Kapoldasu Ajak Masyarakat Tidak Mudah Diprovokasi

By March 03, 2019 10
Medan (POLMAS) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andriananto, SH, MA mengingatkan masyarakat Sumatera Utara tidak nudah terprovokasi dengan informasi tidak benar, apalagi turut menyebarkanya. 
 
Hal itu disampaikanya saat berlangsungnya Tablig Akbar kerjasama Dewan Pimpinan Wilayah Pujakesuma Sumut dengan Asosiasi Majelis Taklim Indonesia (AMTI) dan Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Sumut, Kamis (28/2) di Asrama Haji Medan.
 
Hadir, Ketua DPW Pujakesuma Sumut, Eko Sopianto, SE, Ketua DPP Puja Kesuma Sumut, H. Suratman, Ketua Amti Sumut yang juga Ketua Gerakan Wanita Sejahtera Sumut, Prof Hj Sri Sulistyawati, PhD, Pendiri Amti Sumut, Djaharuddin dan penceramah Al Ustad H. Nasib Silmi. 
 
Acara sekaligus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Kapoldasu ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng dan pemberian hadiah untuk peserta tablig akbar oleh Kapoldasu untuk peserta tablig akbar. 
 
Lebih lanjut Kapoldasu menyebutkan, dengan tablig akbar ini, persatuan dan kesatuan sesama umat akan terjalin lebih erat. 
 
“Mari mengembalikan cara berpikir masyarakat yang sehat, menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terhasut maupun memprovokasi, agar Sumut benar-benar kondusif,” katanya.
 
Dia juga menyebutkan, Islam adalah agama yang rahmatan lilalamin, maka orang-orang didalamnya perlu menjabarkan dan direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, agar menjadi contoh sebagai umat yang baik.
 
Terkait pemberitaan yang bisa mendorong kepada perpecahan, Kapoldasu juga berharap agar masyarakat tidak mudah menerima berita dan menyebarkanya, tetapi harus peduli untuk mengecek kebenaranya. 
 
“Kita sudah berada di jaman milenial dan generasi 4.0, jangan sampai tertinggal di landasan,” katanya. 
 
Hal lain disampaikanya untuk mengajak masyarakat Sumut sama menjaga kondusivitas, sebab bagaimanapun aktifnya pihak kepolisian menjaga suasana kondusif, jika tidak didukung oleh masyarakat, apa yang mereka kerjakan bisa sia-sia.
 
Hati-hati jika menyebar sesuatu, baik buruk apa yang kita kerjakan akan kembali kepada diri kita. Jika terjadi konflik, akan muncul permusuhan. Ada 174 suku di Indonesia serta ratusan bahasa, namun kita sudah dipersatukan dalam satu bangsa Indonesia, yang sangat luar biasa bersatu dalam satu negara, maka kita berperan menjadi pewaris leluhur dahulu, harus mempertahankanya warga asli Indonesia, perkokoh kebangsaan, untuk menjaga NKRI, ujarnya.
 
“Saya mengapresiasi kegiatan ini dan berharap semua kelompok majelis taklim dapat bersatu dalam bingkai menuju kebaikan dunia dan akhirat,” katanya. 
 
Ketua Amti sekaligus GWS Sumut, Prof Sri Sulistyawati dalam pidatonya menyebutkan, kegiatan tablig akbar berkaitan HUT Amti ke 5, diharapkan menjadi sarana pemersatu muslimah di Sumatera Utara, dalam rangka ikut serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
 
Hal senada disampaikan Ketua DPP Puja Kesuma Sumut, H. Suratman, bahwa dengan persatuan dan kesatuan akan terjalin kehidupan yang rukun tanpa membedakan suku dan agama. 
 
“Mari bersatu dalam bingkai NKRI terutama menjelang Pilpres dan Caleg, jangan terpecah belah,” ungkapnya. (Rel)
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved