Tanjung balai ( Polmas )  Personel Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polres Tanjungbalai menggagalkan penyeludupan sebanyak 9,6 kilogram sabu-sabu dan 9820 butir pil ekstasi asal Malaysia, Sabtu (13/7/2019) kemarin.

Polisi berhasil meringkus Sofyan Hadi (45)–warga Jalan Jenayah, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai–satu dari empat tersangka yang sempat berangkat dari perairan Malaysia menaiki kapal nelayan KM Hati M Jaya.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai dalam konferensi pers di halaman Kantor Satpol Air, Senin (15/7/2019) mengatakan, pengungkapan itu berawal dari kecurigaan petugas.

 

“Tersangka SH ini adalah Anak Buah Kapal (ABK). Dia dijanjikan mendapat upah Rp10 juta apabila narkotika jenis sabu dan pil ektasi ini sampai ke Tanjungbalai,” ungkapnya.

Namun, 3 rekan Sofyan Hadi–juga warga Kota Tanjungbalai–dalam upaya penyeludupan narkoba tersebut, masing–masing berinisial U, D dan F, berhasil meloloskan diri dari sergapan polisi.

“Status ketiganya kini masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keempat pelaku ini semula berangkat ke Malaysia dengan menggunakan sebuah kapal. Start awal keberangkatan mereka dari belakang PT Timur Jaya, Kota Tanjungbalai, tepatnya hari Jumat (12/7/2019) sekitar pukul 5.00 subuh,” beber Irfan.

Penangkapan Sofyan Hadi, jelasnya, berawal dari kecurigaan personel Sat Polair ketika melihat kapal penangkap cumi-cumi yang dinaiki para tersangka, karena tidak memasang lampu penerang.

“Personel Sat Polair menggunakan kapal patroli pada saat itu melakukan pengecekan terhadap kapal–kapal yang melintas. Melihat kapal cumi yang dinaiki keempat pelaku itu tidak menggunakan lampu, muncul kecurigaan personel,” kata dia

Selanjutnya, petugas kemudian membuntuti kapal penangkap cumi tersebut. Setibanya di depan kedai terapung di Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan, yang menjadi lokasi kapal cumi tersebut sandar, petugas Sat Polair langsung merapat dan melakukan pemeriksaan.

“Pada saat dilakukan pengecekan, keempatnya masih lengkap di sana. Mereka pada saat itu sedang ngopi,” jelasnya.

Namun sesaat kemudian, personel Sat Polair yang melakukan pemeriksaan sedikit lengah. Hal itu kemudian dimanfaatkan teman-teman Sofyan untuk melarikan diri.

“Ketiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dengan cara melompat kesungai,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, seluruh narkotika tersebut adalah milik D yang berperan sebagai nakhoda kapal dan koordinator barang haram tersebut.

“Pemesan barang narkotika itu berinisial D. Dia dalam kasus ini adalah nakhoda dan pemilik kapal. Personel kita semula telah melakukan pengembangan terhadap si D ini. Namun pada saat hendak dilakukan penangkapan, tersangka D ini bersama dengan istrinya sudah tidak ada lagi berada di rumahny di kawasan PT Timur Jaya,” rinci Irfan.

Orang nomor satu di Polres Tanjungbalai ini menambahkan, seluruh barang bukti narkotika itu ditemukan personel Sat Polair tersimpan di dalam kotak fiber ikan.

“Seluruh barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ektasi ini ditemukan di dalam sebuah goni pada saat petugas melakukan penggeledahan terhadap sebuah kotak fiber warna orange yang berada di atas kapal cumi tersebut,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan 5 unit HP milik keempat tersangka sebagai barang bukti.

AKBP Irfan Rifai juga menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sumut untuk melakukan penyelidikan selanjutnya terhadap hasil percakapan melalui HP tersebut.

“Sebuah kapal cumi KM Hati M Jaya bermesin dompeng yang dijadikan sebagai armada dalam kasus penyeludupan barang narkotika ini diamankan untuk dijadikan sebagai barangbukti hasil kejahatan. Tersangka SH terancam dengan hukum penjara selama 6 tahun hingga hukuman mati,” pungkasnya. ( Denny ) 

Limapuluh (Tabloidpolmaspoldasu) - Kapolsek Medang Deras, AKP.M.Oktavianus.SE bersama Personil ringkus seorang tersangka Penyalaguna Narkotika jenis Sabu, Warga Dusun Tasak Lama. Desa Lalang Kecamatan. Medang Deras. Kabupaten. Batu Bara, Ridwan.Hasibuan (41) yang memiliki pekerjaan sebagai Nelayan.
 
Kronologis Penangkapan, Bermula dari informasi masyarakat 08 juli 2019 Pukul, 17 : 15 wib, Bahwa, ada transaksi atau peredaran Narkotika jenis Sabu, di Sei Padang, Dusun Sono Desa Lalang, Kecamatan, Medang Deras. Kabupaten. Batu Bara, Setelah Mendapatkan informasi tersebut, Personil Kepolisian Sektor Medang Deras,Yang dipimpin langsung Kapolsek AKP.M.Oktavianus.SE
Berangkat Ke TKP.
 
Selanjutnya terpantau beberapa orang laki-laki sedang duduk- duduk di depan rumah warga, tepatnya di pinggir sungai kemudian personil polsek langsung melakukan penggeledaan pada seorang laki2 ( Ridwan.Hasibuan ) 41 tahun. yang menyandang tas kecil warna hitam seketika dilakukan penggeledahan isi tas hitam tersebut di temukan, Narkotika jenis Sabu.
 
Seketika dipertanyakan, barang bukti tersebut di dapat dari laki-laki bernama SANGKOT yang merupakan anggota kepercayaan ITIN (Bandar).
 
Selanjutnya personil polsek melakukan pengembangan dan penggeledaan di rumah ITIN (bandar), dimana di ketahui bahwasanya SANGKOT tinggal di rumah ITIN, namun personil tidak menemukan keberadaan ITIN dan SANGKOT  di dalam rumah tersebut,  Pihak kepolisian yang disaksikan Kepala  setempat hanya menemukan 1 (satu) buah BONG dan kaca VIREK yang berisi sisa SABU.
 
Barang bukti yang disita dari tersangka Ridwan.Hasibuan ( 41 ).  2 (dua) bungkus plastik klip besar transparan yang berisi narkotika jenis sabu-sabu. 1 (satu) bungkus plastik klip kecil transparan yang berisi narkotika jenis sabu-sabu. 1 (satu) bungkus plastik besar transaparan yang berisi plastik kecil transparan. Uang tunai Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) hasil penjualan sabu.
  • 1 (satu) buah gunting kecil.
  • 2 (dua) buah mancis warna merah.
  • 4 (empat) buah pipet.
  • 1 (satu) buah kompeng warna merah.
  • 2 (dua) buah pisau lipat.
  • 1 (satu) buah tas kecil warna hitam.
  • 1 (satu) buah HP warna hitam merek MITO.
  • 1 (satu) buah cas HP.
  • 1 (satu) bong lengkap dengan kaca virek.
Sementara Tindakan yang dilakukan pihak kepolisian dan Mengamankan tersangka berikut barang bukti guna proses lanjutan ke Sat Narkoba Kepolisian Resort Batu Bara. (Rizal Hutagaol)
Serbelawan (tabloidpolmaspoldasu) - Personil Polsek Serbelawan berhasil amankan 1,22 gram narkotika Jenis Sabu dari tangan  Nelson Parningotan Lumban Tobing alias Ucok Tobing di Kampung Purwosari, Nagori Dolok Tenera, Kec. Dolok Batu Nanggar, Kab. Simalungun, tepatnya pada hari kamis 4 Juli 2019, sekira pukul 22.00 wib.
 
Dari hasil Informasi masyarakat yang diterima, tanggal 4 Juli 2019 sekira pukul 21.30 wib, tentang adanya seorang pria mencurigakan memiliki Narkotika Jenis Sabu di daerah depan rumah pak Bromo yang beralamat Kampung Purwosari, Nagori Dolok Tenera, Kec. Dolok Batu Nanggar. Kab. Simalungun.
 
Kapolsek Serbelawan LESTON SIREGAR. SH, langsung memerintahkan Personilnya untuk langsung meninjau lokasi tersebut.
 
Sesampainya dilokasi time polsek Serbelawan langsung mengamankan tersangka NELSON PARNINGOTAN LUMBANTOBING Als UCOK TOBING, Lk, 44 thn, Protestan, Pek. Tidak Menetap, Pend. Terakhir SMP, WNI, Al. Kp. Purwosari Nag. D. Tenera Kec. D. Batu Nanggar Kab. Simalungun.
 
Dari tangan tersangka tim polsek Serbelawan mengamankan, 
- 1 kotak rokok merk Red Bold warna biru yg di dalamnya berisi 8 bungkus plastik klip ukuran kecil berisikan serbuk diduga Narkotika jenis Sabu (Berat bruto 1,22 gr)
- 1 lembar uang kertas pecahan Seratus Ribu Rupiah.
- 2 lembar uang kertas pecahan Lima Puluh Ribu Rupiah.
 
Pelaku dijerat dengan undang-undang No.35 tahun 2009. Tentang Narkotika dan selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolsek Serbelawan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.(AHS)
Tanjung Balai Asahan (Tabloidpolmaspoldasu) - Tim BNN menerima info dari masyarakat tentang adanya transaksi besar Narkotika Jenis sabhu dan pil ekstasi yang berasal dari Malaysia dan diserahterimakan ditengah laut  antara kapal ke kapal ( ship to ship), dan memcurigai adanya speed boad  yang berlabuh di perairan Tanjung Balai Asahan membawa narkotika yg diambil dari wilayah perbatasan Malaysia pada hari selasa tanggal 2 Juli 2019.
 
Berdasarkan informasi tersebut , Team BNN kemudian melakukan penyelidikan dan mencurigai sebuah mobil inova warna hitam no pol BK 1430 HG dan mengikuti mobil tsb ( dgn tehnik survilance).
 
Saat mobil tersebut keluar dari sebuah rumah menuju jalan raya, sekitar pukul 17.15 Wib, tepat di perlintasan  rel kereta api Simpang Warung  Kisaran ,mobil innova tersebut  dihentikan dan digeledah. Dari hasil penggeledahan ditemukan bahwa didalam mobil ditemukan 3 (tiga ) ban dalam mobil yg berisi narkotika jenis sabhu dan ekstasi serta mengamankan 2 penumpang an ADI PUTRA als TISON dan ARDIANSYAH als YUNI. 
 
Selanjutnya dari hasil keterangan kedua orang tersebut bahwa mereka masih menyimpan narkotika di sebuah rumah di Lubuk palas,Asahan. Dan 
Kemudian team BNN mendatangi rumah tersebut dan menemukan 1 (satu) ban dalam mobil yg berisi narkotika di belakang rumah dan berhasil mengamankan 1 orang penunggu rumah an. FADLI.
 
Dari pemgamanan ke tiga tersangka kemudian tim BNN melakukan pengembangan atas kasus tersebut untuk mencari pelaku lainnya  dimana diketahui salah satunya menggunakan mobil Honda Jazz No.Pol :  BK 1004 VP yang melintas ke arah Batubara.
 
Sekira pukul 17.30 Wib, Team BNN melakukan pengejaran dan menemukan mobil Honda Jazz tersebut dengan kecepatan tinggi menuju ke arah batu bara.
 
Selnjutnya pada saat melakukan pengejaran  mobil tersebut. Tiba-tiba tim BNN disalip oleh sebuah mobil Avansa No.Pol : B 1321 KIJ dan ketika Tim BNN akan menyalip Mobil Avansa tersebut tidak memberikan jalan dan berusaha menghalang-halangi. Namun demikian team terus melakukan pengejaran.
 
Dan sekira   pukul 18.30 Wib Team  BNN berhasil menangkap  Honda Jazz tersebut dan mengamankan 2 penumpangnya an. HANAFI dan AMIRUDIN di Jalan Perintis Kemerdekaan Batubara, namun mobil Avansa berhasil lolos dari pengejaran menuju ke arah pelabuhan. 
Kemudian team berupaya mencari mobil Avansa tersebut ke arah pelabuhan, namun tidak berhasil menemukannya. 
 
Time BNN terus mengembangkan terhadap para pelaku lainnya dan pada hari Rabu tgl 3 Juli 2019 sekira pukul 01.30 Wib, team BNN berhasil menangkap 2 (dua) orang pelaku lainnya an. ZUL dan NAZAR di sebuah rumah di dalam perkebunan sawit di daerah Teluk Dalam, Kab  Asahan. 
 
Kemudian Team BNN terus mengembangkan terhadap pelaku lainnya yang diketahui berada di wilayah Deli Serdang. 
 
Pada saat Team BNN sedang melakukan pencarian tepatnya di Jalan Perhubungan Laut Dendang, Medan Tembung, Sumut,  yang mana di lokasi ini Team BNN menemukan kembali mobil avanza putih BK 1321 KIJ yg berhasil lolos dari tangkapan. 
 
Selanjutnya team berupaya untuk menghentikan mobil tersebut, namun mobil tersebut masih tetap berusaha untuk melarikan diri bahkan menabrak dan berupaya mencelakai serta membahayakan petugas.!
 
Melihat kondisi yg demikian Team BNN terus melakukan pengejaran dan berupaya memberikan peringatan dengan beberapa kali tembakan namun tidak dihiraukan justru mobil Avansa tersebut terus melarikan diri, sehingga petugas mengarahkan tembakan yg terukur ke mobil tersebut. 
 
Setelah terjadi kejar- kejaran akhirnya mobil  avanza tersebut berhenti dan ketika sudah berhenti terlihat beberapa orang ke luar dari mobil dan melarikan diri. Time BNN pun melakukan pemeriksaan di dalamnya terdapat 3 orang penumpang an SULAEMAN, M. YUSUF dan M. YASIN, dimana dari 3 penumpang tersebut ditemukan 2 orang penumpang yg luka yaitu an. M.YASIN dan M. YUSUF. 
 
Selanjutnya Petugas berupaya memberikan pertolongan kpd yg terluka dengan membawa ke RS. Haji Medan. Setibanya di rumah sakit, M.YASIN dinyatakan meninggal dan M. YUSUF mengalami luka pada betis  kaki kiri dan saat ini dirawat di RS Bhayangkara,
 
Kemudian pada tgl 3 Juli 2019 sekira pukul 16.15 wib Team BNN berhasil menangkap 1 (satu) orang pelaku lainnya an. TARMIZI als GENG di salah satu rumah milik Nisa di Gg. Riski, Bandar Klipa, Kec Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang dan menemukan 
 
Dari hasil seluruh penangkapan TIM BNN Pusat ditemukan barang bukti 
narkotika yang dikemas didalam 
4 (empat) ban dalam mobil yg berisi narkotika : - sabhu sebanyak 70 bungkus dengan berat 81.862,6 gram 
- ekstasi 20 bungkus dengan jumlah 102,657 butir.
 
Dan juga mengamankan barang bukti non narkotika sebagai berikut : 
 - 1 mobil Toyota Inova BK 1430 HG
- 1 mobil Honda Jazz BK 1004 VP
- 1 mobil inova BK 1144 VI
- 1 mobil CRV No.Pol  BK 1735 KY
- 1 mobil CRV No. Pol BK 1832 UO
- 1 mobil Avansa B 1321 KIJ
- Beberapa alat komunikasi ( HP) 
 
Hasil dari pengembangan BNN Pusat berhasil mengamankan tersangka yang bernama : 
1) Adi Putra a
2) Ardiansyah 
3) Fadli 
4) Hanafi 
5) Amirudin 
6) Zul AB 
7) Nazarudin 
8) Tarmizi
 
Juga Turut diamankan para penumpang Avansa B 1321 KIJ : 
1) Sulaeman
2) M. Yusuf Adi Putrama ( luka tembak di betis kaki kiri) 
3) M. Yasin ( MD) 
4) Sofyan Hidayat
5) Roby S
 
Saat ini tersangka dan Barang Bukti diamankan di BNNP Sumut untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.
(Mhd. Aliaman Hamonangan Sinaga, SE)
Tanjung Balai-Asahan (Tabloidpolmaspoldasu) - Time Badan Narkotia Nasional (BNN) kembali mengamankan sindikat pengiriman narkoba ke Lapas Pariaman. Sindikat yang baru saja diamankan tersebut atas nama Wasis yang merupakan pengangkut narkoba dari Malaysia. 
 
“Tim BNN kembali berhasil melakukan penangkapan terhadap transporter hasil pengembangan tersangka sebelumnya,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (22/6) dikira pukul.15.10.wib
 
Arman menjelaskan, tersangka Bob dan Angga menyatakan bahwa barang narkoba yang mereka bawa diterima dari tersangka Wasis. Barang bukti narkoba baik ekstasi maupun sabu sendiri kata Arman, berasal dari Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut menggunakan kapal nelayan. “Dengan modus transaksi antarkapal ditengah laut,” kata dia.
 
BNN berhasil meringkus Wasis di sebuah warung Lapo Tuak di Jalan S Parman, Tanjung Balai Asahan. Selanjutnya dari Wasis, petugas juga mengamankan barang bukti tiga bungkus ekstasi.  
 
“Tim juga melakukan penggeledahan dan berhasil mengamankan tiga bungkusan berisi 30 ribu butir ekstasi merk LEGO berwarna biru,” ujarnya.
 
Selanjutnya, para tersangka tengah dibawa ke kantor BNN untuk pemeriksaan dan pengembangan selanjutnya. Serta menjemput Pendi yang merupakan pemesan narkoba dari Lapas Pariaman.(Mhd.Aliaman.H.Sinaga,SE.)
Page 1 of 4
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo