Kapolres Pakpak Bharat Bersama SMK N PGGS Ciptakan 30 Agen Perubahan Dalam Sosialisasi Perundungan Anak, Polres Pakpak Bharat : "Stop Bullying"

By MT November 22, 2021 39
Foto : Kapolres Pakpak Bharat Bersama SMK N PGGS foto bersama usai sosialisasi Perundungan anak,  di Gedung SMK PGGS  Foto : Kapolres Pakpak Bharat Bersama SMK N PGGS foto bersama usai sosialisasi Perundungan anak,  di Gedung SMK PGGS 

Pakpak Bharat (POLMAS)

Kapolres Pakpak Bhrat, diwakili Aipda Imanuel Depari, S.H bersama SMK N Pergetteng-getteng Sengkut, ciptakan agen perubahan berkat mengadakan sosialisasi Perundungan anak atau Bullying bagi siswa atau pelajar, tidak hanya siswa, bapak/ibu guru juga mengikuti sosialisasi ini dengan tujuan salah satu bentuk upaya sekolah dalam membangun iklim lingkungan sekolah yang ramah anak, nyaman dan aman dari bentuk aksi kekerasan maupun perundungan, di gedung SMK PGGS,  Aornakan, Pakpak Bharat, Senin, (22/11/2021).

Sosialisasi tersebut resmi dibuka Kepala Sekolah,  Sopian Manik, SPd, MSi, yang diikuti Puluhan siswa, Polres Pakpak Bharat serta guru. Turut hadir sebagai narasumber Kapolres Pakpak Bharat, berkelanjutan icon Si Pope (Si Polisi Penolong) yang diwakili Aipda Imanuel Depari, S.H. Dalam paparannya dihadapan siswa,   Depari menjelaskan Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.

Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya. Depari juga menjelaskan, Bullying bukan hanya terjadi dikalayak umum,  justru dasarnya sering terjadi di usia remaja hingga dewasa,

"Umumnya terjadi pada anak remaja yaitu SD, SMP dan SMA/SMK sesuai tahap,  yang dominan terjadi SMP dan SMA sederajat, Pelaku merasa lebih pintar,  lebih berkuasa,  lebih kuat untuk menakut-nakuti siswa lain yang dianggap lemah", Terang Aipda Imanuel Depari. Lanjut Depari,  Pada umumnya 1 dari 7 siswa sekolah terlibat dalam bullying (pelaku/korban). "Harapan kami,  Stop Bullying terkhusus anak anak didik, kita semua sama. Ingat ada ketentuan yang mengatur dan bisa dipidanakan, Kalian lah yang menjadi Agen perubahan dan menciptakan suasana aman dan ramah,  sebar luaskanlah kepada teman-teman,  agar kita sama paham tentang perundungan anak ini. Yang membuli tidak bagus yang dibuli juga tidak bagus." Pungkas Depari. Kepala Sekolah SMK N PGGS,  Sopian Manik,  SPd,  MSi, saat dikonfirmasi media,  mengatakan program ini akan berlanjut demi menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, nyaman dan aman dari bentuk aksi kekerasan maupun perundungan," Ini akan berlanjut,  mungkin masih ada beberapa narasumber lagi akan kita adakan untuk mensosialisasikan kepada anak didik kita,  sehingga tercipta agen perubahan", Jelas Sopian Manik. MT

 

Last modified on Monday, 22 November 2021 15:16
© 2021 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved