Kapolda Sumut Sesalkan Keributan Hari Lahir NU di Tebingtinggi

By February 28, 2019 30
Tebingtinggi (POLMAS) - Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Agus Adrianto sesalkan adanya keributan yang dilakukan sekelompok orang diduga anggota Front Pembela Islam (FPI) saat berlangsungnya kegiatan Hari Lahir (Harla) Nadhlatul Ulama ke 93 di Kota Tebitinggi, Rabu (27/2/2019).
 
Diketahui kegiatan yang dihadiri Kapoldasu itu mendatangkan Gus Muwafiq dan dan ribuan masyarakat di Lapangan Merdeka Tebingtinggi.
 
Tidak diketahui secara pasti asal muasal terjadi keributan. Kejadiannya menjelang Gus Muwafig akan mengakhiri tausyiah kebangsaan. Secara mendadak dari kerumunan massa, personil Polres Tebingtinggi berupaya melarang seorang pemuda yang mencoba menerobos masuk ke lapangan.
 
Para petugas berupaya mengamankannya, namun mendapatkan perlawanan. Bahkan sempat menendang petugas yang berpakaian preman.
 
Menurut salah seorang pengunjung yang berdekatan dengan lokasi kejadian mengatakan, awalnya polisi hanya memperingati secara baik-baik dan mengajak pemuda itu untuk keluar lapangan.
 
Namun, pemuda yang mengenakan kaos bertuliskan ‘2019 Ganti Presiden’ itu berteriak ‘bubarkan-bubarkan’ dan berupaya melawan petugas yang ingin mengamankannya.
 
Akhirnya Kapoldasu turun dari tribun kehormatan langsung menuju lokasi kerumunan massa. Irjen Pol Agus memerintahkan kepada petugas dan Kapolres Tebingtinggi untuk membawa para pembuat onar ke Mapolres Tebingtinggi.
 
Walikota Umar Zunaidi Hasibuan saat diwawancarai mengaku kecewa dengan tindakan FPI yang merusak suasana tabligh akbar kegiatan dimaksud. Dirinya menyerahkan langsung proses hukum kepada Kepolisian, karena hal itu mencemarkan nama baik dan merusak citra agama Islam.
 
Hingga saat ini ada 5 orang diamankan di Polres Tebingtinggi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Belum ada keterangan resmi dari Polres Tebingtinggi terkait dengan kelompok pemuda yang diduga dari anggota FPI Tebingtinggi. (Red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved