6 Fakta Kronologi Bom Sibolga

By March 13, 2019 16
Sibolga (POLMAS) - Terjadi ledakan yang diduga bom rakitan di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Selasa (12/3/2019) sekira pukul 15.00 WIB. Lokasi ledakan tepatnya di Jalan Cendrawasih, Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.
 
Berikut fakta-fakta dan kronologinya yang dihimpun dari berbagai sumber.
 
1. Terjadi ledakan saat dilakukan penggerebekan.
 
Ledakan ini terjadi di rumah milik salah seorang warga  yang akrab disapa Up (26) tepatnya di depan Masjid Al-Muklisin.  Up diketahui bekerja sebagai mekanik listrik.Akibat ledakan ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka. Di antaranya atas nama Na (42).Na sehari-harinya bekerja sebagai Nelayan.
 
Sedangkan seorang korban lagi belum diketahui identitasnya, yang juga bekerja sebagai Nelayan. Kedua korban tersebut, telah dibawa ke RS Metta Medika Kota Sibolga.
 
2. Lakukan Sterilisasi radius 100 meter
 
Kemudian, sekitar pukul 15.15 WIB, personel Densus 88 Mabes Polri melakukan sterilisasi lokasi ledakan. Warga dilarang mendekat dalam radius 100 meter dari lokasi kejadian.
 
3. Penangkapan terhadap terduga pelaku
 
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal membenarkan adanya penggerebekan dan  penangkapan terduga teroris tersebut. "Telah diamankan diduga pelaku teroris atasnama Husain a.k.a Abu Hamzah di Sibolga Sumut," kata Iqbal lewat siaran, Selasa (12/3/2019).
 
Ditanya sejak kapan para terduga pelaku diburu, Jenderal bintang dua ini belum menjawab pertanyaan tersebut. Iqbal menjelaskan bahwa saat akan dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi bom meledak yang melukai petugas. Di dalam rumah pelaku, diduga ada Isteri dan anaknya.
 
"Saat ini Tim Densus 88 Anti Teror dan Polres Sibolga dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat sedang melakukan upaya negoisiasi, agar istri dan anak pelaku menyerahkan diri," tutup Iqbal.
 
4. Terduga Pelaku Disebut Jaringan PS di Lampung
 
Informasi sementara, terduga pelaku yang berhasil diamankan di Sibolga itu disebut jaringan PS di Lampung yang sudah ditangkap sehari sebelumnya. Dalam penangkapan di Lampung itu, Polisi menyita sebuah bom rakitan bentuk paralon dari tangan terduga teroris RIN alias Putra Syuhada.
 
"Sudah bentuk paralon, belum terurai, dan itu yang diamankan, dan diteliti apa kandungan isi paralon itu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).
 
5. Jaringan ini juga nekad merampok bank untuk modal kegiatan
 
Dedi menuturkan ada indikasi seruan aksi lone wolf dari kelompok teroris sehingga para sel tidur mempersiapkan serangan.
 
Selain di Lampung, Densus 88 Antiteror juga telah mengamankan seorang pemuda di Kalimantan Barat (Kalbar) yang hendak merampok bank untuk modal kegiatan teroris.
 
Jaringan ini diduga turut akan melakukan perampokan bank di sejumlah wilayah untuk modal kegiatan.
 
"Indikasi ke sana (adanya seruan amaliyah). Kami sudah monitor, makanya kami antisipasi semaksimal mungkin keamanan di tahapan pemilu ini," ucap Dedi kepada awak media.
 
6. Viral di Media Sosial
 
Sebelumnya, kabar ledakan bom ini beredar luas pertama kali melalui dua video berdurasi pendek yang diupload oleh salah seorang pengguna Facebook bernama Devi siang tadi.
 
Dalam video pertama yang berdurasi 12 detik, terlihat kepanikan terjadi demgan ramainya orang disekitar lokasi. Tak lama setelahnya sebuah becak dengan cat depan berwarna merah, terlihat membawa seorang pemuda di dalam becak itu.
 
Ada seorang laki-laki mengenakan Hoodie berwarna merah terlihat berusaha memberikan jalan agar becak itu bisa segera pergi meninggalkan lokasi. Dalam video kedua berdurasi 9 detik, terlihat beberapa petugas kepolisian berpakaian lengkap berlari menuju lokasi TKP.
 
Video itu sendiri sampai saat ini sudah ditonton dan dibagikan 1000 kali lebih dengan 55 orang yang memberikan komentar. Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja yang coba dikonfirmasi melalui telepon seluler terkait kejadian tersebut, belum bisa memberikan komentar.
 
"Nanti ya mas, nanti saya kabari. Tolong ya mas," ucap Edwin singkat. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi via telepon seluler belum mengangkat telepon seluler tersebut. (Red)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved