Kisaran ( Polmas ) satreskrim Polres Asahan berhasil meringkus Adi Syahputra (25), satu dari tiga pelaku penjambretan yang selama ini sering beraksi di Kota Kisaran.

Selain Adi Syahputra, Tim yang dipimpin langsung Kanit Jahtanras Ipda Mulyoto SH turut mengamankan penadah barang hasil kejahatan pelaku, berinisial JA alias Jefri, berikut barang bukti 1 unit Hp merk Vivo milik korbannya.

“Kejadiannya pada tanggal 5 Juli kemaren, sore sekitar jam 4. Saat itu pelaku ini sama dua temannya, Udin (DPO) dan Herman (DPO) naik dua kreta berangkat dari rumah orang itu menuju kota Kisaran, cari mangsa,” ucap Kapolres Asahan AKBP Faisal f Napitupulu S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky P Atmaja S.IK diawal pres rilis pengungkapan kasus, Senin (15-7-2019) sekira pukul 15.40 WIB, di Mapolres Asahan.

Lanjut Faisal, saat itu, di Jalinsum sekitaran Kebun Sei Dadap, ketiga pelaku melihat korban, yang saat itu berada di boncengan, memakai tas ransel.

Tanpa pikir panjang, pelaku Adi Syahputra yang saat itu seorang diri mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion tanla plat memepet korban dari sebelah kanan, dan langsung menarik tas ransel korban.

Begitu tas ransel berpindah tangan, pelaku Adi Syahputra langsung tancap gas, putar arah menuju Air Batu, diikuti pelaku Udin dan Herman.

Sesampainya di areal Kebun Sawit sekitaran Kecamatan Air Batu, ketiga pelaku membongkar tas ransel korban.

“Di dalam tas korban ada uang Rp 300 ribu, Hp merk Vivo dan sejumlah surat berharga milik korban. Setelah dibongkar, uang sama Hp diambil, surat-surat berharga milik korban kembali dimasukkan ke tas, trus tasnya dibuang. Habis itu ketiga pelaku berangkat ke rumah si Adi Syahputra, di Dusun IV Desa Bahung Sibatu Kecamatan Sei Dadap. Di situlah si Adi ini ngasih Herman sama Udin Rp 100 ribu per orang, Hp disuruhnya si Udin jualkan Hp,” ungkap Faisal.

Pada wartawan, JA, alias Jefri mengaku tidak mengetahui bila Hp yang ditawarkan pelaku Udin padanya merupakan hasil kejahatan.

“Curiga juga aku, kutanya kotaknya, tapi kata dia (Udin) hilang (kotak Hp). Ya dah trus kubayarkan. Satu kuta tujuh ratus (ribu) kubeli bang. Baru kali ini aku beli kayak gini,” kilah Jefri di sela-sela acara.

“Si Udin lari ke Malaysia kudengar. Kalo si Herman gak tau. Baru sekali bang. Dari Hp aku ngambil tujuh ratus (ribu), satu jutanya kukasih orang itu,” dalih Adi Syahputra ssesaat sebelum digiring ke balik Sel Mapolres Asahan.

“Pelaku (Adi Syahputra) terpaksa kita lumpuhkan, kita berikan tembakan terukur ke betis kaki sebelah kiri, karna coba lari saat pengembangan. Dua pelaku masuk dalam pencarian kita,” ucap Ricky P Atmaja usai kegiatan pada wartawan ( Denny

 

 

 

 

 

 

 

Medan(Polmas) - H.Ridoan Haharap(oppung) 65 tahun,membuat laporan ke POLRESTABES Medan Sektor Deli Tua dengan nomor STTLP/749/IV/20219. perihal hilangnya satu unit kedaraan bermotor roda dua miliknya,dari gerasi dari rumah Jalan Eka surya Gg melati No 30 dusun 8 desa kedai durian Deli serdang.

Menurut penuturan Ridoan harahap,sepeda motor Vario tahun 2011 No rangka MH 21JFK1.2EK2163664 Nomor mesin JFK1E1161767.An Kairuddin Ssi,BK 41245 AEY. itu, sehari harinya digunakan anak saya bernama Hidayat harahap untuk bekerja,namun hari Rabu 12 juni lalu sekitar jam 06 pagi hilang dari grasi rumah,pedahal dalam keadaan terkunci standart,"sebut Ridoan menceritakan pada wartawan jumat (05/7) lalu, dikawasan Asrama haji.

Dengan menunjukkan secarik bukti lapor dari POLESEK Deli tua tertanggal 13 juni. 2019 ditandatangani BA SPKT A Brigadir LE.Pasaribu, Oppung Harahap mengaku rugi sekitar 12 juta rupiah atas hilangnya sepeda motornya dan mengharap sepeda motornya bisa dapat kembali."sebut Ridoan harahap.

"Dan barang siapa yang mengembalikan kembali sepeda motor saya itu,,,!." saya akan beri hadiah 4 juta rupiah dan tidak akan saya  tuntut secara hukum dan dapat mengantarkanya ke Pos securty Asrama haji." imbuh Oppung harahap menambahkan.

Selain itu mantan PNS Dinas TRTB Medan ini juga mengharap keseriusan pihak Polresta Medan,cq Polsekta Deli tua,agar lebih  serius menindaklanjuti laporannya dan laporan masyarakat lain yang begitu sering kehilangan sepeda motor dan buat laporan ke jajaran Polri namun kendaraan yang hilang jarang dapat atau kembali kepada yang punya."sebut. Ridoan Harahap,mengharap.

Sementara itu Kapolsek Deli tua,ketika wartawan mau menkorfirmasi ke kantor Polsek dalam hal laporan Oppung ini,Kapolsek Delitua tidak berada dikantor.(KP)

Perdagangan (Tb. Polmas Poldasu) - Dua orang Pelaku Pencurian Handphone di Toko Raya Ponsel Jl. SM.Raja, Kel.Perdagangan I, Kec. Bandar, Kab.Simalungun terungkap pada tanggal (5/7/19).
 
Dari hasil laporan korban pada tanggal 15Juni 2019, Nomor : LP/48/VI/2019/Simal-Dagang. Tentang adanya Tindak Pidana Pencurian pada hari Sabtu tanggal 15 Mei 2019 sekira pkl 07.000 Wib, di dalam Toko Raya Ponsel Jln. SM. Raja Kel. Perdagangan I Kec. Bandar Kab. Simalungun.
 
Kapolsek Perdagangan AKP. Supendi .SH.MH memerintahkan personilnya melalui kanit reskrim Zikri Muamar S.I.K. untuk melakukan penyilidikan terhadap laporan tersebut.
 
Pada hari Kamis tgl 04 Juli 2019 sekira pkl 10.00 Wib Unit Lidik mendapat informasi yg layak dipercaya bahwa 2 (dua) unit Handphone merk VIVO Y95 warna merah milik korban tsb sedang berada ditangan yg diduga pelaku yg diketahui bernama DANI yg beralamat di Kelurahan Karya Jaya Kec. Rambutan Kota Tebing Tinggi.
 
Selanjutnya pada hari Jumat tgl 05 Juli 2019 sekira pkl 09.00 Wib anggota Lidik yg dipimpin Kanit Reskrim Polsek Perdagangan IPTU ZIKRI MUAMAR, S.I.K melakukan penyelidikan terhadap informasi tsb dan selanjutnya sekira pkl 12.30 Wib berhasil mangamankan yang diduga pelaku bernama RAMADANI SARAGIH als DANI dari rumahnya di Lingkungan II Kel. Karya Jaya Kec. Rambutan Kota Tebing Tinggi beserta Barang Bukti sesuai daftar Barang Bukti diatas.
 
Dari pengakuan Dani menuturkan bahwa dalam melancarkan aksinya tidak sendiri melainkan ditemani dengan Windi. selanjutnya sekira pkl 13.00 Wib pelaku WINDI ARIANGGA als WINDI diamankan dari rumahnya di Lingkungan II Kel. Karya Jaya Kec. Rambutan Kota Tebing Tinggi.
 
Time Lidik Polsek Perdagangan dalam penangkapannya berhasil mengamankan 2 orang pelaku antara lain ,
  1. RAMADANI SARAGIH als DANI, lk, 43 thn, islam, tidak menetap, alamat Lingkungan II Kel. Karya Jaya Kec. Rambutan Kota Tebing Tinggi.
  2. WINDI ARIANGGA als WINDI, lk, 29 thn, islam, tidak menetap, alamat Lingkungan II Kel. Karya Jaya Kec. Rambutan Kota Tebing Tinggi. 
Dan barang bukti berupa,
  • -1 (satu) buah Kotak Handphone merk VIVO Y95 dgn Imei yg tertulis pd kotak Handphone tsb adalah: Imei 1 863387044414693 dan Imei 2 863387044414685.
  • -1 (satu) buah Kotak Handphone merk VIVO Y95 dgn Imei yg tertulis pd kotak Handphone tsb adalah:Imei 1 863387044372719 dan Imei 2 863387044372701.
  • -1 (satu) unit Handphone merk VIVO Y95 warna merah dgn Imei 1 863387044414693 dan Imei 2 863387044414685.
  • -1 (satu) unit Handphone merk VIVO Y95 warna merah dgn Imei 1 863387044372719 dan Imei 2 863387044372701.
Kedua orang pelaku dan barang bukti sudah saat ini sudah diamankan di Mapolsek Perdagangan utk proses selanjutnya.
Kisaran ( Polmas ) Karyawan penderes getah karet PT. Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kebun Tanah Raja Estate Divisi IV Desa Pulo Bandring Kecamatan Pulo Bandring temukan jasad pria yang sudah membusuk di sumur tua pada areal perkebunan PT BSP pada Kamis (4/7) sekitar pukul 08.00 WIB.
 
Kapolsek Kota Kisaran,Iptu Eddy Siswoyo didampingi Kanit Reskrim Ipda Arbin Rambe SH menjelaskan,penemuan sesosok mayat itu berawal dari kecurigaan dua orang pekerja di areal  perkebunan karet milik PT BSP Kisaran.
 
"Setelah memastikan bahwa didalam sumur tua itu adalah mayat,kemudian mereka melaporkan kepada Kepala Dusun (Kadus) Kusri Hariati yang seterusnya menghubungi Polsek Kota Kisaran," ungkap Iptu Eddy Siswoyo kepada awak media tabloid Polmas poldasu  pada Senin (4/7).
 
Iptu Eddy Siswoyo menjelaskan,berdasarkan keterangan dari beberapa para saksi,diketahui bahwa mayat laki-laki yang berada didalam sumur itu adalah warga Bunut Barat yang bernama Bobby Chandra (25).
 
Kapolsek Kota Kisaran menjelaskan,sehabis dievakuasi dari dalam sumur tua,jasad mayat laki-laki tersebut kemudian langsung dibawa ke RSUD di Kota Pematang Siantar untuk proses autopsi. 
 
Sementara itu,Wakijan (48) dan Untung (50), saksi yang berprofesi sebagai penderes di areal perkebunan itu kepada wartawan  menjelaskan,awalnya dirinya bersama rekannya mencium aroma bau busuk yang menyengat dan diduga berasal dari dalam sumur tua yang sudah tidak digunakan lagi.
 
"Karena curiga,kami kemudian mendatangi sumur itu,dan terkejut ketika melihat sesosok jasad manusia yang sudah mulai membusuk dalam posisi telungkup," terang mereka berdua.
 
Berdasarkan amatan,proses evakuasi terhadap jasad korban berlangsung cukup lama,hal itu dikarenakan lokasi sumur yang dinilai cukup sempit. (Denny)
Limapuluh (Tabloid Polmas Poldasu) - 17 Juni 2019 pukul 14.00 Wib. Depan Ruang Sat Reskrim Kepolisian Rssort  Batu Bara. Gelar Rekontruksi, Kasus Dugaan Tindak Pidana Penangkapan, Penyimpanan, kepemilikan, dan dugaan memperniagaan satwa jenis Belangkas yang dilindungi. Tempat Kejadian Perkara, Dusun kedai Sianam, Desa Guntung Kecamatan, Lima Puluh Kabupaten. Batu Bara dengan Tersangka  Khairul Muslim. ( Melarikan Diri ).
 
Hasil tangkapan : 338 Ekor
Hidup : 196 Ekor, Mati 142 Ekor,
 
Selanjutnya Belangkas yang hidup dilepaskan di Pesisir Laut kecamatan. Datuk Lima Puluh. Kabupaten, Batu Bara. Gelar kegiatan tersebut dihadiri,
  • Kasat Reskrim  Kepolisian Resor Batu Bara. AKP.PANDU WINATA.SH.SIK MH.
  • KBO Reskrim. IPTU. P.SIALLAGAN, SH.
  • Kanit Reskrim Polsek Lima Puluh. IPDA JR. SITORUS, SH.
  • Pegawai Dinas Kehutanan Asahan.
  • Personil Sat Reskrim, Kepolisuan Redort. Batu Bara.
  • Para Wartawan Media Cetak dan Elektronik Kabupaten. Batu Bara.
Page 1 of 12
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo