Pegasus Polrestabes Medan Ringkus Begal Sadis yang Buat Pedagang Mie Pangsit Tewas

By March 28, 2019 17
Medan (POLMAS) - Loei Wie Loen (66) warga Jalan Sungai Deli, yang meninggal dunia usai dibegal di Jalan MT Hariono, Kecamatan Medan Timur, berhasil diungkap oleh Pegasus Polrestabes Medan.
 
Loei Wie Loen ditemukan tewas di tepi Jalan pada Rabu (18/7/2018) lalu.
 
Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Loei Wie Leon yang dilakukan oleh Muhammad Arif (37), Jefri Sitorus (Meninggal Dunia) dan Ramadhan Manalu alias M (36) masih dalam pencarian (DPO).
 
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha, sebelumnya mengungkapkan, Jepri ditembak mati karena menyerang petugas yang membawanya saat melakukan pengembangan mencari barang bukti kejahatan pelaku.
 
"Tersangka terpaksa ditembak karena melukai personil. Personil kita mengalami luka sabetan senjata tajam di tangan kiri," kata Putu, Jumat (3/8/2018), lalu.
 
Pengungkapan kasus tersebut, sambung Putu, berawal setelah penyelidikan mereka atas laporan begal yang dialami oleh Helmina Romita Sipayung (30), warga Jalan Malaka Gang Saudara, Medan Perjuangan.
 
Helmina yang berprofesi sebagai guru ini dijambret ketika menumpangi ojek online saat melintas di Jalan Candi Biara, Petisah Tengah atau di belakang Hotel Adi Mulia, (24/7/2018) lalu.
 
Saat itu, pelaku yang menggasak tas korban menyebabkan korban terjatuh dari atas boncengan sepeda motor.
 
Kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi yang kemudian melakukan penyelidikan.
 
Sekitar lima hari kemudian, sambung Putu, mereka berhasil menemukan sebuah HP milik Helmina yang digasak pelaku.
 
"HP merek Oppo itu ternyata telah berpindah tangan ke seorang perempuan bernama Fauziah. Fauziah yang kami interogasi, mengaku bahwa HP itu ia beli dari tersangka Muhammad Arif seharga Rp 1 juta. Polisi pun mengejar Arif, yang kemudian diringkus tak lama berselang," kata kasat Reskrim Polrestabes Medan.
 
Pelaku Arif mengaku, sudah sering melakukan aksi penjambretan bersama Jepri Sitorus.
 
"Sering beraksi bersama Jepri Sitorus," ujarnya.
 
Untuk Jepri, diamankan pihak kepolisian di Jalan Balaikota. Jepri kemudian ditembak polisi di dada karena menurut polisi, ia menyerang polisi saat pengembangan.
 
"Jadi Kelompok ini juga yang melakukan penjambretan di Jalan MT Haryono dengan korban Loei Wie Loen (66). Warga Jalan Sungai Deli, yang akhirnya meninggal dunia karena terjatuh saat akan dirampok. Pelaku perampokan pedagang pangsit itu adalah Muhammad Arif dan seorang rekannya berinisial A, yang kini masih buron," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan.
 
Saat itu, kata Putu, kedua tersangka gagal merampok korban karena korban terjatuh dari motornya. Korban yang terkapar, ditinggal begitu saja oleh pelaku.
 
"Tak lama berselang, ada dua orang yang kemudian mencuri motor korban dan barang berharga korban yang terkapar. Keduanya pun telah ditangkap. Dengan begitu, tersisa satu orang tersangka utama yang masih diburu dan seorang penadah motor korban yang disate. Sang penadah kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Putu.
 
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha mengatakan, untuk pelaku penadah yang mencincang sepeda motor di botot, kini masuk dalam daftar pencarian orang.
 
"Kami minta yang bersangkutan untuk menyerahkan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Putu.
 
Pelaku Arif sendiri diketahui telah melakukan aksi merampas satu buah tas yang berisikan satu unit Handphone merk samsung dan satu unit Handphone Merk OPPO A57 dan kartu-kartu Identitas, yang mengakibatkan korban Helmina Romita terjatuh.
 
Untuk Jefri Sitorus yang meninggal dunia saat melakukan aksi berperan sebagai pengendara sepeda motor Suzuki Satria F warna hitam dengan nomor polisi BK 2501 ADS ketika melakukan pencurian.
 
Dari tangan kedua pelaku polisi berhasil amankan satu unit Handphone Merek OPPO A57 warna Putih, satu unit sepeda motor merk Suzuki Satria F Warna Hitam BK 2501 ADS, satu buah jaket warna biru liris merk longsida dan satu file rekaman CCTV.
 
Delapan bulan menghirup udara bebas, Ramadan Manalu (44) warga Jalan Pasar III, akhirnya berhasil diringkus Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan di seputaran Jalan Karya Wisata.
 
Ramadan Manalu merupakan satu dari tiga orang pelaku begal yang menewaskan Loei Wie Loen di Jalan MT Hariono Kecamatan Medan Timur pada Rabu (18/7/2018) lalu.
 
Dirinya pun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
 
"Jadi pegasus unit pidum di bawah pimpinan Kanit Pidum, Kasubnit Jatanras dan Pers Timsus mendapat informasi."
 
"Di mana pelaku pencurian dengan kekerasan, sedang berada di dalam rumah masyarakat di Jalan Karya Wisata Medan," kata Putu Rabu (27/3/2019).
 
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, begitu mendapat informasi team langsung bergerak menuju ke lokasi dan berhasil mengamankan Ramadan Manalu.
 
"Setelah kami lakukan interogasi terhadap pelaku ia mengakui perbuatannya, telah melakukan pencurian dengan kekerasan di Jalan MT Haryono Medan."
 
"Jadi ia memepetkan sepeda motornya ke arah korban hingga terjatuh bersama Arif yang sebelumnya sudah kami amankan," ungkap kasat.
 
Lebih lanjut dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Ramadan Manalu melakukan perlawanan saat diamankan.
 
"Pelaku ini melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Oleh petugas langsung memberikan tindakan tegas," kata Putu.
 
Ramadan Manalu merupakan residivis dua kali dengan kasus pemerasan.
 
"Ia ini dua kali masuk lembaga permasyarakatan untuk kasus pemerasan dan laporannya di Polsek Medan Barat dan Polsek Medan Timur," pungkas Putu. (Red)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved