"Adakah Keterlibatan"?Kapolres Taput AKBP M.Saleh ,Dilaporkan Ke Mabes Polri Dan Kompolnas Oleh Seorang Warga Samosir.

By March 12, 2021 37

Samosir (Polmas Poldasu) -11/03/2021. Ketika Awak Media PolmasPoldasu Melakukan Komfirmasi ke Pihak pelapor melalui jaringan seluler membenarkan bahwa dirinya telah melaporkan Mantan Kapolres Samosir Ke Mabes Polri dan Kompolnas,atas dugaan Pelanggaran kode etik dan Penyalah Gunaan wewenang,dimana ketika masa kampanye Pilkada Samosir seorang warga Memesan Beras dalam ukuran besar ke Oberlin, berinisial RN,dan RN menyuruh untuk mengantarkan Pesanan beras tersebut ke Mapolres Samosir,ketika setelah berada di Mapolres Samosir Pesanan Beras RN dibongkar,dan pada saat itu Oberlin sempat menanyakan akan Perihal beras tersebut,tetapi RN tidak memberi tahu akan Perihal Pendana untuk pemesanan Beras, " Ada seseorang" Kata RN Ke Oberlin, tetapi Oberlin tidak menghiraukan hal tersebut,dan menurut Oberlin pemesanan Beras terus bergulir kurang lebih sepuluh kali pemesanan.

Kata Oberlin Via seluler " saya sedikit Curiga Terkait Beras tersebut,dimana menurut dia RN pernah dilihat Berfose bersama dengan salah satu pasangan Calon Bupati Samosir dan Oberlin menduga bahwa RN adalah salah satu Timses Vandiko/Timoteus.

Terkait dengan Pengaduan Tersebut Oberlin sudah dimintai keterangan oleh Komisioner Kompolnas dan kemarin 10/03/2021 Oberlin di periksa oleh Team Propam Polri dan Dimintai Keterangan.

Kembali ke Pembicaraan Via Seluler dengan Oberlin,dia mengatakan bahwa "ketika berselang tiga minggu setelah Pemesanan beras selesai,Staf dari Polres Samosir datang menjumpai Orangtua dari saudara Oberlin untuk meminta tanda tangan," orangtua Oberlin tidak merasa bahwa dia menjual beras ke Pihak Polres Samosir sehingga dia mempertanyakan hal itu ke staf Polres samosir,tetapi staf Polres Mengatakan "ini beras yang di beli si RN itu" ini sebagai SPJ kami" terkait berkas yang diminta di tanda tangan. Dan orangtua Oberlin menandatangani berkas tersebut.menurut Oberlin Kisaran nilai uang tersebut sebanyak Seratus duapuluh juta Rupiah.

Oberlin mengungkap, tiga hal sangat prinsip dilaporkannya mantan Kapolres Samosir itu. Yakni sikap netral dan kode etik, lalu dugaan penyalahgunaan wewenang serta dugaan tindak pidana korupsi saat pesta demokrasi di Samosir.

Atas data/Fakta yang dipegang, Oberlin dan kerabatnya berharap tindakan tegas dari Mabes Polri terhadap mantan Kapolres Samosir tersebut,agar ada efek jera terhadap Kapolres-Kapolres Berikutnya.

Kita minta kepada Kompolnas untuk memanggil dan memeriksa AKBP M Saleh yang kami duga melakukan penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi dengan mendukung salah satu calon Bupati Samosir atas nama Vandiko Gultom dan Martua Sitanggang dalam bentuk penyaluran beras untuk bantuan sosial Covid-19 tahun 2020 kepada masyarakat Samosir,” katanya.

Oberlin menyebut hari ini dia telah dimintai keterangan oleh Kompolnas mengenai laporan keterlibatan AKBP M Saleh dalam politik praktis.

Hari ini saya mendapat 12 pertanyaan dari tiga orang komisioner Kompolnas yang dimulai pada jam 10:00 wib pagi secara Virtual di Jakarta,” ujarnya.

Oberlin mengaku pada tanggal 8 Maret 2021 pihak Propam Mabes Polri sudah mendatangi kediamannya di Samosir.

Ditambahkan, kata Oberlin, pihak Propam Polri memintai keterangan juga seputar ketidak netralan dan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh AKBP M Saleh.

Saya berharap dugaan pelanggaran ini di proses secara Hukum yang berlaku di wilayah NKRI' ujar Oberlin.

Secara terpisah AKBP M Saleh saat ini menjabat sebagai Kapolres Tapanuli Utara, mengaku belum tau terkait atas pelaporan Dirinya ke Mabes Polri dan Kompolnas.

“Saya belom tau,baru tau ini” jawabnya singkat kepada Maspolin.id melalui WhatsApp.

Lamhot Silaban.

© 2021 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved