Poldasu Sita Ilegal BBM Asal Aceh

By March 13, 2020 46

Medan (POLMAS) - Polda Sumut berhasil menggagalkan peredaran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal.

Dari informasi yang dihimpun, BBM ilegal tersebut berasal dari dari Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh ke Medan pada Sabtu (29/2/2020) lalu.

Wadir Reskrisus Polda Sumut, AKBP Bagus Suropratomo didampingi Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menjelaskan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat tentang rencana peredaran BBM ilegal.

Penangkapan itu dilakukan atas informasi masyarakat. Polisi kemudian melakukan penghadangan terhadap truk Colt Diesel nomor polisi BL 8595 Y saat melewati Gerbang Tol Megawati.

"Ketika kita hentikan, sopir truk tidak bisa memperlihatkan izin usaha pengangkutan BBM tersebut. Rencananya, bahan bakar ilegal ini akan dibawa ke Kecamatan Medan Marelan," ujarnya, Kamis (12/3/2020).

Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan dan meminta agar pengemudi menunjukkan dokumen izin niaga dan pengangkutan BBM sebanyak 48 drum setara dengan 9.600 liter tersebut.

Namun, sopir truk berinisial M (35), warga Desa Blang Seupang, Bireuen, Aceh, tidak dapat menunjukkannya sehingga langsung diamankan petugas ke Mapolda Sumut.

Dikatakan Wadirkrimsus, dalam pengakuan supir tersebut, jenis solar itu berasal dari penambang secara tradisional yang dilakukan masyarakat Desa Alu Puno, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

"Pemilik BBM itu inisial Y (28), warga Dusun Tgk Keujruen Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Aceh. BBM tersebut tujuannya ke Medan Marelan," kata Bagus.

Ditanya soal tindakan terhadap pemilik dan calon penadah BBM ilegal tersebut, Bagus menyebut, masih dalam proses pengembangan. Hingga kini, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian Aceh untuk menyelidiki pemiliknya bahan bakar minyak yang diduga ilegal.

"Masih terus kita dalami dan kembangkan," pungkasnya. Dari penangkapan tersebut, petugas kepolisian berhasil amankan barang bukti berupa truk Colt Diesel kuning BL 8595 Y.

Selain itu, tiga lembar salinan bon faktur kuning, 48 drum solar dan satu buku uji berkala kendaraan bermotor. Terhadap sopir dan kernet tersebut tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumnya di bawah lima tahun. Polisi menerapkan Pasal 53 huruf b dan huruf d UU RI No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas.(Rel)

 
 
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo