Langkat (Polmàs Poldasu) - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Grub Diskusi Masyarakat dan Mahasiawa Langkat Bersatu mendatangi kantor Dinas Pekerjàan Umum (DPU) Langkat (Jum'at 4/10/2019).
 
Didepan kantor PU Langkat yang sudah ditunggu personil Polres Langkat itu mereka berorasi menuntut dan membeberkan betapa buruknya kenerja PU Langkat dilapangan serta sarat dengan indikasi korupsi yang sangat merugikan masyarakat .
 
Dugaan adanya indikasi korupsi itu dikatakan kordinator lapangan pengunjukrasa Andika Perdana SH.I pada pengerjaan fisik Rehab Jembatan Dusun VIII Kelantan Luar Uk 9m×3m di desa Pasar Rawa ,Kecamatan Gebang Sumberdana APBDP tahun 2018 debgan pagu anggaran sebesar RP.300.000.000,- yang dikerjakan CV.BIRU, dalam pengerjaan kami menduka tidak sesuai RAB dan bestek, karena barusaja dikerjakan bagian tugu jembatan sudah kelihatan retak katanya.
 
Masih bersama Andika dalam Orasinya yang cukup banyak mengait perhatian massa itu membeberkan dengan lantang "Kami sudah melihat kelapangan. PU Langkat belum dapat bekerja dengan baik. Coba lihat pengerjaan Pembuatan Jembatan Rangka sepanjang 100m dengan lebar Jembatan 6m di Desa Sekoci Kec. Besitang yang dimenang tenderkan oleh PT TOMBANG APBD 2018 dengan nilai HPS  13,5M dalam pengadaannya hanya menghasilkan pondasi jembatan tak lebih dari itu dan dilanjutkan dengan pengadaan lanjutan ke II" kata Kordinator lapangan pengunjuk rasa ini.
 
Yang sangat mencurigakan adanya permainan antara Dinas PU dan rekanan yakni PT. ZHAFIRA TETAP JAYA dimana penanda tanganan kontrak dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2019 namun faktanya dilapangan  Pada lanjutan pengerjaan jembatan di desa Sekoci Kec. Besitang dengan pagu sebesar 15 M ini baru dikerjakan pada Oleh rekanan pada tanggal 1 Oktober 2019 kami kuat menduga kalau uang tersebut di masukkàn Ke Bank agar dapat dibungakan pungkas Andika Perdana.
 
Selang beberapa lama berorasi pihak Dinas PU Langkat mempersilakan beberapa perwakilan dari pendemo untuk diterima diruangan Kepala Dinas PU Langkat dan langsung bertatap muka dengan SUBIYANTO . SE selaku Kadis PU Langkat juga didampingi Kabag OPS Polres Langkat AKP Yusuf beserta personil Polres Langkat.
 
Setelah mendengarkan tuntutan dan kritik dari pengunjuk rasa dengan nada rendah saja kadis PU Langkat SBY mengatakan kalau dia berterima kasih kepada adik-adik yang sudah memberikan peringatan dan pelajaran bagi kita semua. dan bahwa saya  baru saja menjabat di sini maka untuk itu saya harap agar supaya saudara Louren Ginting selaku Kabid Bina marga dapat menjelaskannya kepada adik-adik kita ini harap SBY.
 
Louren Ginting ST Kabid Bina Marga PU Langkat langsung menjelaskan kepada audien yang ada diruangan itu..sebelumnya pak Lauren bertanya kepada mahasiswa pengunjuk rasa kuliah pada jurusan apa ? mahasiswa menjawab jurusan Hukum..kalau begitu sama-sama belajarlah kita semua ya, kata Lauren santun.
 
"Bahwa pengerjaan jembatan itu memakai proses dan ada acuan presudurnya, bukan asal asalan saja, untuk pengadaan barang pada pengerjaan jembatan yang adik -adik orasikan tadi kepada pihak rekanan kita kasi waktu selama 60 hari baik yang di Besitang maupun di kecamatan Gebang, dianggaran tahun 2018 pembuatan jembatan itu start kerjannya kita menyelesaikan bangunan pada pondasi , ya setelah segala hal pondasi rampung pada anggaran tahun 2019 pada lanjutan pengerjaannya maka kita di TOP yakni bagian atas jembatan, setelah itu barulah erektion atau ereksen jembatan yakni pemasangan rangka baja dan seterusnya hingga finisiaing dari jembatan itu jelas Kabid Bina Marga PU Langkat ini.
 
Kepada wartawan Polmas Poldasu  Rezeki Hariansyah Putra selaku Kordinator Aksi Mahasiswa mengatakan "kami sudah diterima dengan baik oleh PU Langkat bang, bukan berarti melemahkan semangat kami untuk meminta penegak hukum  memanggil dan periksa Kadis PU Langkat dan  Pejabat pembuat Komitmen (PPK)  beserta POKJA Pengadaan dan juga memanggil Rekanan -rekanan yang kami duga kuat adanya indikasi korupsi berjamaah didalam tubuh Dinas Pekerjaan Umum ( DPU) Langkat itu harapan kami dan masyarakat Langkat bang" harapnya. (Syahrial).
Bosar Maligas (Tb.Polmas Poldasu) - Komisi IV DPRD Kabupaten Simalungun akan segera jadwal pemanggilan Kepala dan Komite Sekolah SMP NEGERI 1 BOSAR MALIGAS terkait adanya dugaan pungli dan penahanan Raport kenaikkan kelas murid (15/08/19)
 
Kita mau minta penjelasan dan keterangan dari kepala sekolah, komite sekolah atas dasar apa mereka melakukan pengutipan terhadap murid padahal kita sama ketahui wajib belajar yg diamanahkan uu adalah 9 tahun, saya sbg ketua fraksi PDIP sekaligus anggota komisi IV sudah meminta penjadwalan  untuk mengundang pihak terkait, 
 
Hal tersebut disampaikan salah satu anggota DPRD Kabupaten Simalungun kepada awak media pada hari Senin. Tanggal (12/08/19)  sekira pukul 11.00 wib melalui via whatsapp.
 
Diketahui bersama dalam pemberitaan sebelumnya Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bosar Maligas Dra. Lesteria Hasibuan melalui Komite sekolah akui adanya pengutipan uang komputer sebesar Rp.504.000.-  untuk permuridnya dan dapat dicicil sebesar Rp.42,000.-/bulan.
 
Dengan harga komputer sebesar Rp.4.000.000/unit dan ditanggung oleh murid kelas I hingga kelas III. Terhitung 325 orang murid x Rp.504.000.-=Rp.163,800.000 sedangkan untuk pengadaan komputer direncanakan sekolah 40 unit dengan total Rp.160.000.000,
 
Pengutipan ini sudah dilaksanakan oleh kepala sekolah tahun 2018 lalu dan hingga saat ini.
 
Kekecewaan dan penyesalan wali/orangtua murid bertambah pada saat kenaikkan kelas dimana raport murid yang belum membayar /melunaskan uang komputer tidak diberikan . 
 
Dan dalam hal ini wali/orangtua murid tidak pernah menyetujui dan ataupun menyumbangkan komputer bahkan sangat keberatan. Kecewa dan menyelesakan anaknya di masukkan ke sekolah tersebut. Seharusnya kebijakan ini tidak menjadi beban wali/orangtua dimana komite harus menggalang dana dari beberapa perusahaan yang berada di Bosar Maligas ini.
 
Wali/orangtua murid berharap uang mereka dapat dikembalikan dan menghentikan pengutipan ini. Karena sudah sangat merugikan dan meresahkan wali/orangtua murid.
 
Saat di konfirmasi tanggal 26/7/19, sekira pukul 17.00 wib, kepada Korwil Bosar Maligas, Bapak Rauf mengatakan bahwa"  kami pihak korwil belum mendengar kabar pengutipan dana  tersebut dan saya selaku korwil hanya sebagai cadangan saja, biasanya untuk hal ini kepala sekolah SMP Negeri langsung kordinasi kepada DINAS PENDIDIKAN SIMALUNGUN. Kalau sudah mencuat ke media kan kami juga yang kenak imbasnya, ucapnya.
 
Dalam hal ini pemerhati hukum bapak Syahrial Sirait, SH angkat bicara " untuk meningkatkan kualitas sekolah tidak harus memaksakan sesuatu kebijakan yang sangat merugikan dan meresahkan masyarakat ataupun wali/orangtua siswa-siswi apalagi sampai harus memberi sangsi kepada murid yang tidak membauar dengan tidak memberikan raport kenaikkan kelas. Pihak sekolah tidak dibenarkan melakukan hal tersebut karena raport adalah hak dari murid dalam proses belajar mengajar dan yang berhak memberikan sangsi adalah pengadilan bukan kepala sekolah ataupun yang lainnya.
 
Lebih lanjut Syharial Sirait, SH menambahkan " Kepala Sekolah dan Komite Sekolah sebelum memutuskan suatu kebijakan harus terlebih dahulu memahami isi dari Permen No.75, tahun 2016, PP No.40 tahun 2008, dan PP No.17 tahun 2010, pasal 181 huruf a sampai huruf d. Dan Permendikbud.No.44 tahun 2012, undang- undang No.20 tahun 2003. Dan apabila ketentuan ini dilanggar, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku dan dapat juga di kategorikan dalam pungli dan dapat dijerat dengan  Undangan-undang  No.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Untuk itu kepada Pemerintahan Kabupaten Simalungun Dinas Pendidikan untuk segera melakukan evaluasi /memberhentikan ASN Kepala  Sekolah, Guru dan pejabat lainya yang melakukan pengutipan tersebut. tambahnya.
 
(Redaksi/Team)
Pasar Baru- Bosar Maligas (Tb. Polmas Poldasu) - (R) Salah satu dari 4 (empat) orang pelaku pemukulan dan pengeroyokan Duniaman Pasaribu (30) warga Huta III, Dusun Pengkolan, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun berhasil di amankan oleh Mapolsek Pasar Baru hari Rabu, tanggal (17/07/19), sekira pukul 10.00 wib.
 
Dan saat ini pelaku berinisial R sudah diproses di Mapolsek Pasar Baru dan juga sudah di bebaskan (penangguhan penahanan) oleh Mapolsek Pasar Baru tanpa adanya perdamaian antara korban dan pelaku (7/8/2019).

Untuk mengetahui kejadian sebenarnya, awak media langsung melakukan konfirmasi kepada Korban, dan korban menceritakan kronologis kejadianya, " Awal kejadiannya pada hari Kamis, tanggal  22 maret 2018, sekira pukul 17.30 wib,  yang lalu. Saya Duniaman Pasaribu (30),  bersama Suherwin (saksi). Pergi memberi makan ikan di kolam,  tepat nya di jembatan Maligas B Kampung Rendahan, kami bertemu 4 (empat) Pemuda.

Salah seorang dari 4 (empat) orang pemuda itu berteriak " woy apa kau nengok-nengok" Karena takut kamipun tancap gas. Lalu ke 4 (empat) orang ini mengejar kami sampai ke perumahan maligas A tepatnya di jalan umum samping lapangan bola. 
 
Mereka langsung memepet sepeda motor kami hingga membuat kami terjatuh. Lalu salah seorang pelaku langsung memukul wajah saya dan ketiga temannya pun langsung ikut memukuli dan saya terjatuh langsung mereka memijak-mijak saya. Sampai mereka capek barulah berhenti memukuli dan memijak-bijak saya. Dari perbuatan 4 orang pelaku saya  mengalami pening-pening dikepala, Luka memar pada kaki sebelah kanan, pinggang lecet, luka lecet pada siku kiri dan kanan. 
 
Sesampai dirumah saya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua dan selanjutnya saya membuat laporan ke Polsek Pasar Baru. tutur korban.
 
Pada hari Rabu tanggal (7/8/19), Duniaman Pasaribu (30) tahun memperlihatkan kepada awak media berkas pengaduan yang telah diterimanya dari Mapolsek Pasar Baru berupa Surat Laporan .STPL. 40/III/2008/SU/SIMAL/Sek. Bosar. Tanggal 22 Pebruari 2018 dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/penyidikan Nomor : B/32 1/III/2018/BM. tanggal 27 Maret 2018. yang mana berisikan rujukan Surat Perintah Penyidikan SP. Dik/40/III/2018, tanggal 22 Maret 2018, dengan sangkaan pasal 170 yo 351 KUHAPidana, dan Surat Perintah Penangkapan terhadap masing-masing tersangka tanggal 24/03/2018.
 
Lebih lanjut Duniaman Pasaribu selaku korban menuturkan kepada awak media bahwa salah satu pelaku sudah diamankan di Mapolsek Pasar Baru sekitar hari rabu, tanggal (17/07/19), sekira pukul.10.00 wib. Dan sekarang sudah dibebaskan bang. tuturnya.
 
Mendengar penuturan Korban. Awak media melakukan konfirmasi pada hari Rabu, tanggal (7/8/19), sekira pukul 08.00 wib kepada Humas Polsek Pasar Baru" Selamat pagi komandan. Izin konfirmasi komandan terkait STPL pelapor Duniaman Pasaribu. Pelaku an.(R) DKK, kejadian 22 maret 2018 yang mana pelaku sudah diamankan pihak mapolsek pasar baru lebih kurang 3 minggu yang lalu (17/07/19),
 
Namun menurut informasi yg saya terima pelaku sudah ditangguhkan penahannya. Sementara antara korban dan pelaku belum melakukan perdamaian.? Dan apakah dalam penangguhan tersebut sebelumnya sudah dipertimbangkan pihak mapolsek pasar baru sementara dari informasi yang saya terima dari korban.
 
Korban melakukan pelaporan 22 maret 2018, pelaku sudah tidak ada dirumahnya dan baru 3 minggu yg lalu pelaku diamankan oleh pihak mapolsek pasarbaru (rentang waktu yg cukup lama untuk pihak mapolsek Pasarbaru melakukan pengembangan dan penangkapan). Izin komandan kiranya dapat memberikan penjelasannya? tks.
 
Konfirmasi humas kepada awak media " Bos aku sedang dirumah sakit adam malik medan. Karena orang tua sedang sakit. Lalu awak media meminta nomor handphone Jupernya kepada pak humas. Dan langsung dikirimkan pak humas.
 
Lebih lanjut awak media melakukan konfirmasi melalui via whatsapp kepada Juper yang menangani perkara ini sekira pukul 08.16 wib, namun sampai berita ini dilansir ke redaksi Juper belum membalas walaupun pesan sudah dibaca. 
 
Disisi lain Pemerhati Hukum Syahrial Sirait. SH angkat bicara " Saya sangat memberikan apresiasi kepada pihak Mapolsek Pasar Baru yang sudah melakukan tugasnya dengan baik dan pelaku diberikan dugaan sangkaan pasal 170 Yo 351 KUHAPidana. 
 
Namun setelah kejadian tersebut ke 4 (empat) orang pelaku langsung melarikan diri, dan pihak Mapolsek Pasar Baru melakukan penhejaran terhadap ke 4 orang pelaku selama 17 bulan dan berhasil mengamankan salah satu pelaku (R) pada hari Rabu, tanggal (17/07/19, sekira pukul 10.00 wib. 
 
Yang mana setelah itu pelaku (R) sudah ditahan di Mapolsek Pasar Baru tak lama pelaku diberikan penangguhan penahanan oleh Mapolsek Pasar Baru.  Dalam hal juklak proses penangguhan penahanan untuk tersangka memang benar adalah kewenangan dari pihak Kepolisian. Dimana kemungkinan berdasarkan alasan subjektif dan obje tifnya.
 
Namun mengingat, menimbang dan memperhatikan para pelaku tidak kooperatif terhadap apa yg di perbuatnya kepada korban dan 17 (tujuh belas) bulan lamanya mereka melarikan diri. Rentang waktu penangkapan yang cukup lama yang dilakukan Mapolsek Pasar Baru terhadap ke 4 orang pelaku. Mungkin dengan hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan pihak Mapolsek Pasar Baru untuk tidak memberikan penangguhan penahanan terhadap pelaku yang diamankan. 
 
Dikhawatirkan kalau si pelaku bebas berkeliaran (tidak ditahan)  dan dilihat oleh si korban ataupun keluarga korban akan terjadi pemukulan kepada pelaku dan begitu juga sebaliknya. Sehingga mengakibatkan perkara yang baru. Kalau seandainya terjadi hal tersebut siapa yang akan bertanggung jawab? Ucapnya.
 
Disisi lain P (40). Yang mana salah satu keluarga dari pihak korban mengharapkan kepada Pihak Kepolisian yang menangani perkara ini agar menahan pelaku di Mapolsek Pasar Baru dan melanjutkan serta melimpahkan segera perkara ini kepada pihak kejaksaan, agar tidak berlarut-larut dan kamipun mendapatkan kepastian hukum.harapnya.
 
Lebih lanjut P(40) menambahkan kami sebagai keluarga korban sangat keberatan dan kecewa dengan proses hukum yang dilakukan oleh Mapolsek Pasar Baru dalam menangani perkara kami  ini dan kami akan buatkan juga laporannya kelada KAPOLDA SUMUT. tambahnya. (Redaksi/time)
Limapuluh (Polmas Poldasu) - Pelaksanaan Pers Releasse 05 Agustus 2019, Pukul 14 : 00 wib, Didepan Pelataran Ruang Sat Reskrim, Kepolisian Resort Batu Bara. Kasus Tindak Pidana Penipuan atau penggelapan dengan Laporan Polisi Nomor : LP /166/Vll/2019/SU/Res Batu Bara, 02 Juli 2019.
 
Tepatnya di bulan April tahun 2018 setelah tersangka ( Nur Dosni Riana. Br Saragih ) Mengetahui Pekerjaan suami Rosanni Br Sipayung (Frendly Tamsar ) Merupakan Honorer di Pemko Medan, Selanjutnya tersangka mengatakan, Bahwa : Dirinya dapat menguruskan PNS di Kabupaten. Simalungun.
 
Sudah banyak orang yang lulus menjadi PNS dan sudah bekerja di Pemkab Simalungun. Terang ( Tersangka) Dikarenakan  Rosanni. Br Sipayung,  mengatakan tidak mempunyai uang untuk mengurus PNS, Selanjutnya tersangka ( Nur Dosni Riana Br Saragih ) menyambut perkataan Rosanni. Br Sipayung, untuk masuk menjadi PNS Kan bisa dijual atau digadaikan apa yang bisa di jual atau di gadaikan sesuai dengan nilai rincian biaya pengurusan ( Frendly Tamsar ) menjadi PNS sebesar Rp 95.000.000.( Sembilan puluh lima juta rupiah ) Dan untuk pengurusan PNS (Rosanni Br Sipayung) Sebesar Rp 120.000.000 (Seratus dua puluh juta rupiah).
 
System pembayaran pembiayaan senilai Rp 100.000.000 ( Seratus juta rupiah) diberikan langsung cas.  Ada juga melalui pengiriman atau transfer lewat Bank Sumut, Unit Kebun Kopi Kecamatan. Sei Suka. Kabupaten, Batu Bara sebanyak 6 kali transfer, hingga bulan april 2019 Penyerahan uang keseluruhannya. Nilai total Rp 255.000.000 (Dua ratus Lima puluh lima juta rupiah), 
 
Tindak Pidana Penipuan Diatur dalam Pasal 378 KUHP, Sedangkan tindak pidana penggelapan diatur dalam pasal 372 KUHP. 
 
Dilihat dari motifnya, Tindak Pidana Penipuan bertujuan untuk mendapat keuntungan, dengan mendapatkan barang, diberikan utang, ataupun dihapuskan utang. Orang yang melakukan tindak Pidana Penipuan diancam penjara maksimal 4 tahun. Pasal 378 KUHP selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
 
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun Rangkaian Kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana Penjara paling lama empat (4) tahun.
 
Sedangkan tindak pidana penggelapan dilihat dari Motifnya bertujuan untuk memiliki barang atau uang yang ketika itu ada dalam penguasaanya yang mana barang atau uang tersebut sebenarnya adalah kepunyaan orang lain. Pelaku Tindak Pidana Penggelapan diancam penjara maksimal empat (4) tahun. Selenglapnya pasal 372 KUHP berbunyi barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi yang didalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena Penggelapan dengan Pidana Penjara paling lama empat (4) tahun atau pidana denda Rp 900.000.000. (Sembilan ratus juta rupiah).
 
Selengkapnya Pelaksanaan Pers Releasse di Hadiri oleh Kasat Reskrim Kepolisian Resort Batu Bara AKP. PANDU WINATA, SH.SIK MH., KBO Reskrim Kepolisian Resort Batu Bara. IPTU P. SIALLAGAN, SH. dan Personil Sat Reskrim Kepolisian Resort Batu Bara. Serta dihadiri juga oleh. Para Wartawan Media Cetak dan Elektronik, Kabupaten .Batu Bara. (R. Hutagaol)
Limapuluh (Tabloid Polmas Poldasu) - Personil Sat Reskrim Kepolisian Resort Batu Bara, Amankan. ( Nur Dosni Riana. Saragih, ) 31 Juli 2019 Pukul 21 : 00 wib. Seorang Ibu Rumah Tangga, Tempat tanggal lahir. Mariah Raya, 23 September 1978. Jln Jaya Tani. Gang Anggrek III No O9 Lingkungan, II Medan.  Adapun Tindak Pidana yang dilakukan, kepengurusan PNS Serta dapat meluluskan para korbanya menjadi PNS di Kabupaten Simalungun. 
 
Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) DI BANK SUMUT Kebun Kopi, Kecamatan, Sei Suka. Kabupaten. Batu Bara. Selanjutnya Personil Sat Reskrim Kepolisian Resort Batu Bara melakukan Penggeledahan terhadap tersangka Nur Dosni Riana. Saragih. Ditemukan Bukti transfer Uang tunai sejumlah Rp. 270.000.000,- ( Dua Ratus Tujuh Puluh Juta Rupiah ) Melalui Rekening Bank Sumut milik korban. Yang di transfer ke no Rekening Bank Sumut Atas Nama : Nur Dosni Riana. Saragih. 
 
Berdasarkan. LP/166/VII/2019/Reskrim tgl 02 Juli 2019 Dengan Pelapor  A/n. Erika Br. Parangin Angin.
Sp Kap/231/VII/Res.1.8./2019/Reskrim. 
Sp Dah/55/VII/Res.1.8./2019/Reskrim.
Sp Gas/460/VII/Res.1.8./2019/Reskrim.
 
Selanjutnya.  Personel Sat Reskrim Kepolisian Resort Batu Bara Yang melakukan Penangkapan berikut Penggeledahan terhadap tersangka Dosni Riana. Br. Saragih. adalah IPTU R. SIPAYUNG.S.H., AIPDA. SUGIARTO dan BRIPTU. DEDY GUNAWAN. 
 
Selanjutnya, Penangkapan yang disertai Penggeledahan di Saksikan oleh ROBEN. P PURBA (Anak Kakak kandung tersangka ) ROSENANI.Br.SARAGIH (Adik Kandung Tersangka), Erika.Br. Perangin angin ( Pelapor ), IPTU HERLY. Br DAMANIK ( Personil Polres Siantar ) , YOHANES SIAHAAN ( Tetangga Tersangka)
 
Barang bukti yang turut di sita berupa,1(satu) Pasang Pakaian PNS Warna Coklat, 3 ( Tiga)  Buku Tabungan Bank Sumut. A/n. Nur Dosni Riana. Saragih, Tempat Kejadian Perkara (TKP)  Penangkapan dan Penggeledahan. Jln. Sisingamangaraja. Kelurahan Bukit Sopa. Kecamatan. Sitalasari Kodya P. Siantar  ( Depan Kampus USI )  Tindakan selanjutanya, Dalam Proses Pemeriksaan Sat Reskrim Kepolisian Resort Batu Bara.
Page 1 of 3
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo