2 OKNUM GURU SD NEGERI 091688 HUKUM 4 ORANG MURID DENGAN MENGHISAP ROKOK. GEGARA HUKUMAN ITU ORANG TUA MURID MARAH DAN BERANG. BEGINI CERITANYA.

By August 28, 2019 339
Pasar Baru- Simalungun (Tb.Polmas Poldasu) - Berita ini dilansir media Tb. Polmas Poldasu dengan adanya pengaduan dari salah satu orang tua murid dari 4 orang murid  yang menerima  hukuman dari 2 oknum guru SD Negeri 091688 Afd. VI Gunung Bayu. Kec. Bosar Maligas. Kab.Simalungun untuk menghisap rokok sebagai hukuman kepada anaknya  (27//8/19).
 
Hal ini dilakukan oleh ke 2 oknum guru tersebut berdasarkan hasil laporan murid-murid SDN 091688 yang melihat bahwa ke 4 orang murid tersebut sedang menghisap rokok di luar lokasi sekolah dan tidak pada jam belajar mengajar berlangsung.
 
Dari  penuturan  orangtua murid (L) Bapak Bukit kepada awak media menuturkan bahwa anaknya dihukum merokok oleh ke 2 oknum guru Bapak Erwin dan Buk Dini yang bekerja sebagai guru pengajar di SDN 091688. Mereka menghukum anak saya tanpa ada pemberitahuan kepada saya. Anak saya menceritakan kepada saya bahwa sianak sedang menerima hukuman dengan dipaksa merokok. 
 
Lebih lanjut Bapak bukit mengatakan bahwa tidak sepatutnya kayak gitu seorang guru memberikan hukuman kepada anak saya untuk menghisap rokok. mereka itukan anak kecil dan masih dibawah umur. Sekolah aja masih kelas IV SD.  Kalaupun dilihat murid yang lain mereka ber 4 merokok dan  tidak seharusnya dipertontonkan kepada murid yang lain mereka sedang dihukum merokok oleh 2 oknum guru tersebut.
 
 Lebih lanjut Bapak Bukit menambahkan bahwa tidaklah pantas pak Erwin dan Buk Dini melakukan hal yang tidak baik seperti itu karena mereka itukan sudah pada sarjana seharusnya mereka itu memanggil kami sebagai orangtuanya jadi kami juga bisa tahu bagaimana anak kami.
 
Lagi pula kejadian itu diluar jam belajar mengajar dan diluar pekarangan sekolah.
masak bisa dihukum di sekolah saat proses belajar mengajar berlangsung. Itukan sudah menyimpang dari tugas dan pokok guru sebagai pendidik. 
 
Dari perlakuan ke 2 oknum guru ini, saya sangat keberatan. Tidak terima dan mengharapkan kepada Kepala Sekolah dan Pihak Dinas Pendidikan untuk segera memberikan sanksi kepada kepada mereka agar tidak ada lagi murid yang sama nasibnya seperti anak saya nantinya.harap bapak bukit
 
Saat dikonfirmasi awak media kepada kepala sekolah (26/08/19) sekira pukul 8.30 wib mengatakan bahwa" kabar itu benar pak. Tapi maksud dan tujuan hukuman tersebut agar memberi efek jera dan tidak mereka ulang kembali.
Awalnya begini ceritanya pak" ke 2 oknum guru itu menerima laporan dari teman2 yang melihat ke 4 murid ini. Bahwa si (L), (G), (A), (AF) merokok lho pak.kata seorang murid melaporkan ke oknum guru tersebut.
 
Dan ke 2, Oknum guru itupun langsung memanggil ke 4 orang murid tersebut untuk menerima hukuman.  Oknum guru tersebut menyuruh salah satu murid untuk membeli 4 batang rokok ke warung. Maksud dan tujuannya untuk menyaksikan ke 4 murid ini merokok.
Sebelum dihukum guru meletakkan rokok diatas meja didepan ke 4 orang murid tersebut. Namun sebelum disuruh mereka sudah mengambilnya, apinya belum menyala dan ke 4 murid mengahadap ke dinding dengan memegang rokok mati dan berjoget.
 
Lebih lanjut Kepala Sekolah menceritakan Oknum guru bernama ibu Dini menyalakan rokok kepada murid-murid yang dihukum tersebut. Dan ke 4 murid tersebut mulailah menghisap rokoknya. 
 
Dengan disaksikan pak Erwin, buk Dini, guru lain dan ke 14 orang murid lainnya,  ke 4 orang murid tersebut menghisap rokoknya. Begitulah ceritanya yang kudengar pak. Tutur kepala sekolah.
 
Selanjutnya awak media turun ke lokasi sekolah SD N 091688, pada hari Selasa tanggal 27/8/19, sekira pukul 9.00 wib. Disekolah tersebut awak media bertemu dengan Guru Ibu Nainggolan, Boru Sinaga, Ibu Dini. Dan 2 orang guru yang tidak diketahui namanya. Mereka menyamlaikan kepada awak media bahwa Kepala Sekolah Sedang Rapat Di Perdagangan terkait permasalahan aset sekolah. Dalam pertemuan tersebut Ibu Nainggolan menceritakan kejadian tersebut hampir sama persis dengan apa yang dituturkan oleh Kepala Sekolah kepada awak media sebelumnya.
 
Dan Ibu Dini juga menambahkan  bahwa benar ianya adamenyalakan /
menghidupkan api rokok kepada murid-murid yang di hukum tersebut.
Lebih lanjut Ibu Dini menuturkan bahwa Kami juga sudah adakan rapat  pada tanggal 26/08/19 sekira pukul 10.00 wib dengan Bapak Korwil Rauf, Kepala Sekolah. 2 oknum guru dan juga orangtua murid untuk membahas permasalahan ini. Sampek-sampek Korwil kami bapak Raufsudah meminta maaf kepada orangtua murid, namun orangtua murid Bapak Bukit dengan kesal mengatakan" itukan maunya bapak bukan maunya kami, sembari pamit meninggalkan rapat. tuturnya. 
 
Pada hari Rabu. Tanggal 28/08/19, sekira pukul.10.30 wib, awak media menghubungi korwil Bapak Rauf namun handphone nya tidak aktif.
 
Disisi lain pemerhati hukum Syahrial Sirait SH angkat bicara" tidak ada salahnya memberi sanksi kepada anak murid yang melakukan pelanggaran dan kode etik sekolah. Namun sanksi yang dilakukan oleh 2 Oknum guru SD N.091688 Afd VI Gunung Bayu ini sudah bertentangan dengan Peraturan dan  Hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Yang mana seorang Guru itu tugasnya mendidik bukan menghukum ataupun mengadili. Apa lagi inikan anak masih kecil dan dibawah umur, mereka juga belum tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk mereka dan disinilah tugas guru dan orang tua untuk mendidiknya sesuai dengan yang tertuang dalam  Undang-Undang No.35 tahun 2014. Atas perubahan dari Undang-Undang No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Peraturan dan juga Undang-undang lainya menyangkut tugas dan pokok Guru ataupun ASN.
 
Lebih lanjut Syahrial Sirait SH menambahkan" masalah ini harus menjadi perhatian Kepala Sekolah, Korwil Kecamatan dan Dinas Pendidikan terkait.
Diharapkan ke 2 oknum guru yang memberikan sanksi menghisap rokok kepada ke 4 murid anak didiknya segera diberikan sanksi dan bila perlu di berhentikan ataupun dimutasikan. agar tidak terjadi permasalahan seperti ini nantinya. tutupnya.
 
(Redaksi/team)
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo