Bikin Ricuh di Harlah NU, Polres Tebingtinggi Tetapkan 11 Anggota FPI Jadi Tersangka

By March 01, 2019 27
Tebingtinggi (POLMAS) -  Polres Tebingtinggi resmi menetapkan 11 anggota front pembela Islam (FPI) sebagai tersangka lantaran membuat kericuhan saat acara Tabligh Akbar Kebangsaan dan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 93 di Tebingtinggi, Rabu (27/2/2019).
 
Ke 11 orang tersebut masing-masing, Su alias Gogon, OQ, Anj alias Budi, AD, Ilh alias Iyam, AR, MHH, SA Sirait , MF Saragih, A Sitompul, dan RF, ditetapkan sebagai tersangka setelah berhasil ditangkap petugas dari Polres Tebingtinggi.
 
Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi dalam jumpa pers di di Mapolres Tebingtinggi, Kamis (28/2/2019) sore tadi.
 
Sebelumnya, Polisi hanya mengamankan 9 orang anggota FPI saat terjadinya kericuhan dalam acara yang dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Agus Adrianto, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Ketua MUI, Tokoh Agama dan pejabat Pemkot Tebingtinggi tersebut.
 
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengembangan, Polda Sumut beserta Polres Tebingtinggi kembali menangkap 2 anggota FPI yang terlibat dalam aksi kericuhan itu,” ungkap Tatan.
 
Kejadian ini berawal saat berlangsungnya acara Tabligh Akbar Kebangsaan, tiba tiba datang massa dari FPI muncul dan membuat kegaduhan sambil berteriak “bubarkan” dan menyebutkan acara tersebut “kegiatan sesat”.
 
“Kemudian salah satu dari anggota FPI tersebut menarik dan memaksa ibu ibu yang sedang mengikuti acara untuk ikut melakukan aksi demo, Namun ditolak,” terang Tatan.
 
Melihat aksi massa FPI tersebut, personil polisi dibantu petugas Sat Pol PP berusaha mengingatkan mereka agar jangan membuat keributan.
 
“Namun mereka melawan dan berteriak bubarkan sambil mengacungkan 2 jari. Melihat aksi mereka yang semakin brutal, kemudian Polisi mengamankan dan menangkap serta membawa para perusuh ke Mapolres Tebingtinggi,” kata Tatan.
 
Selain ke 11 anggota FPI tersebut, Polisi juga akan mengembangkan kasus ini, untuk mendalami siapa dalang di balik aksi tersebut.
 
“Ke 11 anggota FPI tersebut akan kita kenakan dengan pasal 160 subs 175 yo 55, 56, KUHPidana,” terang Tatan. (Rel)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved