Sergai (POLMAS) - Sektor pertanian dan peternakan merupakan prioritas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut). Berbagai upaya dan program dilakukan untuk memajukan kedua bidang tersebut sehingga terwujud swasembada pangan tidak hanya di Sumut tetapi juga di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina saat mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo dalam acara Peluncuran Program SIKOMANDAN atau Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri serta panen pedet, Kamis (20/2) di halaman Masjid Agung Serdang Bedagai Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

"Kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Serdang Bedagai. Panen pedet di Serdang Bedagai hari ini merupakan salah satu dukungan Sumut untuk mewujudkan swasembada sapi seperti yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo untuk dapat dicapai pada tahun 2026 mendatang," ujar Sabrina.

Adapun langkah-langkah untuk mewujudkan kemandirian dalam pemenuhan pangan asal ternak dan peningkatan kesejahteraan petani/peternak di Sumut, kata Sabrina antara lain memotivasi para petani dan peternak untuk terus berinovasi. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan pangan ternak telah dilakukan upaya peningkatan populasi dan produktivitas ternak melalui program antara lain optimalisasi bereproduksi pada ternak sapi dan kerbau melalui kegiatan inseminasi buatan .

"Selain itu, juga dibantu dengan akses pembiayaan bagi pelaku usaha peternakan, perlindungan dan pemberdayaan petani, perbaikan infrastruktur peternakan dalam rangka meningkatkan populasi dan produktivitas ternak melalui program SIWAB atau Sapi Indukan Wajib Bunting yang sudah dimulai sejak tahun 2017," papar Sabrina.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengaku bahagia dan gembira datang ke Sumut khususnya Sergai. Katanya, panen seribuan pedet dan meluncurkan program SIKOMANDAN di Sergai seperti memberikan energi dan semangat untuknya melakukan tugas di masa depan sebagai menteri pertanian.

"Apresiasi untuk Bapak Bupati Serdang Bedagai dan Pemerintah Provinsi Sumut, yang memiliki semangat membangun dan memanfaatkan kekayaan daerah. Tidak ada orang di dunia yang tidak membutuhkan pertanian. Tidak ada orang di dunia yang tidak membutuhkan makanan. Serdang Bedagai, di Sumut adalah pilar bagian dari Indonesia. Bagian dari kekuatan bangsa dan kekuatan itu adalah kekuatan pertaniannya," tutur Syahrul.

Sebelumnya, Bupati Sergai Soekirman juga mengucapkan rasa bangga atas kehadiran Mentan RI Syahrul di daerahnya, sekaligus rasa bangga lantaran Sergai mampu menjadi daerah yang memberi kontribusi pada program-program pusat. Selain ternak, juga banyak sektor potensial lainnya yang diyakini Soekirman dikembangkan di wilayah yang ia pimpin tersebut.

"Sergai adalah daerah agraris dengan banyak perkebunan dan persawahan. Penghasil kecambah sawit yang diekspor hingga ke luar negeri, membudidayakan tanaman Sorgum yang bisa dijadikan pakan bernutrisi bagi sapi dan kambing, irigasi luas, mengembangkan wisata tani, dan lainnya," jelas Soekirman.

Usai peluncuran SIKOMANDAN, Mentan bersama Sekdaprov Sabrina beserta Bupati Sergai Soekirman melihat-lihat pedet yang ada di sekitar lokasi. Kemudian dilakukan pula penyerahan bantuan kepada kelompok ternak modal usaha kredit usaha rakyat peternakan di Provinsi Sumatera Utara oleh Mentan RI.

Adapun peluncuran dan panen pedet yang digelar di Kabupaten Sergai diikuti Kabupaten/Kota lainnya se Sumut seperti, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Langkat dan Kota Binjai. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Karantina Ali Jamil, rombongan Kementerian Pertanian RI, unsur Forkopimda Sumut dan Sergai, OPD Pemprov Sumut dan Sergai, kelompok tani dan ternak.

Sambut Kedatangan

Sebelumnya, kedatangan Mentan Syahrul Yasin Limpo di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Kamis (20/2) pagi disambut hangat Sekdaprov Sumut R Sabrina, didampingi Kepala Dinas Peternakan Sumut Azhar Harahap dan Kepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati.

Saling bertukar salam dan sapa, Sabrina kemudian menyematkan ulos kepada Syahrul sebagai tanda ucapan selamat datang dan penghormatan. "Selamat datang Pak ke Sumatera Utara," ucap Sabrina.

Datang bersama Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang ia terima. Berbalutkan ulos, Syahrul memasuki ruang VIP sembari menyapa dan melambaikan tangan kepada seluruh rombongan yang menyambut dirinya.

Syahrul kemudian menyempatkan diri berfoto bersama dan melanjutkan perjalanan bersama rombongan melaksanakan agenda kunjungan kerja (kunker). Turut hadir dalam menyambut rombongan Menteri Perdagangan RI yakni pejabat dan pegawai Balai Karantina Pertanian Kualanamu, unsur forkopimda Deliserdang serta sejumlah organisasi masyarakat kepemudaan. (Red)

 

Jakarta (POLMAS) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Perkembangan Sektor Pariwisata yang dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan di Kantor Marves Jakarta, Rabu (19/2).

Hadir sejumlah menteri antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Komunikasi dan Informatika George G Plate, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo.

Juga hadir tujuh bupati sekitar kawasan Danau Toba, Asisten Admintrasi Umum Setdaprov Sumut M Fitriyus, Kadis Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua, Kabiro Humas dan Keprotokolan Hendra Dermawan Siregar dan Kepala Badan Penghubung Daerah Nursalim Affan Hasibuan. Ada juga Gubernur DI  Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X serta beberapa kepala daerah terkait.

Pada kesempatan itu, Menko Marves Luhut Pandjaitan menegaskan akan lebih sering melakukan Rakor setiap daerah dengan tujuan lebih fokus dalam melakukan percepatan pengembangan lima destinasi super prioritas yaitu Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

“Pembangunan di lima destinasi super prioritas harus kita kebut, makanya kita nanti akan sering rapat per daerah. Jadi nanti saya fokus satu-satu, tiap minggu saya cek per daerah, sehingga nanti betul-betul bagus,” ujarnya.

Selain itu, Menko mengharapkan dukungan dari Basarnas, BNPB dan Menteri Kesehatan harus ada di setiap destinasi super prioritas. Hal ini supaya para turis merasa nyaman dan aman. “Jadi nanti semuanya harus ada. Jadi ketika terjadi sesuatu dapat segera ditangani,” katanya.

Terkait rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba, Menko Luhut dan Menteri Wishnutama  berharap agar para bupati yang menjadi spot tinjau itu agar lebih menyiapkan dalam penyambutan, baik kesenian tari maupun kebersihannya.

Sementara itu, usai Rakor Wagub Musa Rajekshah menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak lainnya dalam upaya percepatan pembangunan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas.

“Kita sangat mendukung upaya pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan kawasan Danau Toba. Karena kita juga ingin pembangunan kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas segera rampung dan banyak dikunjungi wisatawan, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian Sumut,” ujar Wagub ketika diwawancarai. (Red)

 

Panyabungan (POLMAS) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menghadiri dan membuka Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Wilayah Pantai Barat tahun 2020 dalam rangka penyusunan Rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumut tahun 2021 di Gedung Serbaguna Mandailing Natal (Madina) Jalan Lintas Sumatera, Kamis (20/2). Diharapkan Pra Musrenbang ini mampu melahirkan program-program yang bermanfaat untuk rakyat.

"Dalam pembangunan harus ada perencanaan kegiatan yang nanti sewaktu Musrenbang semua permasalahan kita sudah terjawab. Perencanaan yang ada di kabupaten/kota nanti akan kita sinkronkan ke pembangunan provinsi, sehingga apa yang kita kerjakan bermanfaat untuk rakyat kita," ujar Gubernur Edy Rahmayadi.

Pra Musrenbang merupakan persiapan pemantapan pelaksanaan Musrenbang Provinsi Sumut. Untuk Sumut, pra-Musrenbang dibagi menjadi 4 zona wilayah, yakni Zona Pantai Barat, Zona Pantai Timur, Zona Dataran Tinggi dan Zona Kepulauan Nias.

Gubernur memaparkan tentang evaluasi kinerja makro ekonomi dan sosial Provinsi Sumut yang menunjukan bahwa pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Sumut tumbuh sebesar 5,22 % dan berada di atas pertumbuhan nasional yaitu sebesar 5,02 %. "Ini mengindikasikan bahwa ekonomi Sumut relatif tangguh terhadap berbagai dinamika perubahan dan tantangan ekonomi global. Pada tahun 2021 ekonomi Sumut ditargetkan tumbuh 5,3-5,7 % dengan rata rata pertumbuhan dari kabupaten/kota wilayah Pantai Barat sebesar 5,79 %," ujar Edy Rahmayadi.

Kemudian Edy Rahmayadi menyampaikan, fokus pembangunan Pemprov Sumut tahun 2021 ditujukan pada peningkatan kompetisi sumber daya manusia unggul, perluasan akses pendidikan menengah, konektivitas antar pusat pertumbuhan wilayah dan pusat pusat produktivitas, peningkatan jangkauan layanan kesehatan dan peningkatan nilai tambah sektor agraris dan pariwisata.

"Banyak hal yang kita inginkan, banyak hal yang kita cita-citakan. Semuanya harus kita dasarkan untuk menyejahterkan rakyat. Saya harap semua bupati/walikota datang pada Musrenbang nanti dan menjabarkan ke saya apa perencanaaan pembangunan, apa yang menjadi prioritas. Kalau tak mau datang berarti tak mau maju kabupaten/kotanya," tegas Edy.

Senada dengan Gubernur Edy, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan siap berbenah salah satunya dengan mengembangkan industri pariwisata. "Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah bersedia hadir. Tahun ini Mandailing Natal menjadi tuan rumah dari Pra Musrenbang zona Pantai Barat tahun 2020. Untuk Bapak Gubernur ketahui bahwa kedepanya kita berfokus untuk mengembangkan pariwisata, salah satu langkahnya dengan pembangunan Bandara Bukit Malintang," ujarnya.

Sebelum meninggalkan lokasi acara, Gubernur menyerahkan bantuan berupa lima motor sampah dan sertifikat tanah kepada Pemkab Mandailing Natal untuk membangun Bandara.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Bupati Padang Lawas Ali Sutan Harahap, Asisten Administrasi Pemerintahan Arsyad Lubis, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Dahler Lubis, Kadis Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua, Kadis Perhubungan Sumut Abdul Haris Lubis, dan Kadis Lingkungan Hidup Binsar Situmorang. (Rel)

 

 

Medan (POLMAS) - KPK melimpahkan berkas Syamsul Fitri selaku Kasubag Protokol Pemko Medan dalam kasus korupsi proyek dan jabatan, Kamis (20/2/2020).  

Kasus ini juga menetapkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Medan Isa Ansyari sebagai tersangka.

"Hari ini, Kamis, 20 Februari 2020, Jaksa Penuntut Umum KPK melimpahkan perkara atas nama Syamsul Fitri ke Pengadilan Negeri pada Pengadilan Tipikor Medan," tutur Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Ia menyebutkan Samsul didakwa dengan Pasal 12 huruf a jo 55 ayat 1 ke-1 jo 64 ayat 1 kuhp atau pasal 11 jo 55 ayat 1 ke-1 jo 64 ayat 1 KUHP. "Selanjutnya JPU akan menunggu jadwal sidang," ungkapnya. Ali menyebutkan bahwa tersangka saat ini dititipkan KPK ke Rutan Tanjung Gusta, Medan.(Tr)

Jakarta (POLMAS) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti tingginya angka pengangguran di Indonesia yang menurutnya mencapai 7 juta orang. Menurut Tito hal itu menjadi poin utama kenapa investasi harus digenjot agar tercipta lapangan kerja.

Menurutnya, ada hal negatif yang muncul ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan. Mereka menjadi rentan untuk melakukan hal tidak bermanfaat di media sosial (medsos).

"Jadi kita melihat hoax terjadi, salah satu faktor hoax terjadi karena nganggur, nganggur nggak ada kerjaan lain, apa saja dikomenin, masuk grup ini, masuk grup itu. Itu kita lihat," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2020 di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Tak hanya itu, menurutnya ketika seseorang menganggur ada kencenderungan untuk berulah di medsos, misalnya mencari sensasi atau demi eksistensi.

"Saya punya saudara yang termasuk agak keras di sana. Padahal saya tahu dia nggak radikal, dalam pemahaman ideologi dia nggak radikal. Tapi kok terlihat radikal sekali kalau di medsos. Setelah saya pelajari nganggur ternyata. Biar ada sensasi, eksistensi segala macam," jelasnya.

Oleh karenanya, investasi sangat penting untuk didorong demi meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan untuk menyerap angkatan kerja yang terus bertambah. "Intinya bahwa iklim investasi harus diperbaiki kalau kita ingin undang investor dalam maupun luar negeri," tambahnya.(Dtc)

 
 
Page 1 of 20
© 2018 Tabloid Polmas Poldasu. All Rights Reserved

Designed by : Invasindo