Poldasu Ringkus Pegawai Kantor Kemenkum dan HAM Curi Sepeda Motor di Kantor Sendiri

By March 27, 2019 21
Medan (POLMAS) - Subdit III/Jahtanras Polda Sumut mengamankan dua tersangka pencurian dengan pemberatan di Parkiran Kemenkumham yang berada di Jalan Putri Hijau No 4, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
 
Keduanya masing-masing, Dedi Syahputra Nasution (33) warga Jalan Tiung No 20, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, dan Rijaldy Harahap alias Rijal (36) warga Jalan Enggang 19, No 155, Kelurahan Kenangam Lama, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.
 
"Mereka ini diamankan berdasarkan pelimpahan dari Polsek Medan Barat berdasarkan surat laporan nomor LP/91/III/2019/SPKT RESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARAT, tanggal 20 Maret 2019," kata Wakil Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Donald Simanjuntak, Selasa (26/3/2019) seraya menyatakan Rijal sebagai perantara untuk mencari penadah.
 
Ia menceritakan kejadian berawal pada Selasa (19/3/2019) sekitar pukul 07.00 WIB. Tersangka Dedi Syahputra Nasution (33) warga Jalan Tiung No 20, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang datang dan masuk ke Kantor Kemenkumham Wilayah Sumatera Utara dengan berjalan kaki,
 
Dia menggunakan jaket motif garis liris-Iiris warna Putih Hitam dan menggunakan baju pegawai Kemenkumham.
 
Selanjutnya, kata Donald, sekitar pukul 12.00 WIB tersangka Dedi Syahputra mengambil sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam dengan nomor polisi BK 5845 AGZ milik korban yang diketahui bernama Yan Putra Jalo (24) warga Jalan Bromo Raya, Perumahan Bromo Bisnis Center No 27, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.
 
"Tersangka mengambil motor itu karena kuncinya tertinggal di lokasi parkiran. Dan tersangka membawa pergi motor tersebut," ujarnya.
 
Saat Dedi keluar dari area perkantoran dengan menggunakan sepeda motor curian, sambungnya, dilihat oleh satpam yang diketahui bernama Dedy Prayetno.
 
"Motor curian dibawa ke rumah tersangka Rijaldi Harahap alias Rijal dan mengajaknya untuk menjual motor curian ke penadah," terangnya.
 
Masih dikatakan Donald, kedua tersangka menemui Said Rasyid untuk menjual sepeda motor itu kepadanya. Namun, sambungnya, Said Rasyid tidak mau membelinya dan Said menghubungi temannya yang acapkali dipanggil Keling.
 
"Dari keterangan Said, Keling mau membeli motor curian yang dicuri oleh Dedi," katanya.
 
Masih dikatakan Donald, Said menyuruh kedua tersangka untuk menemui Keling di Simpang Makmur. Setibanya di sana, akunya, kedua tersangka berhenti sebentar dan langsung menemui Keling.
 
"Disitu Keling langsung memberikan uang kepada tersangka Dedi sebesar Rp 3,4 Juta untuk satu unit motor curian itu,"ujarnya.
 
Ia menyatakan kedua tersangka melanggar Pasal 364 KUHPidana dan Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (Red)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved