim bahwa kelompok tertentu adalah kelompok yang paling benar.
 
“Ingat, apalagi kita sama-sama Islam. Islam itu adalah agama yang rahmatan lil alamin. Apalagi kegiatan kemarin itu jelas dilaksanakan oleh organisasi keagamaan NU. Organisasi itu organisasi Islam terbesar di Indonesia,” urai Kombes Tatan.
 
“Kami mengimbau di tempat lain, jangan mudah terpancing dan diadu domba. Kemudian di iming-iming dan menganggap kelompok dia yang paling benar. Polda Sumut akan bertindak tegas apabila menemukan kejadian hal yang sama. Kami akan bertindak tegas,  melakukan proses hukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” imbuhnya lagi.
 
Kasus keributan yang terjadi  di acara tabligh akbar yang digelar Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Sri Mersing, Tebing Tinggi, yang dilakukan oleh salah satu ormas Islam terus berkembang.
 
Sebelumnya, delapan anggota ormas Islam di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, sudah diamankan polisi, Rabu (27/2/2019) siang kemarin. Terkini, total tersangka dalam kasus ini telah mencapai 11 orang.
 
“Dari hasil penyelidikan, informasi yang kami dapat kemarin aksi penolakan acara tersebut memang sudah direncanakan dari hari sebelumnya. Mereka Ormas Islam itu, menolak kegiatan dari NU yang dilaksanakan di Tebingtinggi,” kata Kombes Tatan.
 
Dari Polres Tebingtinggi, sambung Kombes Tatan  juga sudah mengimbau bahwa kegiatan tersebut resmi.
 
“Organisasi resmi dan dihadiri para pejabat baik dilingkungan Polda maupun dari Pemko Tebingtinggi,” ujar Tatan.
 
Namun fakta di lapangan, lanjut Kombes Tatan  menjelang selesai kegiatan mereka membuat kegaduhan dan keonaran. Bahkan membuat kekacauan ditengah-tengah kegiatan tersebut.
 
“Yang teriak-teriak pertama pelaku inisial S alias G. Itu yang teriak pertama kemudian diikuti yang lain,” beber Kombes Tatan mengakhiri. (Red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved