Kapolda Sumut : 5 Terduga Teroris Ditangkap

By March 15, 2019 46
Sibolga (POLMAS) - Tim Densus 88 mengamankan 5 terduga teroris yang berasal dari beberapa kabupaten kota yang ada di Provinsi Sumut. "Kelima ini ditangkap terkait bom di Sibolga," kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Kamis (14/3/2019).
 
Kelima tersangka dugaan teroris itu masing-masing Husein alias Abu Hamzah alias Upang, AK alias Ameng alias Abu Halimah (istri Abu Hamzah), ZP alias Ogek Zul, R dari Tanjungbalai dan M diamankan di Tapteng.
 
Jadi, kata orang nomor satu di Polda Sumut ini, selain menangkap terduga teroris di Sibolga, tim densus 88 juga menangkap teroris di Tanjungbalai dan di Tapanuli Tengah (Tapteng).
 
"Kalau yang di Tanjungbalai, dugaan terorisnya adalah R yang juga calon istri kedua dari Abu Hamzah. Sedangkan di Tapteng, tim densus 88 mengamankan seorang pria," ujarnya.
 
"Jadi yang ditangkap di Tanjungbalai cuma satu. M ditangkap di Tapteng," jelasnya seraya mengatakan sedangkan yang tiga lagi adalah Abu Hamzah, Abu Halimah dan Ogek Zul.
 
Abu Hamzah, kata Kapolda masih diamankan di Polres Sibolga, Abu Halimah (Istri Abu Hamzah) sudah meninggal dunia karena bom bunuh diri, sedangkan Ogek Zul adalah orang yang menjaga bahan ledakan di rumahnya yang berada di jalan Kutilang, Kota Sibolga.
 
Pria dengan bintang dua dipundaknya ini menyatakan keterlibatan R dalam bom Sibolga karena yang bersangkutan sebagai calon istri kedua Abu Hamzah, juga R mengetahui pembelian bahan untuk pembuatan bom.
 
R sendiri, sambung Agus, merupakan istri dari Hendri Syahli Manurung (27) warga Tanjungbalai, yang merupakan satu anggota teroris jaringan JAD kelompok Syaiful yang ditembak mati oleh Densus 88 Mabes Polri pada Oktober 2018 lalu. Pantauan lokasi kejadian yaitu di jalan Cendrawasih, Kota Sibolga pihak kepolisian masih berjaga-jaga disekitar lokasi.
 
"Hari ini juga kita lakukan sterilisasi di lokasi ledakan atau di rumah Abu Hamzah. Ini dilakukan karena kemarin, mereka datangnya sore, sehingga belum tuntas makanya dilanjutkan hari ini,"terangnya.
 
Masih dikatakan pria yang sudah tugas di Sumut ini sejak Letnan Dua, saat melakukan sterilisasi hari ini, Kamis (14/3/2019) pihaknya menemukan satu rompi dengan tujuh pipa yang sudah terpasang di rompi tersebut. "Kita juga menemukan informasi bahwa masih ada bom yang ditanam di seputaran rumah Abu Hamzah,"katanya.
 
Selain menemukan rompi yang sudah terpasang pipa, Agus Andrianto juga menyatakan tim menemukan 5 tabung kontainer berisi bahan peledak yang sangat membahayakan.
 
Mengenai dengan jumlah bahan peledak yang sampai 300 KG, apakah pihak kepolisian sudah mengetahui daerah mana saja yang menjadi sasaran teroris, Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan itu nanti akan menjadi pengembangan dari pihak Densus 88.
 
Pasutri Ledakkan Bom di Sibolga
 
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, mengungkapkan istri dari Abu Hamzah yang melakukan bom bunuh diri bernama Solimah warga asal Kota Padangsidempuan.
 
“Sebagian tubuh korban hancur dan serpihan tubuhnya masih tertinggal di lokasi ledakan. Bahkan Tim DVI masih bekerja untuk memastikan apakah masih ada bagian tubuh yang lain,” jelasnya, Kamis (14/3).
 
Dalam kasus ledakan bom ini, Kapoldasu berharap kepada Wali Kota Sibolga dan Bupati Tapanuli Tengah untuk melaporkannya ke Pemerintah Pusat dan menampung anggaran perbaikan.
 
“Kita berharap kepada Bupati Tapanuli Tengah dan Wali Kota Sibolga agar mendata dan melaporkannya ke Pemerintah Pusat. Selain itu, agar dana perbaikan diajukan untuk ditampung di APBD masing-masing,” harapnya.
 
Sementara itu, dari laporan masyarakat sekitar, menyebutkan bahwa kehidupan pasangan suami istri terduga teroris itu berubah setelah kepulangan mereka beberapa tahun lalu dari Pulau Jawa.
 
Bukan itu saja, beberapa tetangga terduga teroris ini tidak begitu kenal dengan wajah kedua pasangan tersebut.
 
“Kalau suaminya itu (Husain alias Abu Hamzah) memang warga Sibolga marga Simatupang yang kerjanya memperbaiki lampu listrik. Kalau istrinya orang bersuku Jawa, tapi kami kurang tahu asalnya dari daerah mana,” ungkap warga sekitar.
 
Terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sibolga, diduga berafiliansi dengan jaringan yang ikut diamankan di Tanjungbalai, Asahan. Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, di tanjung balai petugas mengamankan dua terduga, yakni M dan R.
 
"Hasil pengembangan ada beberapa tersangka (jaringan di Tanjungbalai). Inisial M dan R," ujarnya usai melakukan disposal bahan peledak di Rindu Alam, Tapteng, Kamis (14/3).
 
Hasil pengembangan polisi, menurut Agus, R rencananya akan menjadi istri kedua dari terduga teroris AH alias Abu Hamzah yang ditangkap Densus di Jalan Cenderawasih, Kota Sibolga.
 
"Informasinya dia (R) ini mau jadi istri kedua dari AH, untuk direkrut jadi pengantin (pelaku bom bunuh diri)," imbuh Kapolda. Hingga Kamis siang, Densus dan Jibom Polda dan Mabes Polri masih melakukan sterilisasi kawasan Jalan Cenderawasih.
 
Warga masih belum dilarang memasuki area radius 300 meter dari lokasi kejadian. Menurut Agus, sterilisasi dan pencarian bahan peledak masih terus dilakukan, karena dicurigai masih ada teraimpan di beberapa tempat.
 
Ditanya soal kepastian berapa terduga teroris yang tewas di Sibolga, Agus mengaku masih menunggu hasil dari tim DVI.  "Diduga dua orang (Istri AH dan anaknya), tunggu nanti pemeriksaan dari DVI," ujarnya singkat
 
Densus, kata dia, juga masih melakukan pengembangan mengenai target-target jaringan terduga teroris melakukan aksinya. (red)
 
 
© 2019 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved