Panglima TNI dan Kapolri Sebut Pondok Pesantren Adalah Tempat Samudera Ilmu

By March 13, 2019 32
Medan (POLMAS) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian menghadiri acara silaturahmi di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Jalan Pelajar Timur nomor 264, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019) malam.
 
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai pondok pesantren merupakan samudera ilmu pengetahuan yang memiliki santri dan santriwati yang berkualitas dan unggul di bidang agama.
 
Selain mengajarkan ilmu tentang nilai-nilai agama, pondok pesantren juga mengajarkan ilmu yang berguna bagi pembangunan negara Indonesia.
 
Panglima mengatakan pondok pesantren berbeda dengan di pendidikan umum. Di pondok pesantren juga terlihat adanya hubungan yang erat antara pengasuh dengan para kyai.
 
Sehingga para santri tidak hanya ditempa menjadi santri yang cerdas dan berkualitas, namun juga berakhlak ukhwatul Kharimah.
 
"Pondok pesantren adalah samudera ilmu pengetahuan. Pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga ilmu yang berguna dalam membangun negeri ini," kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
 
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian dalam acara silaturahmi di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Jalan Pelajar Timur nomor 264, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019) malam.
 
"Pondok pesantren menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan unggul. Tanpa sumber daya manusia yang unggul, kekayaan sumber daya alam negara ini tidak ada gunanya. Bayangkan kalo kita tidak punya SDM yang unggul, kita seperti buih di lautan. Tidak ada artinya," sambungnya.
 
Lebih lanjut Hadi menuturkan saat ini masuknya revolusi industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
 
Namun di satu sisi bisa mengancam bagi bangsa Indonesia, jika kemajuan teknologi tidak diimbangi dengan pengetahuan yang baik dan berakhlak mulia.
 
Hadi meminta kepada seluruh santri dan masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan berita bohong atau berita hoax yang bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
 
"Paradoks juga kehadiran revolusi industri 4.0 mengancam buat kita. Banyak berita hoax atau berita bohong yang bisa kita terima hampir setiap menit," katanya.
 
"Tapi, jangan sampai informasi yang kita sampaikan justru bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa ini," ujarnya.
 
Panglima Hadi mengingatkan bahwa kebersamaan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci menjaga keutuhan wilayah NKRI.
 
Melihat Indonesia ini negara besar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau Rute.
 
Semua ada di negara ini. Mulai bentangan luas samudera sampai hutan sudah ada.
 
Pimpinan pondok pesantren Al Kautsar Al Akbar, Buya Syekh H Ali Akbar Marbun mengajak seluruh umat beragama turut mendoakan Kapolri dan panglima sehat sehat dalam menjaga keamanan negara ini.
 
"Agama tidak menjadi persoalan di Sumut khususnya di Medan. Saya ini asli orang Batak. Orang Batak Tidak cerita agama Islam atau Kristen. Masalah agama tidak ada di Medan. Mudah-mudahan di sini tidak ada," kata Syekh Ali mengakhiri. (red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved