Medan (Tabloid Polmas Poldasu) 21/08/2020 - Oknum pegawai atau petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan, ketangkap memiliki narkotika jenis daun ganja dan percobaan penganiayaan.

Alhasilnya, pria bernama Aspian berusia 54 tahun warga Jalan Tengah No 29, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota, menginap di sel tahanan Polsek Medan Baru.

PNS Rutan Tanjung Gusta itu saat diamankan petugas, berhasil ditemukan barang bukti 1 Balok Kayu, 1 tas Sandang berwarna coklat merk POLO berisi 5 batang rokok, 4 Lembar kertas Tiktak dan sisa pakai daun ganja kering.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Aris Wibowo SIK MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Sondy Raharjanto S.Tr. K, Jumat (21/8/2020) dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kronologis awal penangkapan tersangka Aspian  terjadi pada hari, Rabu (12/8/2020).

Saat itu tersangka Aspian berkunjung ke Pusat Perbelanjaan Plaza Medan Fair, tepatnya di pintu Lobi Utama Plaza Medan Fair. Tersangka ditegur seorang security karena masuk ke dalam plaza, tanpa menggunakan Masker.

Namun pelaku tidak senang dan pelaku mengambil 1 balok kayu, yang terselip di belakang balik bajunya untuk memukulkan kepada petugas security.

Ketika tersangka dan security bertikai, petugas Kepolisian yang berada di TKP mengamankan situasi. Selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap tersangka.

“Saat dilakukan penggeledahan, dari didalam tas tersangka Aspian ditemukan berupa 5 batang rokok, 4 Lembar kertas Tiktak dan sisa pakai daun ganja kering. Untuk proses selanjutnya tersangka diboyong ke Komando berikut menyita barang bukti,” ujar Kapolsek.

Dikatakan Kompol Aris Wibowo, hasil introgasi dari tersangka bahwa 4 lembar kertas tiktak, dan sisa pakai daun ganja kering yang ada di dalam tas akan diberikan kepada teman kerjanya di Tanjung Gusta.

“Atas perbuatannya, tersangka pelaku dijerat dengan Pasal 114 (1) Subs 111 (1) Subs 127 huruf a UU NO. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman 12 Tahun Penjara,” pungkas Kapolsek.KM-Fahmi.

Lamhot Silaban

 
 
 
Paluta (Tabloid Polmas Poldasu) - Usai menghisap narkotika jenis shabu, dua orang pria yakni inisial TAWH (29) dan ASP (17) diciduk oleh personil Satres  Narkoba  Polres  Tapsel di Desa Batang Baruhar, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Jum'at (17/7/2020) sekitar pukul 21.30 wib.
 
Hal ini dibenarkan oleh Kasat Narkoba Polres Tapsel AKP Eddy Sudrajad SH yang disampaikan melalui Kasubbag Humas Ipda Asrul Pane melalui pesan Whatsapp.
 
“Kita mengamankan tersangka TAWH dan ASP yang diketahui merupakan warga Gunungtua Julu dan bersama kedua tersangka turut kita amankan barang bukti berupa 1 bungkus kecil plastik klip berisi sabu seberat 0.19 gram, 1 buah alat hisap shabu yang terbuat dari botol minuman nestle beserta 1 buah kaca pirek," ujarnya.
 
Dijelaskannya, kronologi penangkapan berawal dari adanya info masyarakat yang diterima pihaknya mengatakan tentang adanya penyalahgunaan narkotika di daerah desa Batang Baruhar, kecamatan Padang Bolak.
 
Selanjutnya pelapor bersama personil lainnya langsung menuju ketempat yang dimaksud untuk melakukan penyelidikan dan setibanya di lokasi, petugas  langsung menuju sebuah rumah kosong yang dicurigai tempat penyalahgunaan narkoba dan sekira pukul 21.00 Wib petugas melihat 4 orang laki-laki yang sedang duduk dimana 2 orang laki-laki inisial K dan RL berhasil melarikan diri sedangkan tersangka inisial TAWH dan ASP berhasil diamankan. 
 
“Dari samping kiri tersangka inisial ASP yang berjarak kurang lebih 1 meter berhasil disita barang bukti tersebut,” terangnya.
 
Dari keterangan kedua tersangka bahwa barang bukti tersebut adalah milik K dan RL yang mana pada K dan RL sedang mempergunakan shabu kemudian kedua orang tersebut menawarkan kepada kedua tersangka untuk mempergunakan shabu, kemudian tersangka TAWH menghisap shabu tersebut sebanyak 2 kali dan tersangka ASP menghisap shabu sebanyak 4  kali.
 
Saat ini kedua tersangka sudah diamankan di Mapolres Tapsel dan petugas masih terus melakukan pengembangan serta memburu tersangka lainnya.team
PALUTA - (Tabloid Polmas Poldasu) - Seorang pemuda inisial AH (39) diamankan Personil Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Bolak bersama ganja kering siap edar dengan berat sekitar 4 Kilogram dari Desa Pangirkiran, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sabtu (18/7) sekira pukul 11.25 WIB.

Kronologisnya, petugas Polsek Padang Bolak sekira pukul 11.25 WIB mendapat informasi dari warga bahwa di Desa Pangirkiran tepatnya di salah satu lokasi kebun karet sering terjadi transaksi narkotika jenis daun ganja kering dan sabu.

Atas informasi itu, Kanit Reskrim Ipda H Anil DS SH bersama dengan anggota berangkat menuju lokasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar SH MH.

Sesampainya di persimpangan menuju lokasi, tersangka AH (35) tiba-tiba muncul dengan mengendarai sepeda motor.

Dengan spontan, tersangka lompat dari sepeda motor dan melarikan diri namun dengan sigap dilakukan pengejaran hingga tertangkap petugas.

“Dan dari sepeda motor di temukan bungkusan yang berisikan daun ganja kering siap edar, kemudian di lakukan pengembangan ke lokasi kebun dan di dalam gubuk di temukan ember yang berisikan daun ganja kering, selanjutnya pelaku berikut dengan barang bukti di boyong ke Mapolsek Padang Bolak guna untuk di proses,” kata Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar SH MH didampingi Kanit Reskrim Ipda H Anil DS SH, Sabtu (18/7).

Bersama tersangka turut diamankan sejumlah barang bukti berupa;
-68 amp paket kecil 
-11 amp paket sedang
-2 amp paket menengah
-2 amp paket besar
-2 buah ember plastik berisikan ganja kering
-1 buah timbangan elektrik
-1 buah hekter
-1 buah pisau cuter
-1 buah gunting
-Uang tunai Rp598.000
-1 unit sepeda motor
-2 unit HP.ap
 
 
 

Langkat (Tabloid Polmas Poldasu) - Rabu, 8 Juli 2020 11:44 - Polmas Poldasu Acungan jempol lah kira yang pantas untuk kinerja Satreskrim Narkoba Polres Langkat ditengah pandemi COVID-19 ini pemilik 30 kg ganja warga Bandung telah berhasil ditangkap serta mengamankan
Jefri Angga D Lumban (28) warga Cikgiringsing, Kelurahan Pasir Enda, Kecamatan Ujung Brung, Kota Bandung, Jawa Barat, kedapatan membawa 30 bal ganja dari Aceh, dengan menumpang bus Sanura BL 7348 AA.

Hal itu disampaikan Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga SIk melalui Kasat Narkoba AKP Firman Imanuel Peranginangin SH MH, Polmas Poldasu di Stabat, Rabu.(08/07)

"Penangkapan saat petugas melakukan razia di depan pos Lantas Sei Karang, Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat," katanya.

Pada mulanya petugas melakukan razia dipimpin Ipda Sukma Atmaja memberhentikan bus, truk dan mobil pribadi dari jalur Aceh menuju Medan yang penumpangnya diduga membawa narkoba.

Petugaspun lalu melakukan pemeriksaan terhadap bus dan kendaraan pribadi dari jalur Aceh menuju Medan, serta pemeriksaan penumpang dan barang bawaannya masing-masing.

Saat itulah, petugas menemukan satu tas ransel warna hitam merah berisi ganja sebanyak 10 bal dan satu koper warna biru yang berisi ganja sebanyak 20 bal, satu unit handphone.

Penangkapan terhadap tersangka ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang layak di percaya mengatakan akan ada mobil bus Sanura BL 7348 AA dari Aceh menuju Medan yg membawa narkotika jenis ganja untuk itu tim langsung menuju pos Lantas Sei Karang dan koordinasi dengan anggota lalu lintas.

Kemudian sekira pukul 07.00 WIB mobil yang di maksud melintas lalu di lakukan pemberhentian terhadap bus yang di maksud dan di lakukan pemeriksaan terhadap seorang penumpang yang duduk di bangku Nomor 07/08 di belakang sopir dan menemukan barang bukti dalam bagasi bus ganja kemudian tersangka dan barang bukti di bawa ke Satnarkoba Polres Langkat guna proses lebih lanjut( SYAHRIAL)

Ket Poto Jefri Angga D Lumban pembawa ganja 30 kg

Tarutung, (Polmas Poldasu) 10 Juni 2020 - Dua orang DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus peredaran Narkotika jaringan internasional, berhasil di amankan polres taput.

Kedua tersangka yang diamankan , yakni Muhammad Khairul Azmi ( 29 ) warga Desa Tanjung Meuyee Kecamatan Tanah Jambo Ayee Kab.Aceh Utara dan Muslim ( 45 ) warga Desa Tanjung Meuyee Kabupaten Aceh Utara.

Kapolres taput AKBP JONNER SAMOSIR SIK di dampingi waka polres Kompol Mukmin Rambe, Kasat Reskrim AKP Jonser Banjarnahor dan sejumlah PJU dalam Press realise rabu 10/06 pukul 24.05 wib, kepada sejumlah wartawan membenarkan penangkapan tersebut.

Kedua tersangka berhasil kita amankan Sebut Kapolres Taput minggu 7/6 pukul 13.00 Wib, dari desa pancur napitu kecamatan siatas barita taput, Penangkapan ini kita lakukan , atas kerjasama dengan warga setempat, di mana kedua tersangka di curigai warga sehingga menghubungi pihak polres, dan team opsnal polres pun meluncur ke TKP.

Dari hasil pemeriksaan unit narkoba, kedua tersangka mengakui, bahwa mereka adalah DPO dari BNN pusat, atas terjadinya penggrebekan gudang beras tersebut dimana tempat mereka bekerja di cikarang baru jawa barat telah di grebek petugas BNN pusat pada tanggal 28/5 karena tempat penyimpanan narkoba.

Kapolres menambahkan, kedua tersangka merupakan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional, dimana gudang beras yang di grebek BNN adalah tempat penyimpananan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi yang kendalikan oleh Faisal dari malaysia .

Kedua nya bisa melarikan diri saat penggrebekan , sebelum gudang di gerebek, kedua tersangka MKA dan M , disuruh oleh bos nya yaitu F untuk menjemput mobil L300 box didepan rumah sakit mitra keluarga dan selanjutnya membawa ke gudang Cikarang baru Bekasi Utara.

Kemudian F menelepon dari Malaysia agar memuat mobil tersebut dengan 32 Karung beras beserta 66 bungkus sabu yang diselipkan kedalam masing-masing goni beras tersebut, dan disuruh mengantar kedepan rumah sakit mitra keluarga dan meninggalkan mobil dan kuncinya.

Setelah kedua nya meninggalkan mobil dan kunci beserta isi nya di depan rumah sakit mitra keluarga, lalu keduanya kembali ke gudang beras tersebut dengan berjakan kaki.

Setibanya di depan gudang, kedua tersangka melihat, bahwa gudang mereka telah di grebek oleh BNN dengan memakai senjata dan anjing pelacak dan mereka pun melarikan diri.

Merasa tidak nyaman bersembunyi di daerah cikarang, kedua nya pun sepakat untuk kembali pulang ke aceh daerah asal nya.

Pada tanggal 3/06 , kedua tersangka pun pulang ke aceh dan menumpang bus dari tangerang dan membawa satu unit sepeda motor. Sebelum keduanya naik bus tujuan medan, mereka sudah membeli surat keterangan sehat yang palsu menyatakan bebas Covid -19 .

Pada tanggal 4/6 , bus yang di tumpangi keduanya mengalami kerusakan di bukit tinggi lalu mereka sepakat turun dan melanjutkan perjalanan nya ke medan dengan naik sepeda motor nya. Tanggal 6 / 6 , malam , kedua tersangka kelelahan dan berhenti di teras rumah warga untuk istrahat tidur di desa pancur napitu kecamatan siatas barita taput.

Tanggal 7/ 6 pagi, pemilik rumah merasa curiga atas kedua orang tersebut lalu melaporkan kepada kepala desa. kepala desa menghubungi polres taput dan team opsnal pun turun ke lapangan dan langsung mengamankan ke kantor serta melakukan pemeriksaan.

Setelah di lakukan penggeledahan terhadap kedua tersangka, kita menemukan barang bukti berupa (Satu) unit handphone merek Oppo
KTP Palsu Atas Nama Haris Munandar, dan Muhammad Khairul Azmi
Kartu BPJS Atas Nama Muslem Beserta
SIM C.

Surat Rapid Test yang diduga palsu Atas Nama Romi Sadana
Surat Rapid Test yang diduga palsu Atas Nama Haris Munandar
1 (Satu) buah dompet warna hitam
1 (Satu) buah buku hikayat Nabi Muhammad
Uang tunai sebesar Rp.2.100.000,- ( Dua Juta Seratus Ribu Rupiah)
1 (Satu) unit sepeda motor merek Honda beat
1 (Satu) buah STNK
1 (Satu) buah BPKP

Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti langsung kita antar ke direktorat narkoba polda sumut untuk di serahkan ke BNN Sebut Kapolres Taput Mengakhiri.

Lamhot Silaban

Page 1 of 2
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo