PT PP dan Waskita Karya Nunggak Iuran BPJS Karyawan Selama Setahun

By March 09, 2019 33
Limapuluh (POLMAS) - Kontraktor pelaksana proyek pembangunan Terminal Multi Purpose Pelabuhan Industri Kuala Tanjung di bawah consorsium PT PP (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dinilai telah melanggar hak para pekerja.
 
Hal itu terungkap setelah puluhan mantan security yang bertugas di wilayah pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung yang tak bisa mencairkan BPJS ketenagakerjaan disebabkan perusahaan yang nunggak bayar iuran BPJS setahun lamanya. 
 
Tak tanggung - tanggung, total ada 27 orang mantan securty yang sudah bertahun tahun tak bisa mencairkan hingga perusahaan memenuhi hak meraka.
 
"kami sudah hampir empat tahun bekerja di PP consorsium ini, saat kami keluar kami hanya di kasih pesangon satu bulan gaji, kan gak wajar, tapi yang lebih mengecewakan, BPJS kita gak bisa dicairkan karena perusahaan belum membayarkan iuran selama setahun lebih," ucap Ali mantan security Consorsium, selasa (26/02/2019).
 
Sejak keluar dari perusahaan, lanjut Ali, kurang lebih selama setahun ini, berulang kami menanyakan kejelasan hak kami ke managemen perusahaan tapi selalu mendapatkan respon yang tak baik, seakan mereka terus mengindar, padahal itukan hak kita.
 
Manager proyek consorsium PT PP dan Waskita Karya pelabuhan Kuala Tanjung, Farid, membenarkan jika perusahaan belum membayarkan Iuran 27 orng mantan karyawannya.
 
"Kita dari PT sendiri belum beyar ke BPJS, kan nunggu itu baru mereka bisa mencairkan," terang Parid kepada jangkau.com, selasa (26/02/2019).
 
Parid beralasan penunggakan pembayaran selama bertahun tahun oleh perusahaan terkendala oleh sistem dari pusat yang memang memakan waktu panjang.
 
"Kan kita sistem, sistemkan pembayarannya dari pusat, itu kendalanya dari managemen. Managemen belum membayarkan," terang Farid
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved